Diterima beasiswa ADS: DIJAMIN!


Apakah Anda salah satu dari 5-6000an orang hebat Indonesia yang sedang berjuang mendapatkan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS)? Mudah-mudahan Anda tidak tergoda membaca tulisan ini gara-gara judulnya demikian. Silakan kecewa karena tidak ada yang bisa menjamin Anda diterima beasiswa luar negeri.

Saya sering mendapatkan pertanyaan atau curhat terkait beasiswa luar negeri, terutama ADS. Ada yang bertanya “seberapa besar peluangnya?” Ada yang ingin tahu “layakkah saya?” Tidak sedikit yang bahkan pesimis, merasa tidak mungkin diterima. Membayangkan ada 5000an orang yang mendaftar untuk kuota yang hanya 400, kita mudah sekali tergoda untuk merasa tidak mampu bersaing. Mudah sekali untuk berpikir “saya pastilah bukan salah satu dari 400 orang terbaik dari 5-6000an orang itu. Saya bukan siapa-siapa.”

Tulisan ini bukan motivasi yang membuat Anda tiba-tiba berubah jadi semangat lalu berdiri tegak siap menghadapi air bah dan menjadi tidak realistis. Bukan! Saya tidak punya kapasitas itu dan saya memang tidak bisa menjamin seseorang bisa diterima beasiswa. Saya hanya ingin ingatkan bahwa syarat beasiswa ADS itu adalah TOEFL 500 dan IP di atas 2,9. Jika tidak ada yang bisa bisa menjamin seseorang lolos beasiswa maka tidak boleh ada satu orang pun di muka bumi ini yang berhak mendikte “kamu pasti tidak lolos” jika memang Anda memenuhi syarat.

Kita adalah para pejuang. Tugas kita hanya satu: berusaha dengan segenap upaya. Tugas kita bukan menghakimi, apalagi menghakimi diri sendiri. Bahwa IMPOSSIBLE bisa jadi adalah I’M POSSIBLE yang kita baca secara salah. Selamat berjuang, kawan!

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

50 thoughts on “Diterima beasiswa ADS: DIJAMIN!”

  1. Selamat siang Pak Andi,
    Semakin mendekati deadline ADS semakin menegangkan saja tulisannya pak. Tentunya banyak juga motivasi yang bapak selipkan di dalamnya.
    Btw, saya ingin bertanya pak, di dalam aplikasi ADS terdapat 2 pilihan jurusan master yang kita minati. Apakah jurusan tersebut dapat kita ubah sewaktu sudah dinyatakan lulus oleh ADS nanti?
    Oiya pak, kalo Pak Andi berkenan, saya ingin mengkonsultasikan aplikasi ADS saya ke Pak Andi. Saya hanya takut banyak kalimat yang kurang tepat di dalamnya. Terima kasih pak 🙂

    1. 1. Ada kemungkinan bisa yg tidak mudah tentu saja alasannya 🙂
      2. Maaf saya menerima belasan (kalau ga puluhan) permintaan seperti ini tiap hari. Tadinya saya mau bantu tapi sepertinya tidak adil karena saya tidak akan bisa membantu semua. Silakan tanyakan yg spesifik saja, saya pasti bantu 🙂

      1. waah terima kasih sekali Pak Taufik dan Pak Andi atas jawabannya, sungguh sangat menenangkan.
        Untuk pak andi, cukup yang spesifik saja sudah sangat membantu pak. Kalo gitu, boleh nanti saya email beberapa pertanyaan spesifik berkaitan dengan aplikasi nya ya pak, terima kasih banyak pak andi 🙂

  2. Mau tanya Pak…

    Misal ada pelamar yg sekarang bekerja di suatu instansi pemerintah, terus dia diterima beasiswa ADS klo dia keluar dari instansi tersebut beasiswanya hangus tidak….?

    Terus klo misalkan dia udah lolos semua seleksi nih, tapi Universitas yg dituju nggak mau nerima (mungkin karena nilainya pas2an misalnya) beasiswanya hangus tidak…?

    Sekian mohon maaf klo kurang berkenan….

    1. 1. Tidak. Tapi ADS tidak disiapkan bagi mereka yang berniat lari dari tanggung jawabnya mengabdi pada negara. Anda tentu tidak berniat demikian.
      2. Kalau pilihan pertama tidak masuk, bisa pilihan kedua. Kalau tidak ada yang memenuhi syarat ya otomatis tidak bisa berangkat dan tidak mungkin juga uang itu dikasih cuma2 atau dipakai untuk sekolah di Indonesia.

