Lelaki Misterius di Pinggir Kolam Renang


Sore tadi kami berenang sekeluarga. Ada Asti, Lita dan Ibu saya yang baru belajar berenang untuk terapi. Ketika kami tiba, ada beberapa orang yang berenang namun satu per satu meninggalkan lokasi. Tak lama kemudian petugas mematikan mesin sehingga kolam renang menjadi tenang tanpa suara gemuruh, tanpa ada aliran air yang menyembur seperti sebelumnya. Suasana tenang, dan tiba-tiba saya baru sadar kalau hanya kami berempat yang menikmati kolam renang itu. Seorang perempuan yang duduk di suatu pojok tadi juga raib entah ke mana.

Kolam renang itu berada di sebuah apartemen di bilangan Seturan,Jogja. Apartemen ini baru beroperasi dan masih nampak bahan dan alat pembangunan di beberapa titik. Ada perasaan tenang, atau sunyi lebih tepatnya. Gerakan kaki dan tangan kami menghasilkan suara gemericik air yang seperti ‘mengganggu’ ketenangan sore. Tiba-tiba saya teringat dengan pengumuman di pinggir kolam “Do not swim after operational hours”. Apakah jam operasi sudah usai? Apakah ini berarti kami harus segera menyudahi aktivitas renang kami?

“I see something unusual, Lita” saya bicara pada Lita untuk sekedar menciptakan suasana santai. “What is it, Yah?” tanya Lita. “The information is only available in English. Why do you think?” Lita diam, seperti tidak punya jawaban. Saya memang terheran-heran dari tadi karena pengumuman di pinggir kolam tertulis hanya dalam Bahasa Inggris, seakan-akan kolam renang ini hanya untuk para bule penutur Bahasa Inggris. Entahlah.

Saat saya berpikir, tiba-tiba Lita berenang mendekati saya. “What is the man doing there, Ayah?” katanya setengah berbisik di telinga saya. Spontan saya melihat ke arah yang dilihat Lita. Saya tidak meliht siapapun. “What do you mean? What man?” tanya saya penasaran karena tidak menemukan siapapun. “That man, standing still over there” kata Lita masih berbisik. Saya mencoba mencari-cari tetapi tidak melihat siapapun. “Which man do you mean, Lita. I don’t see anyone”. “He is standing just next to the pool, Ayah. Don’t you see?” Lita mencoba menegaskan tetapi masih dengan berbisik sambil bergelayut di leher saya. Dia seperti ketakutan dan rasa itu pelan-pelan menjalar ke tubuh saya. Entah apa pasalnya, ada desir perasaan yang tidak biasa. Senja yang mulai redup tiba-tiba seperti membawa nuansa ketakutan. Gemeletuk gigi Lita yang mulai kedinginan menguatkan suasana mistis yang sepertinya mulai hadir dengan lebih tegas.

“Lita, don’t play around. I don’t see anyone!” saya mulai lebih tegas karena benar-benar tidak bisa melihat apapun dan siapapun. “Come on Ayah, he is still there, standing by the pool. Don’t you see?” Lita tak kalah tegas tetapi tetap berbisik seakan tidak ingin didengar siapapun kecuali saya. Dia masih memeluk leher saya. Kini lebih erat. Saya sendiri mulai dilanda kepanikan. Saya lihat Asti dan Ibu saya di pojok kolam yang agak jauh, seperti tidak peduli apapun. Nampak mereka bercengkrama, entah apa yang dipercakapkan. Setidaknya, mereka tidak merasakan ketakutan kami. Pastilah mereka juga tidak bisa melihat apa yang Lita lihat. Sementara itu Lita memeluk leher saya kian erat.

“Ayah..” kata Lita berbisik. “Yes” jawab saya dengan ragu. “Do you want me to make see the man?” katanya dengan lirih dan intonasi datar seperti tanpa emosi. Kalimat lirih itu menyelinap ke telinga saya dan membangkitkan perasaan aneh yang sulit dijelaskan. Jantung saya berdegup kencang dan entah kenapa saya tidak berani menatap wajah Lita. Hanya hembusan nafasnya saja yang menerpa telinga saya. “Lita, please. What do you mean?” tanya saja lebih tegas antara tidak ingin dia main-main dan rasa takut yang kian menguat. “I can make you see the man, if you allow me” katanya lagi. Masih dengan nada pelan dan intonasi yang datar tanpa emosi.

Tanpa saya setujui, tiba-tiba secara pelan Lita menggerakkan tangannya menutup mata saya sambil berkata pelan “close your eyes , Ayah” Dengan perasaan bingung saya mengikutinya dan samar-sama saya lihat dunia seperti tertutup tirai begitu kelopak mata saya menutup. Perasaan campur aduk dan jantung berdetak jauh lebih cepat dari sebelumnya. Saya tidak sabar melihat apa yang dilihat Lita, sekaligus muncul ketakutan yang teramat sangat. Rasa khawatir tak bisa saya jinakkan. “Now open your eyes slowly” saya dengar Lita memberi instruksi, masih dengan nada pelan tanpa emosi. Pelan-pelan saya buka mata dan pandangan kabur perlahan-lahan jelas. Belum sempat saya menyadari apa yang terjadi, Lita berucap lirih “happy april fools day, Ayah” dengan nada penuh kemenangan.

PS. Komentarlah dengan bijaksana, sisakan sensasinya untuk pembaca berikutnya 🙂

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

4 thoughts on “Lelaki Misterius di Pinggir Kolam Renang”

  1. Hahaha..alur yang luar biasa, saya bener-bener kebawa perasaan and the end berasa kayak ketipu abiss..thanks for sharing your lovely moment with family Bli 🙂

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s