Ember kosong


http://farm8.staticflickr.com/7386/8987835795_824d2bf147.jpg

Ember hitam kosong di depan saya sedang dikucuri air. Karena ingin agar embernya cepat penuh, saya buka keran air dengan maksimal. Akibatnya, kucuran air dari keran begitu deras menghujam dasar ember plastik yang kosong. Airnya menghambur keluar, sesaat setelah menghujam dasar ember yang kosong. Akibatnya, air itu muncrat mengenai saya. Dari kucuran air keran yang deras itu, sebagian besar air menghambur ke luar ember dan hanya sebagian kecil yang bertahan di dalam ember. Setidaknya ada dua kerugian. Pertama, kebanyakan air terbuang percuma karena justru tumpah di luar ember dan kedua, air itu membasahi pakaian saya yang berdiri tidak jauh dari ember kosong itu.

Setelah agak lama, cipratan air itu mulai berkurang seiring bertambahnya volume air yang mengisi ember yang tadinya kosong. Semakin banyak isi ember itu, semakin sedikit air yang terpercik/muncrat ke luar ember. Rupanya pertambahan air pada ember itu berhasil membuat air yang mengucur dari kran tidak muncrat ke luar karena kucuran air tidak menghantam dasar ember yang kosong seperti tadi.

Saya mengambil satu pelajaran. Jika hendak mengisi ember kosong dengan air, sebaiknya diisi pelan-pelan. Kerannya tidak perlu dibuka penuh sehingga kucuran airnya tidak begitu deras sehingga tidak ada air yang terbuang ke luar ember ketika menghujam dasar ember yang kosong. Mungkin lebih baik jika kerannya dibuka pelan-pelan, mulai dari kecil sehingga kucuran air yang kecil itu benar-benar mengisi dasar ember tanpa ada yang terbuang percuma. Setelah dasar ember terisi air dengan kedalaman tertentu, keran bisa dibuka lebih besar dan kini air bisa mengucur deras tanpa terbuang karena dasar ember kini tidak lagi kosong. Ternyata mengisi ember kosong itu memang tidak mudah. Ambisi untuk mengisi ember kosong dengan cepat justru akan membuat banyak air terbuang percuma. Yang lebih penting, cipratan air itu bisa membahasi pakaian sang pengisi air itu.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

8 thoughts on “Ember kosong”

  1. Jadi termotipasi cara blajar yg baik hrs pelan” kayax mengisi air dlm ember. Thank you so much baapak Andi.

    Terkirim dari tablet Samsunga madeandi’s life menulis:

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s