  3. Pak Andi, berdasarkan application form tahun 2012 sekarang ini, di halaman 4 disebutkan: “up to four hundred and seventy five (475) ADS scholarships are available for commencement in 2013/2014 including twenty five (25) Australian Leadership Award Scholarships (ALAS)”

    Jadi udah bertambah sekarang dari 400 menajdi 450 jatah ADS.
    Semoga saya menyusul amiin ya Robbal alamiin

  4. Pak Andi, berdasarkan application form tahun 2012 sekarang ini, di halaman 4 disebutkan: ”up to four hundred and seventy five (475) ADS scholarships are available for commencement in 2013/2014 including twenty five (25) Australian Leadership Award Scholarships (ALAS)”

    Jadi udah bertambah sekarang dari 400 menajdi 450 jatah ADS. Semoga saya menyusul amiin ya Robbal alamiin

  5. dear pak Andi,

    setlah gagal ADS, saya sempat merasa ragu “layakkah saya?” (saya bergulat dengan pertanyaan itu setiap hari). Menurut saya boleh sih kalau kita merasa ragu, tetapi lebih baik kita meneruskan pertanyaan itu dengan “Lalu, kalau aku masih belum layak, apa yang harus kulakukan untuk membuat diriku layak?”. … it is not only about dreaming but also about how, then making some plans to achieve it. Setelah mempelajari peta persaingan ADS, saya sadar kalau masih banyak celah dalam kualifikasi saya. Then I ask myself the same question.. “so how then? how to make myself eligible?”. And now, I:m working with my CV (especially publications & seminars) and English (I will have my IELTS test at 4 august after 6 months intensive preparation at DIKTI english course). To be realistic, if I can not meet the ADS deadline, I will try next year. And I also try for DIKTI scholarship.

    to be honest, your blog is an awesome “map of ADS” for me.

    1. Ikutan nimbrung lagi ah … 😀
      Saya baru lulus setelah nyoba yg ke 3. Saya pernah ketemu ibu-ibu yg baru lulus setelah nyoba yg ke-6. Bahkan katanya ada yg setelah ke-10.
      …. Don’t give up … ganbare … 😉

  6. Dear bli Andi,

    mau tanya, saya berminat untuk ikut ADS thn ini, saya tertarik utk melakukan riset (minor theis) tetapi juga ingin ikut courseworknya. Menurut bli, sebaiknya saya pilih yang mana di antara coursework, coursework+research atau research saja? Dari Monevnya ADS di website saya temukan bahwa penerima master by research hanya 2% (sekitar 7-8 orang). Saya kurang tahu, apakah pelamar by research juga dengan jumlah 2% itu atau jauh lebih banyak. Dari pengalaman bli Andi dan teman2 di Ausie, apakah jika apply master by research apakah kemungkinan diterima bisa lebih besar atau bgmn? Mohon info. Tks

    1. Menurut saya [CMIIW], jika mmg punya strong experience di research & sudah punya supervisor yg sudah sangat cocok di ausie, master by research sangat baik.

      Master by Research jauh lebih baik pointnya dibanding by coursework, tapi “jauh lebih sulit”. Master by research bisa minta kuliah [course] bbrp mata kuliah di awal tahun. Jika apply master by research, saat interview ADS pertanyaan akan dominan hanya ttg research proposalnya. Kalau bisa jawab dgn baik, kemungkinan lulus sepertinya jauh lebih besar ketimbang coursework.

      Tapi sekali, lagi hanya jika mmg sudah sangat terbiasa dgn riset & sudah korespondensi secara intens dgn prof di ausie, otherwise bisa jadi bumerang.

      1. Sama-sama Pak Andi …. My Pleasure, Always.

        Saya jg “tergerak” … setelah mdptkn berkah besis ADS 2x, saya terfikir, saya harus memberi manfaat utk org lain seperti Pak Andi [yg sgt luar biasa]. Karena Pak Andi sudah amazingly membuat blog & berbagai tulisan utk “pejuang ADS” lain, jadi saya tidak perlu “re-invent the wheel”. At the very least I can do, is support Pak Andi’s work as much as I can, until one day, I have decided what I can uniquely do for others.

        No, Pak .. the thank is mine … Thank you … You inspired me .. and many others.

  7. Kali ini adalah kali pertama saya mendaftar ADS. Berkat blog Pak Andi ini saya mendapatkan banyak sekali info untuk bisa mempersiapkan berkas dengan baik. Entah diterima atau tidak, saya percaya itu adalah keputusan yang terbaik dari panitia ADS.

