Kolak untuk Buka Puasa

http://www.tabloidbintang.com/

Saya sedang di ruang kerja di kampus Teknik Geodesi UGM sore itu di tahun 2006. Sayup-sayup saya dengar kawan-kawan mahasiswa sedang berkegiatan di luar. Jika tidak salah memahami, mereka sedang melakukan kajian-kajian keagamaan. Kala itu Bulan Ramadhan, para mahasiswa giat mendalami agama sebelum berbuka. Tidak ingin mengganggu mereka, saya tidak keluar ruangan dan masih setia di depan komputer sambil menyelesaikan beberapa hal yang masih tertunda.

Sejurus kemudian saya dengar lantunan adzan. Sesuatu yang sudah lama tidak terdengar karena dua tahun sebelumnya saya meninggalkan Jogja, ke suatu tempat yang tidak ada suara adzan. Lantunan adzan itu mengingatkan saya akan kenangan lama ketika datang ke Jogja pertama kali di tahun 1996 untuk menuntut ilmu di UGM. Suara adzan yang terdengar di setiap tempat di Jogja ketika itu mejadi salah satu penanda saya telah memasuki satu peradaban baru. Teman-teman muslim mungkin tidak merasakan betapa berkesannya suara adzan itu bagi saya. Sesuatu yang asing dengan pesan yang kuat. Pesan universal tentang ajakan untuk menghadap Sang Pencipta, apapun agama yang dipeluk si pendengarnya.

Continue reading “Kolak untuk Buka Puasa”