Memancarkan energi positif


Presentasi di Belanda - 2013
Presentasi di Belanda – 2013

Saya sudah mengajar agak lama. Setiap kali mengajar saya merasakan pengalaman berbeda meskipun membawakan materi yang sama dengan kesiapan yang sama juga. Ternyata perbedaan kualitas penampilan saya sangat dipengaruhi oleh situasi peserta kuliah yang menyimak. Dari sekian pengalaman, saya percaya bahwa energi saya sesungguhnya tidak hanya berasal dari persiapan dan penguasaan materi yang prima tetapi juga dari respon mahasiswa.

Saya dengan mudah bisa tahu jika mahasiswa saya antusias dan antusias ini memancarkan energi positif yang luar biasa besarnya. Energi ini membuat saya menjadi semakin baik. Pancaran energi positif itu menguatkan dan membuat saya menampilkan hal terbaik dari diri saya. Waktu mengajar jadi terasa singkat jika hal ini terjadi. Dua jam berlalu dengan cepat dan tiba-tiba kelas harus berakhir.

Di kesempatan lain saya bisa merasakan jika ada satu atau dua mahasiswa yang sengaja ataupun tidak memancarkan energi negatif saat di kelas. Percayalah, saya tidak pernah masuk kelas dengan satu niat buruk. Saya tidak pernah masuk kelas dengan satu niat untuk membuat mahasiswa jadi tidak suka sama saya. Saya tidak pernah masuk kelas dengan niat mempermalukan atau membuat satu atau dua mahasiswa marah atau tidak nyaman. Namun hal ini kadang terjadi, entah apa pasalnya. Mahasiswa seperti ini biasanya memasang tampang tidak tertarik atau wajah tidak senang. Percayalah, itu sangat amat mengganggu niat baik dan konsentrasi.

Ada gangguan akibat energi negatif ini karena saya amat peduli. Saya tidak bisa mengabaikan hal-hal seperti itu terjadi begitu saja dan terlupakan. Saya tidak mau jadi dosen ala kadarnya yang tidak peduli dengan ketidakberesan yang terjadi di kelas saya, terutama jika ada satu atau dua mahasiswa yang tidak menunjukkan rasa bahagia ketika saya ajar. Saya peduli karena saya berusaha keras untuk tampil baik. Kalian mungkin tidak percaya bahwa untuk mengajarpun saya kadang harus latihan agar meyakinkan. Untungnya, selama saya mengajar, yang demikian tergolong sangat amat minoritas. Jika saja ini pemilu, yang demikian pasti tidak pernah menang di kelas saya. Sayangnya ini bukan pemilu dan saya memang tidak mau hanya peduli kepada kaum mayoritas.

Kepada yang sengaja ataupun tidak memberi energi negatif saat ada dosen mengajar, saya ingin berpesan secara khusus. Pesan ini tanda cinta karena saya peduli pada mahasiswa. Pertama, maafkan dan maklumi karena tidak semua dosen bisa menyampaikan materi dengan menarik. Jika itu terjadi pada saya, silakan datang ke ruangan saya setelah kuliah dan kita bicara dari hati ke hati. Saya berjanji akan memperbaiki diri jika kalian menyampaikan dengan argumentasi yang tepat. Kedua, jika itu terjadi karena kalian yang sedang memiliki masalah pribadi, kendalikanlah diri dan sadari bahwa energi negatif yang kalian pancarkan itu merusak semuanya. Itu merusak saya, merusak kelas dan terutama merusak proses pembelajaran yang membuat semua orang rugi.

Sadari satu hal bahwa dosen sangat membutuhkan energi positif kalian. Jika merasa senang dengan kuliah seorang dosen, tunjukkan ketertarikan secara ekspresif karena bagi saya itu penghargaan yang tak ternilai harganya. Bukan gila hormat atau apresiasi tetapi itu menjadi sumber energi positif yang akan menyelamatkan kita semua. Ingat, penampilan saya memerlukan energi yang besar dan itu berasal dari wajah-wajah kalian. Mari kita bekerja sama. Seperti saya yang tidak lupa memuji kalian jika melakukan kebaikan kecil, maka dukung saya dengan air muka atau sorot mata bahagia saat saya melakukan hal yang benar dan baik untuk kalian. Saya tidak hanya sedang membicarakan perkuliahan. Saya sedang membicarakan pendikan yang kita percaya merupakan katrol peradaban.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

10 thoughts on “Memancarkan energi positif”

  1. pak klo justru sebaliknya, dosen itu yg memantik mahasiswany utk bernegatif?krna sy mnemui dosen yg, sbtulnya mata kulyahnya menarik sx utk disimak, namun srgkali si dosen spti enggan memahami mahasiswanya. misalnya: ktka ada yg brtanya, dbilang prtanyaanny mngada2&dbuat utk mnjatuhkn kawan. tp ktka tdk ada yg brtnya, mlh spti mutung “mngancam” kls dibubarkn. kami skelas jd bgung stiap kali mnghadapi dosen satu ini.ada saran pak andi?

  2. Betul sekali pak kegiatan belajar mengajar itu merupakan kegiatan kerjasama yang tidak jauh berbeda dengan gotong royong membangun jembatan. Satu memberikan energi negatif dengan banyak mengeluh akan tertular kepada yang yang lain. Dan it sangat cepat.
    Lalu bagaimana kita sebagai presenter mengakali dengan cerdas pak?

  3. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Saya guru lulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan mengajar di sebuah SMK di Metro,Lampung. Saat itu saya katakan kepada para siswa saya, bahwa jika saya ikhlas menyampaikan ilmu dengan persiapan dan metode terbaik, maka mereka semestinya ikhlas terlibat dalam proses belajar itu, karena semua demi mereka sendiri. Walaupun emosi labil beberapa siswa tersebut tidak terlalu menganggu kualitas mengajar saya, namun saya katakan juga dengan bercanda bahwa jika sedang ada masalah, tidak perlu menunjukkan/menularkannya dengan yang lain, karena itu sangat merugikan, dan bisa saja nantinya termasuk “kejahatan ringan” karena termasuk “perbuatan tidak menyenangkan.” 🙂 And, it works!

  4. Saya juga pernah mengalami hal yang sama. Saya guru lulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan mengajar di sebuah SMK di Metro,Lampung. Saat itu saya katakan kepada para siswa saya, bahwa jika saya ikhlas menyampaikan ilmu dengan persiapan dan metode terbaik, maka mereka semestinya ikhlas terlibat dalam proses belajar itu, karena semua demi mereka sendiri. Walaupun emosi labil beberapa siswa tersebut tidak terlalu menganggu kualitas mengajar saya, namun saya katakan juga dengan bercanda bahwa jika sedang ada masalah, tidak perlu menunjukkan/menularkannya dengan yang lain, karena itu sangat merugikan, dan bisa saja nantinya termasuk “kejahatan ringan” karena termasuk “perbuatan tidak menyenangkan.” 🙂 And, it works!

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s