Sepuluh Kesalahan Moderator


Di blog madeandi.com, ada beberapa cerita pengalaman menjadi moderator. Dari pengalaman menjadi moderator, melihat orang menjadi moderator dan juga pengalaman dimoderatori, saya pernah menulis beberapa tips untuk menjadi moderator yang baik. Dari pengalaman itu juga saya mengetahui ada beberapa hal yang kurang tepat dilakukan oleh seorang moderator. Berikut ini sepuluh kesalahan yang harus dihindari.

andisusi

  1. Tidak memperkenalkan pembicara
    Sering kali pembicara yang diundang merupakan orang yang sangat terkenal sehingga bisa diasumsikan semua peserta sudah mengetahui siapa beliau. Moderator kadang memanfaatkan ini dan tidak mengenalkan pembicara secara baik. Hal ini kurang tepat. Bagaimana pun juga, tugas moderator adalah mengenalkan pembicara di awal acara agar terjadi ‘keakraban’.

    Jika memang merasa pembicaranya sudah terkenal, moderator bisa mengatakan “pembicara kita hari ini tentu tidak asing lagi bagi hadirin sekalian karena beliau memang sangat terkenal di berbagai media di Indonesia. Meski demikian, ada beberapa hal yang mungkin menarik untuk kita simak kembali untuk mengingatkan kita betapa hebat kiprah beliau di bidang xyz dan bahwa beliau memang orang yang paling tepat untuk kita dengarkan tentang persoalan abc.” Ini menjadi tantangan tersendiri bagi moderator untuk menemukan hal-hal kecil dan unik tentang pembicara yang mungkin belum banyak diulas di media umum. Perlu penelitian yang serius. Ketika menjadi moderator bagi Prof. Mahfud MD di Sydney, atau Ibu Susi Pudjiastuti di Jogja, saya melakukan riset beberapa hari dan latihan berkali-kali sebelum tampil. Menjadi moderator orang terkenal justru penuh tantangan.

  2. Lupa atau tidak tahu nama pembicara
    Kadang saya melihat moderator tidak fasih mengucapkan nama pembicara. Jika pembicaranya berasal dari negara lain atau daerah lain yang memang sulit diucapkan oleh lidah moderator, ini bisa dimaklumi meskipun tetap tidak bisa dibenarkan. Untuk menjadi moderator seseorang, Anda harus melakukan riset yang serius, termasuk cara melafalkan nama pembicara dengan tepat.

    Hal yang umum terjadi adalah ketika moderator hanya menghafalkan penggal tertentu dari nama pembicara dan lalu lupa atau salah mengucapkan penggal nama lainnya. Ada moderator di sebuah institusi yang memperkenalkan saya dengan mengatakan “kita sambut Pak I Made…” lalu dia bingung mencari-cari kertas contekannya yang berserakan di depannya. Waktu berjalan beberapa detik dia tidak bisa menemukan catatannya sehingga terjadi jeda yang sangat tidak nyaman. Ketika dia temukan catatan itu, dia pun salah ucap ketika menyampaikan nama belakang saya. Hadirin tertawa karena mereka tahu moderator melakukan kesalahan. Hal seperti ini sebaiknya tidak terjadi. Jika ada satu hal saja yang harus dipelajari dan dikuasai seorang moderator, hal itu adalah nama pembicara.

  3. Menjadi pembicara tambahan
    Moderator pemula sering kali khawatir dianggap tidak pintar dan tidak menguasai materi atau tema seminar/forum yang dimoderatorinya. Sebagai bentuk ‘pembuktiannya’, moderator biasanya mengulas secara panjang lebar tema seminar atau mengulas secara jauh materi yang disampaikan pembicara. Biasanya, moderator seperti ini akan mendominasi pemanfaatan waktu. Dia akan ngomong banyak di depan, di tengah dan setelah pembicara dengan satu tujuan: biar kelihatan paham dan menguasai.

    Menariknya, sering kali moderator semacam ini terdengar seperti pembicara tambahan, bukan orang yang bertugas untuk memantik diskusi atau mengarahkan jalannnya forum. Yang cilaka, ulasannya kadang salah dan membuat makna materi justeru menjadi kabur atau bahkan berubah dan salah. Moderator seperti ini lupa bahwa tugasnya kadang justeru untuk mewakili keawaman peserta forum sehingga harus lebih banyak bertanya atau mengkonfirmasi, bukan mengulas, apalagi menghadirkan informasi dan teori baru.

