Menjadi Bintang: Melihat dan Melakukan yang baik

“Mungkin Ayah tidak akan mendapatkan banyak hal dari buku ini. Walaupun sedikit, mungkin ada yang bisa menambah atau sekedar mengingatkan.” Begitu Asti berucap saan memberikan sebuah buku hadiah ulang tahun saya beberapa hari lalu.

Jujur saja, saya lebih sering kecewa saat membaca buku tentang pengembangan diri daripada tercerahkan. Asti mungkin tahu ini. Kali ini, karena hadiah ulang tahun dari orang yang dicintai, saya membacanya dengan sungguh-sungguh. Semangat menghargai membuat saya membaca dengan cepat, hanya dalam waktu sehari. Kebetulan hanya 212 halaman dan itupun hurufnya besar-besar. Singkat kata, buku saya lahap dengan cepat.

Continue reading “Menjadi Bintang: Melihat dan Melakukan yang baik”

Sejarah dengan sentuhan geospasial

Perjalanan saya dengan kereta api Gajayana dari Malang ke Jogja beberapa waktu lalu terasa menyenangkan. Meskipun akhirnya tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta jam 11 malam, perjalanan itu terasa cepat. Pasalnya di sepanjang perjalanan saya membaca buku yang sangat menarik. Malang, telusuri dengan hati, begitu judul buku tersebut. Buku bertebal 200 halaman ini sebenarnya adalah buku tentang sejarah Malang. Berbeda dengan buku sejarah pada umumnya yang dipenuhi huruf berjejal membosankan, buku ini memikat dengan foto dan gambar warna-warni yang memenuhi hampir setiap halaman. Meski demikian, kekuatan deskripsinya nampak jelas dengan keseriusan penelusuran sumber sejarah yang bisa dirasakan.

Continue reading “Sejarah dengan sentuhan geospasial”