Saya penah dihubungi seseorang dari Jakarta. Beliau memerlukan bantuan karena putranya akan bersekolah di Wollongong. Seperti biasa, sayapun membantu sebisanya dengan informasi yang saya punya. Yang cukup mengejutkan adalah ketika beliau tiba di Wollongong. Sepertinya hafal dengan semua jalan dan lingkungan, padahal baru pertama kali ke Wollongong. Ketika saya tanya, ternyata beliau sudah melakukan kunjungan virtual dengan Google Maps sebelum kunjungan sebenarnya. Saya menyebut orang-orang seperti ini sebagai “pengembara geospasial”, mereka yang melakukan perjalanan dengan persiapan geospasial yang matang. Peta adalah andalan mereka.