  4. Selalu mengulang pertanyaan
    Saking inginnya berperan, moderator kadang mengambil porsi terlalu banyak dalam proses tanya jawab dengan mengulang seluruh pertanyaan. Hal ini tentu tidak selalu salah, terutama ketika pembicara memang tidak membawa catatan dan pertanyaannya cukup banyak. Kadang pembicara perlu diingatkan pertanyaan dari peserta sebelum dia bisa menjawab. Meski demikian, kebanyakan pembicara juga telah siap dengan catatan atau memiliki kemampuan mengingat yang baik akan pertanyaan peserta. Jika demikian, mengulang pertanyaan peserta hanya akan menghabiskan waktu.

    Sebagai jalan tengah, moderator bisa bertanya kepada pembicara terlebih dahulu, misalnya dengan mengatakan “baik, ada tiga pertanyaan Pak/Bu. Apakah perlu saya ulang atau Bapak/Ibu telah merekam dengan baik?” Atau bisa juga menyampaikan secara singkat pertanyaan itu dengan menyampakkan kata kunci seperti “ada tiga pertanyan tentang, metode, kendala dan perihal pembiayaan. Mari kita simak tanggapan dari Bapak/Ibu X” Dengan cara ini, waktu yang dihabiskan oleh moderator akan sangat singkat.

  5. Tidak adil kepada pembicara
    Dalam forum yang pembicaranya lebih dari satu orang, kadang tingkat keterkenalan mereka berbeda. Moderator seringkali terjebak dengan arus atau kecenderungan masyarakat untuk lebih memperhatikan salah satu pembicara karena lebih terkenal/populer. Hal ini memang sulit dihindari tetapi sebaiknya moderator berusaha nampak adil. Tantangan justru untuk menemukan hal yang baik/menarik/unik dan keren tentang pembicara yang tadinya dianggap kurang terkenal. Setidaknya durasi memperkenalkan masing-masing pembicara harus sama atau mirip dengan komponen perkenalaan (missal: nama, kelahiran, pekerjaan, kiprah yang keren atau prestasi, opini tentang suatu perkara, dll) yang juga sama. Perkenalan masing-masing pembicara harus menggunakan template yang sama.

    Ketidakadilan juga terjadi saat tanya jawab. Umum terjadi bahwa pertanyaan hanya ditujukan kepada pembicara tertentu da nada bahkan pembicara yang tidak mendapat pertanyaan sama sekali. Tugas moderator adalah menciptakan keadilan di panggung dan menyelamatkan ‘muka’ pembicara yang tidak mendapatkan pertanyaan. Misalnya moderator bisa mengatakan “saya rasa penjelasan Bapak X tadi memang sangat gamblang sehingga peserta rupanya sudah paham. Tapi saya masih penasaran soal ‘abc’ Pak. Tadi bapak menyapaikan ‘blah blah blah’. Nah itu kaitannya dengan ‘pqr’ apa ya Pak? Mohon pencerahan dari Bapak!” Masing-masing pembicara harus diposisikan sebagai bintang dan pahlawan di atas pentas.

  6. Memotong tiba-tiba tanpa peringatan
    Moderator harus memastikan penggunaan waktu sesuai dengan jadwal. Jika pembicaranya berlama-lama, moderator harus berani memotong. Meski demikian ada cara yang baik untuk memotong sehingga pembicara tidak tersinggung.

    Agar ketersinggungan bisa terhindarkan moderator harus memberitahu di awal, saat belum mulai acara dan saat biara santai, bahwa nanti moderator mungkin akan mengingatkan dan terpaksa memotong. Moderator perlu mengatakan ini dan bahkan minta maaf sebelum hal itu terjadi. Yang kedua, tatacara dan aturan ini dikemukan di awal moderasi di forum resmi agar semua orang paham. Katakan juga bahwa nanti mungkin moderator akan memotong pembicara jika diperlukan dan untuk itu moderator mohon maaf di depan. Langkah selanjutnya adalah memberi peringatan lima menit atau dua menit sebelum waktu benar-benar habis sehingga pembicara masih punya waktu untuk mempercepat atau mengubah strategi presentasinya. Hindari memotong langsung dan menghentikan tanpa peringatan.

