
Sejak beberapa tahun terakhir Bapak saya giat bercocok tanam, berkebun berbagai jenis tanaman di Desa Tegaljadi. Yang paling umum adalah buah-buahan dan sayuran. Kami memiliki cukup banyak pisang, pepaya, pare, ketela, keladi, labu siam, dan lain-lain. Bapak memelihara semua tanaman itu di sebuah lahan yang peruntukan utamanya sejatinya bukan untuk itu. Dengan kata lain, semua produksi itu adalah sambilan saja. Menariknya, produksinya berlimpah dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Alhasil, banyak yang diberikan secara cuma-cuma kepada tetangga. Ada kepuasan tersendiri melakukan semua itu.
Continue reading “Kebanggan kita adalah manusia, bukan alam”