Pendaftaran Beasiswa AAS 2019 sudah dibuka!


Jika kamu seorang pejuang beasiswa sesungguhnya, seharusnya judul tulisan ini tidak mengejutkan karena kamu pasti sudah tahu bahwa Beasiswa AAS 2019 memang sudah dibuka sejak 1 Februari 2018 lalu. Jika kamu pengunjung setia madeandi.com ini tetapi bukan untuk urusan beasiswa luar negeri, bisa jadi infromasi ini berisi hal baru. Jika kamu memang tertarik untuk sekolah S2 atau S3 di Australia, silakan lanjutkan membaca tulsian ini. Jika tidak, mungkin bisa beralih ke tulisan lain yang lebih cocok dengan minat/greget sendiri.

Bagi kamu yang sudah menyiapkan diri dengan baik, Beasiswa AAS ini bisa jadi sudah kamu tunggu-tunggu sejak lama. Kini saatnya memantapkan perjuangan itu dan semua syarat serta tips yang sudah dikumpulkan bisa diuji ‘kesaktiannya’. Bagi kamu yang masuk kategori ini, silakan jadikan website resmi http://australiaawardsindonesia.org/ sebagai pedoman utama. Semua hal yang perlu kamu ketahui terkait proses dan administrasi sudah ada di sana. Untuk tips dan inspirasi atau sekedar membenarkan apa yang kamu pikirkan selama ini, silakan baca ratusan tulisan di madeandi.com/aas/ yang sudah saya tulis sejak 2004 silam.

Jika kamu benar-benar awam dengan Beasiswa AAS, sini saya kasih tahu. Pemerintah Australia menyediakan beasiswa untuk orang Indonesia yang memenuhi syarat untuk belajar S2 atau S3 di Australia. Beasiswa ini menanggung biaya sekolah, biaya hidup, biaya penelitian, asuransi dan transportasi. Singkatnya, semua biaya wajar yang dibutuhkan seorang yang menuntut ilmu S2 atau S3 akan dikasih. Beasiswa ini sangat keren. Jika kamu belum tahu, saya adalah alumni beasiswa ini untuk S2 maupun S3. I am a living testimony.

Mulai dari mana? Mulai dari ketertarikan. Jika kamu tertarik maka kamu akan menghabiskan waktu untuk belajar, mencari informasi dan berjuang mewujudkan persyaratan yang diwajibkan. Sebagai contoh, kamu tentu harus tahu bahwa IP minimal yang disyaratkan untuk S2 adalah 2,9 dan TEOFL 525 (bisa juga IELTS 5.5). Untuk S3, IP yang disyaratkan sama tetapi bahasa Inggrismu harus lebih bagus (TOEFL 550 atau IELTS 6.0). Okay, sebenarnya saya tidak perlu menuliskan ini di sini karena semua ini sudah ada di website resminya.

Jadi gini saja. Saya tidak akan tulis terlalu rinci di madeandi.com dan silakan kunjungi website resmi AAS mulai sekarang. Di website resmi ini kamu akan bisa mengetahui bagaimana cara pendaftarannya, jenis dan jumlah penerima beasiswa, persyaratan umum dan khusus, tanggal-tanggal penting proses pendaftaran hingga pengumuman final, target beasiswa, apa saja yang akan kamu dapat jika menerima beasiswa ini, bidang studi yang jadi prioritas beasiswa, dokumen yang diperlukan untuk melamar, proses seleksi dari awal hingga akhir, informasi dalam bentuk video, brosur program yang bisa diunduh, serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan. Informasi ini juga tersedia dalam bentuk CD dan kamu juga bisa mengajukan permintaan CD tersebut secara gratis melalui website resminya.

Khusus di halaman ‘Download‘, kamu bisa mengunduh hal-hal penting seperti brosur, template rekomendasi supervisor, daftar universitas di Australia, daftar penyelenggara IElTS/TOEFL yg diakui oleh AAS.

Adakah hal lain yang tidak ada di website resminya? Rasanya tidak ada. Sekali lagi, kalau soal tips dan trick, boleh lah kamu baca di madeandi.com tetapi jangan mengandalkannya untuk mendapatkan informasi resmi seperti deadline, persyaratan, alamat pengiriman aplikasi dll. Renungkan sebelum bertanya atau membaca madeandi.com apakah  informasi yang kamu perlukan itu ada di website resmi atau di madeandi.com. Kamu tentu bisa menjawab dengan baik.