  7. Menyimpulkan kepanjangan
    Lagi-lagi, moderator kadang merasa harus jadi orang yang pintar dan paham soal materi yang dibawakan pembicara. Pada saat selesai, ketika sebenarnya peserta seminar sudah mulai bosan dan gelisah serta pembicara juga sudah mau pulang, moderator yang kurang peka akan menyimpulkan berlama-lama. Dia akan ulas panjang lebar, padahal itu tidak perlu dan mungkin tidak didengarkan juga. Hal ini sebaiknya dihindari karena itu akan mendatangkan umpatan dan kutukan dalam hati dari para peserta. Jalan keluarnya adalah menutup singkat. Katakan bahwa tidak perlu menyimpulkan karena semua hal direkam dengan baik oleh notulen dan juga acaranya direkam (jika memang direkam) dan tutup dengan terima kasih atau pujian. Bisa juga menutup dengan satu kalimat singkat, kutipan dari jargon atau pepatah yang menggambarkan kepiawaian pembicara atau betapa pentingnya seminar ini. Selesai perkara.
  8. Sungkan memotong pembicaraan sehingga molor
    Meskipun memotong pembicaraan pembicara bisa terkesan tidak sopan, sungkat memotong saat harusnya memotong juga berbahaya. Ini bisa menimbulkan masalah baru karena menjadi tidak adil bagi pembicara lainnya dan membuat jadwalnya jadi berantakan. Seorang moderator harus berani memotong pembicara dengan cara yang baik. Maka dari itu, moderator harus berakrab-akrab dengan pembicara sebelum acara dimulai.

    Memotong atau mengingatkan perlu dilakukan dengan sopan, misalnya menunjukkan kertas berisi pesan “5 menit lagi”. Saya biasanya membawa laptop saat jadi moderator sehingga bisa menulis angka 5’ dengan font besar lalu saya tunjukkan ke pembiacara. Saat menjadi moderator Ibu Susi, saya juga lakukan ini dan beliau memahami dengan baik.

  9. Membiarkan forum berlalu tanpa pertanyaan.
    Dalam situasi tertentu, peserta tidak mau atau sungkan bertanya dan akibatnya sesi tanya jawab jadi sepi. Moderator yang kurang kreatif akan membiarkan waktu berlalu dengan kesepian yang terasa aneh. Ini harus diselamatkan. Moderator harus menyiapkan pertanyaan untuk masing-masing pembicara, misalnya dengan mengatakan “baiklah, artinya saya bisa mengajukan pertanyaan yang sudah saya siapkan kepada pembicara”. Ingat pertanyaan itu tanda perhatian, maka moderator harus menyimak dengan baik.
  10. Mengabaikan pembicara dan asyik main gadget sendiri
    Saat ini, sulit menenemukan orang duduk nganggur. Mereka umumnya bermain dengan HP atau tablet masing-masing. Menariknya, ini juga terjadi pada moderator. Setelah memperkenalkan pembicara, mereka tenggelam di HP atau tablet masing-masing dan terkesan mengabaikan pembicara. Ada kesan bahwa moderator tidak tertarik pada materi dan ini berbahaya jika nanti harus memandu tanya jawab, terutama ketika tidak ada orang yang bertanya maka moderator tidak bisa mengajukan pertanyaan yang baik. Hal ini harus dihindari dan moderator harus memperhatikan dengan seksama. Bila perlu catat poin-poin penting yang dibicarakan sehingga nanti lebih mudah menyimpulkan atau memandu tanya jawab. Singkatnya, moderator harus nampak antusias. Gunakan mimik, gerakan alis, air muka, senyum, anggukan kepala dan lain-lain saat menyimak untuk menunjukkan keterterikan atau antusiasme.

Punya tips, pertanyaan, tambahan atau sanggahan? Silakan tulis di komentar di bawah 🙂

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

3 thoughts on “Sepuluh Kesalahan Moderator”

  1. Setuju Pak Dosen Keren. Kadang yang agak menggelikan ketika moderatornya yang malah terlalu terpesona atau tenggelam dengan materi presentasi sehingga ketika sesi tanya jawab malah moderatornya yang asyik mendominasi diskusi dengan pemateri 🙂

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s