Bertahanlah Indonesia!


belanegarari.files.wordpress.com
belanegarari.files.wordpress.com

Bencana menjadi cerita keseharian. Dia tidak lagi menyeramkan seperti ketika aku berlari bertelanjang dada, resah membentur dinding rumah tua saat linuh kecil datang menghampiri di tahun 1980an. Di negeri ini, duka nestapa dan air mata tak lagi sakral, tak lagi berbisa untuk mengundang iba dan belas kasihan. Tangisan seperti suara angin yang mengalir tiada henti. Air mata yang membahasi wajah-wajah polos ataupun berdosa merambat pasti tak ubahnya parit kecil di desa Tegaljadi yang tak pernah berhenti. Dengan apa lagi harus kugambarkan duka ini, karena kata-kata sudah kehilangan ketajaman maknanya.

Kian hari kian kusadari, aku hanyalah satu beban tak berguna di bumi pertiwi. Makhluk kecil yang hanya punya kata-kata dan kadang puisi. Tetapi negeri ini tak butuh itu. Tak butuh puisi dan tak butuh rangkai kata-kata. Kata-kata tak lagi berarti di tengah hidup yang lantak binasa dirundung duka yang susul menyusul. Doapun seperti tak lagi berwibawa untuk mengetuk pintu-pintu Tuhan yang kadang kuragukan keberadaannya. Benarkah ini ujian, atau hukuman atas kesalahan yang tak terampuni? Atau jangan-jangan ini hanya Lila Cita dia yang menyebut dirinya Sang Ada dan kemudian bersuka cita meneguk arak di pelaminan sambil tertawa tak peduli? Aku sedih, aku juga marah luar biasa.

Siapakah sesungguhnya yang membagi peran-peran ini? Siapakah yang sungguhnya yang menetapkan aku harus hidup di sini sementara sebagian lainnya di ’lingkaran api’ di belahan bumi lainnya. Saat ada sebagian yang hidupnya selalu berkelakar dan mulia, mengapa mereka yang meradang, prihatin laku jiwanya senantiasa menuai nestapa? Benarkah ini karma pala?

Indonesia, tak seperti hari-hari lalu, aku tak lagi bisa berdoa untukmu. Senandungku tak lagi ampuh untuk meninabobokanmu agar lelap tertidur. Tak bisa lagi kuharap tangan-tangan perkasa didatangkan dari langit untuk menyelamatkanmu. Aku hanya bisa berpesan, bertahanlah! Bertahanlah hingga kautemukan kekuatan. Kamu harus bangun sendiri, tak bisa berharap dari orang-orang sepertiku yang hanya bersenandung dan berpuisi. Bertahanlah Indonesia! Bertahanlah!

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

5 thoughts on “Bertahanlah Indonesia!”

  1. sebuah tulisan yang mempunyai makna yang dalam…..
    semoga Indonesia bisa bertahan sesuai harapan sampeyan dan harapan kita semua mas andy….

  2. just sharing …:

    pintu-pintu Tuhan tidak pernah tertutup….kita yg menutup pintu kita dari Nya….kita tidak bisa berharap pada langit kalau kita tidak mengambil tangung jawab atas keadaan kita di bumi….hukum-hukum alam adalah ketentuan Nya..makhluk diberi kemampuan untuk memahaminya dan mempelajarinya..

    terdapat keserakahan yg membawa kesengsaraan, dari mereka-mereka yg menghamba kekuasaan, sehingga melemahkan yg lainnya, mengambil hak-hak lainnya, tidak memperdulikan kehidupan lainnya…

    yg terkena bencana mungkin bukan berarti cobaan atau hukuman..tapi akibat ketidakpedulian dan keserakahan yg berkuasa…atau mungkin jg kebodohan kita…bukan mereka…

    salam

    Bertahanlah Indonesia!

  3. inggih…. semoga kita tetap bisa bertahan dalam kondisi ini….

    ngiring bli made sareng-sareng ngastawayang ring Hyang Widhi… mogi2 iraga polih karahayuan sekala lan niskala…

    salam ring blogger bali!!

  4. Bencana, suka, duka merupakan garis Yang Maha Kuasa, tidak ada yg lewat dari kehendakNya. Hanya ketabahan, kesabaran dan keikhlasan menghadapi keadaan dalam suka dan duka.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s