Berhentilan sejenak. Tenangkan diri dan tarik nafas dalam-dalam. Niatkan dengan kesungguhan. Sadarilah bahwa beasiswa ini diinginkan oleh ribuan orang dan kamu akan memenangkan pertarungan itu jika dan hanya jika kamu berjuang sungguh-sungguh dan lebih dasyat dari yang lain. Jika saya yang tidak cumlaude, bukan lulusan tercepat, tidak punya pengalaman penelitian, dan tidak punya rencana penelitian saat mendaftar, bisa lolos, tentu ada banyak sekali alasan bagi kamu untuk lolos juga.

Pejamkan mata. Rasakan sapaan angin sejuk di Bandara Sydney saat kamu mendarat di sana nanti. Lalu rasakan gairah kota di sepanjang perjalananmu menuju Kensington. Nikmati wibawa Sydney Opera House yang ditingkahi jerit camar nakal mencuri fish and chips yang kamu nikmati sambil membaca sebuah jurnal terbitan tahun 2019. Di suatu sore, kamu akan nikmati suasana hati bukit batu Uluru di padang pasir di pedalaman Australia yang memendarkan warna warni berbeda. Simaklah suara didjeridu yang ditiup dengan gagah oleh seorang Aborigin yang menatapmu dengan tersenyum. Selamat berjuang Kawan!

PS. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu mungkin juga suka buku terbaru saya “Inspirasi 4 Musim

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

22 thoughts on “Pendaftaran Beasiswa AAS 2019 sudah dibuka!”

  1. siang pak made andi,,

    saya mau tanya dimana daftar universitas yg tergabung dalam AAS ini? karena saya tidak tw untuk yang terbaru.

    Thanks

  2. Selamat siang pak Made Andi,

    Saya ingin bertanya terkait Academic Reference, pada panduan terbaru (untuk intake 2019) tidak disebutkan bahwa Academic Reference harus mengikuti template, namun apakah harus tetap menggunakan template yang disediakan pada situs http://australiaawardsindonesia.org/download ? Selain itu, bagian atas dari Academic Reference pada template masih bertuliskan “Referee Report”..
    Selain itu, jika academic referencenya masih menggunakan templete, apakah cara pengisiannya dengan tulis tangan atau diketik ya pak??

    Mohon pencerahannya pak..
    Terima kasih banyak…

      1. apakah akan menjadi masalah pak jika saya mendapat surat tersebut yang menggunakan tulisan tangan lantas saya scan, mengingat perlu adanya tanda tangan supervisor dan stempel dari institusi, sehingga perlu untuk diprint terlebih dahulu. Terimakasih

      2. Apakah stempel institusi itu wajib atau tidak Pak Andi?
        Dalam hal ini, ketika saya meminta surat rekomendasi, saya bertemu dengan dosen di luar kampus.
        Terima kasih sebelumnya.

  3. Dear Pak Andi,

    Mohon maaf repost.
    Terima kasih atas informasi yang Bapak bagikan di website ini. Sangat membantu bagi kami, para pencari beasiswa.

    Jika berkenan, saya mohon saran dari Bapak.
    Begini Pak, saya sudah 3 periode (2015-2017) ini mencoba mendaftar beasiswa AAS. Hasilnya belum sesuai dengan harapan.
    Saya alumni salah satu perguruan tinggi kedinasan. Dulu saya bekerja sebagai auditor di salah satu Lembaga Pemerintah, kemudian saya resign sebagai PNS dan pindah ke swasta.
    Pada tahun 2015, saya mendaftar AAS dengan status sebagai karyawan salah satu perusahaan swasta di bidang peternakan.
    Sedangkan pada tahun 2016 dan 2017, saya mendaftar dengan status sebagai karyawan salah satu perusahaan perikanan.

    Saya melihat banyak teman seangkatan saya dulu, yang masih berkarier sebagai PNS, banyak yg mendapat beasiswa AAS dan juga beasiswa lainnya.
    Mungkin karena PNS dianggap lebih berperan dalam pembangunan nasional daripada karyawan swasta.
    Yang jadi pertanyaan saya, apakah peluang bagi karyawan swasta untuk mendapat beasiswa AAS memang lebih kecil daripada PNS?
    Ini terlepas dari secara personal mungkin saya memang belum layak untuk mendapat beasiswa 🙂

    Saya jadi terpikir, apakah karena perusahaan tempat saya bekerja dulu tidak cukup berperan strategis dalam perekonomian nasional.
    Apakah harus pindah ke BUMN besar yang strategis (BUMN di bidang Pelabuhan misalnya) untuk memperbesar peluang mendapat beasiswa tersebut?