    Terima kasih banyak Pak Andi atas sharing ilmu dan pengalamannya selama ini 🙂

  8. pak, untuk pelamar master, rekomendasi itu berpengaruh besar tidak ya? di lembar reference perlu ada stempel institusi, dosen saya ga bisa kasih stempel itu, hanya dekan yang bisa, sementara dosen saya bukan dekan dan dekan bukan dosen pembimbing saya.

    menurut bapak, perlu dilampirkan tidak ya pak reference letter itu?

    terima kasih..

    1. Ingin sedikit menambahkan,
      Di Indonesia surat rekomendasi mungkin tidak terlalu penting [considered], namun setau saya di western countries, surat rekomendasi sangat penting [menentukan]. Sehingga saran saya sama seperti Pak Andi, lampirkan surat rekomendasi tsb, jgn hawatir dgn stempel, di Ausie & banyak negara lain byk yg tdk mengenal sistem stempel … :p

      Sedikit lagi, walau apply master saran saya srt rekomendasinya 2: dosen pembimbing, satu lagi ketua jurusan/dekan [isinya menceritakan kebutuhan jurusan, jika mmg diproyeksikan kedepannya utk menjadi dosen di institusi tsb].

  9. Pak Andi yang baik, need info,

    Sebelumnya saya tidak sengaja menemukan blog bapak, dan kebetulan saya sedang berusaha mendapatkan beasiswa ADS. Saya perlu info, mohon dibantu ya. Saya bingung membedakan PDA (Priority Development Area) dan field of study (PFS). Saya lulusan s1 Politik, dan bekerja di BUMN. yang mau saya tykan, di PFS itu ada subject yg ingin saya ambil yaitu monitoring and development, dan sy mendaftarkan master of policy.
    Akan tetapi pertanyaannya adalah, di PFS itu juga ada Political science and good governance sebagai salah satu kajiannya, sedangkan narrow field dr master of policy adalah political science / lbh luasnya lagi adalah society and culture (based on kampus yang di ADS list). saya takutkan kalau saya memilih monitoring and evaluation di kolom PFS tp bdg studynya adalah master of policy menjadi salah karena seharusnya di PFS-nya saya memilih political science and good governance.
    Kalaupun begitu adakah yang tahu info ttg bidang study apa yang menjadi kajian PFS monitoring and evaluation??
    kemudian saya berencana mengambil univ macquarie untuk memperbesar peluang sy diterima dibanding sy mendaftar di queensland, apakah strategi sy tepat??
    mohon infonya ya Pak Andi, terima kasih sebelumnya. Sukses terus untuk bapak dn keluarga.

    1. Karena bidangnya beda jauh dengan saya, saya tidak bisa memberi pendapat yang jitu soal strategi. Silakan baca tulisan saya terkait di blog ini ya. Jika ada pembaca yg bisa memberi masukan, akan sangat membantu. Thanks

  10. Pak..sy pendtg baru d blog Bapak..sy jg berminat ikut ads..sy br lulus th 2010 pdhl sy kuliah th 2002, krn terhlg biaya jd macet.. 🙂 sy guru sd tp bkn pns..trs surat rekomnya sebaikx dr siapa y Pak? Trma ksh sblumnya..

  11. wah blog ini sangat membantu dan menginspirasi,,terimakasih pak dan terus posting terbaru,,sy sdh test ibt dan nilainy sudah memenuhi ads,,semoga Tuhan membantu langkah saya ke austalia

  12. Yth., sy guru pns d raja ampat. Btw sy prnh k australi studi tour, stlh plg sy pngen lanjut kuliah d sana, tpi ng’ ada biaya, minta tlng gimana mendpt beasiswa,,

  13. Siang Pak Andi..maaf mgk sy termsuk org yg agak lemot jd msh bingung..sy mau tanya..sebenarnya lbh baik yg mana antra courswrk sm resrch..? Trima ksh..

  14. Hy Pak Made Andy, saya ADS awardee thn 2012, jadwal EAP sy mulai juli besok, yg saya mau tanyakan apakah dr peminatan coursework bisa pindah ke research karena teman2 saya yg EAP 6weeks bilang katanya boleh ganti kok tadi sy baca reply dr mas taufik katanya dr cousework tidak boleh ganti ke research. Tp berdasarkan pengalaman dr teman sy yg 6 weekers kok dia bisa ganti dr coursework ke research. Thanks

  15. Pastinya coba hubungi ADS office di Jakarta, namun generally speaking cost coursework dan research berbeda. jadi AusAID canberra harus atur ulang anggaran karena perubahan tsb.

  16. dear pak andi
    saya mau nanya pak kapan dan apa persyaratan untuk mendapatkan beasiswa ADS tersebut, karena saya tidak tau apa2 tentang Beasiswa ADS pak Suksama.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s