    Awal tahun ini, saya baru saja pindah ke salah satu perusahaan jasa aviation (cargo, simulator, in flight catering, dll)
    Untuk tahun 2018 ini, saya ingin mendaftar beasiswa AAS sekali lagi.
    Saya masih memikirkan cara bagaimana mengkaitkan status saya sebagai karyawan perusahaan aviation dengan prioritas AAS.
    Saya sampai terpikir Plan B, mengubah rencana ke depan saya, menjadi pengajar/dosen entah di kampus saya dulu maupun kampus lain, dengan tujuan untuk memperbesar peluang saya.

    Mohon saran dari Pak Andi.
    Lebih berpeluang mana, mendaftar beasiswa dengan rencana ke depan tetap menjadi pegawai swasta, atau mengubah rencana dengan menjadi dosen?
    Terima kasih atas pencerahannya..

      1. Maaf kepanjangan Pak Andi
        Menurut pandangan Pak Andi, lebih besar mana peluang mendapatkan beasiswa AAS untuk 2 plan berikut:
        1. tetap menjadi pegawai swasta (sekarang saya bekerja di perusahaan aviation)
        2. mengubah haluan menjadi pengajar/dosen
        Terim kasih atas pencerahannya…

  4. Halo Pak Made, terima kasih banyak untuk tulisannya yang sangat bermanfaat. Saya sebenarnya jadi bingung antara requirement yang ditulis di Handbook dengan yang di website kok berbeda ya. Di Handbook ditulis seperti ini:
    i. an Academic IELTS result with an overall score of at least 6.5, with no band less
    than 6.0, or
    ii. a paper-based TOEFL overall score of at least 580, with a minimum of 4.5 in the
    test of written English, or
    iii. an internet-based TOEFL score of at least 92, with a minimum of 21 in all
    subtests, or
    iv. PTE Academic overall score of 58 with no communicative skill score less than 50

    Tapi di website-nya tertulis seperti yang Pak Made sebutkan. Mungkin Pak Made bisa memberikan pencerahan. Terima kasih banyak sebelumnya.

    Salam,

  5. Selamat malam Pak Andi

    Mohon maaf jika mungkin pertanyaan ini sudah sering ditanyakan,
    1. Untuk kelengkapan dokumen ijazah yang di scan itu ijazah asli atau fotokopi legalisir? – saya agak rancu dengan istilah certified copy-
    2. Untuk dokumen pribadi yang harus di translate seperti Akta Lahir, apakah KTP juga perlu di translate?

    Terima kasih

  6. Selamat malam Pak Andi

    Mohon maaf jika mungkin pertanyaan ini sudah sering ditanyakan,
    1. Untuk kelengkapan dokumen ijazah yang di scan itu ijazah asli atau fotokopi legalisir? – saya agak rancu dengan istilah certified copy-
    2. Untuk dokumen pribadi yang harus di translate seperti Akta Lahir, apakah KTP juga perlu di translate?

    Terima kasih

  7. Saya dalam proses mendaftar AAS pak dan saya sangat bersemangat kembali setelah membaca paragraf terakhirnya. Seperti tersihir sampai saya menitikkan air mata membacanya, 🙂 (akan saya simpan di note untuk pengingat dikala semangat down wkwk). Semoga kelak bisa menginspirasi juga seperti Bapak… 🙂

  8. Salam kenal Pak Andi, terimakasih atas tulisan2nya yg mencerahkan 🙂
    Maaf saya ingin bertanya hal yang tidak menjurus langsung ke beasiswa AAS.
    Sebenarnya seberapa peting pengaruh ”pernah mengikuti publikasi ilmiah/belum” terhadap diterimanya lamaran beasiswa kita Pak?

    1. Saya tidak punya angka dan data tapi saya yakin orang yang pernah akan lebih tinggi kans nya dibandingkan yg belum pernah. Meski demikian, ada banyak faktor lain. Sebagai contoh, saya tidak pernah riset/publikasi saat mendaftar ADS 2002
      Silam. Saya diterima.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s