Tujuh Rahasia Lamaran Beasiswa yang Layak Diterima


Jika Anda sedang menyiapkan lamaran beasiswa luar negeri untuk sekolah S1, S2 atau S3, atau untuk tujuan studi lainnya, Anda perlu pertimbangkan tujuh rahasia ini.

  1. Pemahaman yang baik
    Anda wajib paham secara rinci beasiswa yang sedang Anda lamar. Membaca dengan serius dan hati-hati buku panduan atau website resminya adalah keharusan. Mengetahui informasi beasiswa dari forum, diskusi di sosial media, info blog penerima beasiswa sebelumnya atau seminar beasiswa tentu saja bagus dan penting tetapi semua itu tidak akan bisa menggantikan semua informasi dari sumber utamanya yaitu buku panduan dan website resmi.Setiap beasiswa ada website resminya dan biasanya ada buku panduan khusus. Sempatkan membaca semuanya dan relakan diri untuk bersabar menyimak informasi secara rinci. Memang mudah sekali bagi kita untuk mengambil jalan pintas dengan hanya membaca tips dan trick singkat meraih beasiswa tetapi membaca sumber resmi secara utuh dan komprehensif akan membangun fondasi yang kuat. Tips saya untuk anak-anak muda yang masih punya banyak waktu, mulai pelajari beasiswa tersebut empat atau lima tahun sebelum saatnya mendaftar nanti.
  2. Dokumen yang lengkap
    Hal paling sederhana yang wajib dilakukan oleh pendaftar beasiswa adalah melengkapi semua dokumen yang disyaratkan. Banyak yang bertanya pada saya “saya belum punya hasil tes TOEFL/IELTS, apakah saya masih bisa mendaftar?” atau “sejauh mana kelengkapan dokumen itu menentukan?” atau “apakah jika ada dokumen kurang, otomatis akan digugurkan?” Terus terang saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan tingkat kepastian 100 persen tetapi akal sehat kita bisa membantu menjawabnyaKita sedang bersaing dengan ribuan orang. Mungkin Anda hebat tetapi lamaran Anda bahkan mungkin tidak dibaca karena tidak memuhi syarat administratif. Jika saja tim seleksi sempat membaca lamaran Anda yang cemerlang, mungkin saja mereka tidak mempersoalkan adanya satu atau dua dokumen yang tidak lengkap. Masalahnya, jika lamarannya ribuan jumlahnya, maka lamaran Anda bahkan tidak sempat terbaca oleh tim seleksi karena sudah tereleminasi pada tahap administratif sebelumnya. Bayangkan, jika lamarannya berjumlah ribuan maka seleksi tahap awal bisa saja sangat sederhana dan dilakukan dengan mekanisme yang sangat administratif. Begitu ada syarat yang kurang, maka lamarannya masuk tong sampah. Ini sangat mungkin.
  3. Rekomendasi yang meyakinkan
    Pada saat meminta rekomendasi dari seorang dosen atau atasan, Anda tentu harus membayangkan bahwa semua pelamar akan bermodalkan rekomendasi dari dosen atau atasannya. Jika Anda baca rekomendasi dari dosen atau atasan Anda, tentu tidak sulit untuk menilai apakah rekomendasi itu istimewa atau tidak. Jika rekomendasi itu hanya berisi “saya mengenal baik orang ini dan dia adalah kandidat yang tepat untuk beasiswa ini”, tentu kita juga tahu bahwa semua rekomendasi akan mengatakan hal yang sama. Rekomendasi yang meyakinkan bukanlah rekomendasi yang hanya menyanjung-nyanjung Anda dengan bahasa yang generik dan berbunga-bunga. Kalau hanya mengatakan “dia pintar”, “dia kreatif”, “dia bertanggung jawab”, tentu semua orang bisa mengatakan itu dan semua orang bisa mendapat predikat itu. Yang perlu disajikan tentu lebih dari itu.Rekomendasi yang baik haruslah bersifat personal. Dengan membaca rekomendasi itu, pembaca bisa tahu bahwa benar-benar terjadi hubungan personal yang erat dan intim antara pemberi rekomendasi dengan yang diberi rekomendasi. Oleh karena itu, sebuah rekomendasi harus juga menyajikan banyak kejadian kecil yang berkesan bagi pemberi rekomendasi dan secara tidak langsung akan menegaskan bahwa yang diberi rekomendasi memang memiliki kareakter baik seperti pintar, rajin, kreatif, bertanggung jawab dan sebagainya. Artinya, untuk menunjukkan bahwa Anda memang baik, pemberi rekomendasi tidak harus mengatakannya secara eksplisit tetapi menunjukkannya dengan contoh nyata. Show, don’t tell!
  4. Tidak mepet deadline
    Ini masalah hampir semua orang: mepet deadline. Sedapat mungkin ini harus dihindari. Jika Anda sudah menyiapkan aplikasi sebuah beasiswa empat atau lima tahun sebelumnya, tentu saja penyerahan berkas pendaftaran tidak akan mepet dengan deadline. Sebagai contoh, Anda harus sudah tahu bahwa Beasiswa Australia (AAS/AAI) selalu dibuka tanggal 1 Februari setiap tahun dan deadline pengumpulan berkasnya adalah akhir April di tahun yang sama. Apakah Anda punya waktu tiga bulan untuk bersiap-siap? TIDAK! Anda punya waktu bertahun-tahun untuk bersiap-siap. Tentu saja bertahun-tahun karena Anda sudah tahu persyaratan dan deadlinenya lima tahun lalu.Sebagai contoh, sertifikat TOEFL bisa berlaku selama dua tahun jadi Anda bisa bersiap-siap dua tahun sebelumnya sebelum melamar. CV merupakan sesuatu yang harus sudah siap selalu mutakhir setiap saat sehingga Anda tidak perlu membuat CV baru saat harus melamar sebuah beasiswa. Jawaban atas formulir pendaftaran beasiswa juga bisa disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Anda bahkan bisa melihat formulir beasiswa itu untuk periode dua atau tiga tahun lalu. Coba cermati formulir itu dan siapkan jawaban atas pertanyaan yang ada. Ingat, formulir beasiswa tahun ini tidak akan terlalu jauh berbeda dengan formulir beasiswa tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, memang perlu diperhatikan dengan cermat agar perubahan kecil yang terjadi pada formulir beasiswa bisa direspon dengan baik.

    Dengan segala persiapan yang matang, Anda tentu bisa menyelesaikan berkas aplikasi sebulan sebelum deadline. Sebulan itu bisa digunakan untuk melakukan pengecekan aplikasi final sebelum akhirnya dikirimkan. Sebaiknya masukkan lamaran seminggu sebelumnya, terutama jika aplikasinya secara online. Pengiriman aplikasi yang mepet deadline bisa berisiko tinggi terhadap gangguan teknis. Bayangkan kalau ada 4000 orang yang online pada saat yang sama untuk memasukkan aplikasi. Jadi, jangan mepet.

  5. Dukungan rekam jejak yang kuat
    Setiap lamaran beasiswa mewajibkan penyerahan CV seorang calon. CV inilah yang merupakan rekaman atas jejak dan karakter seorang calon. Coba direnungkan jika Anda akan melamar sebuah beasiswa luar negeri. Anda tentu bisa membayangkan bahwa calon lain akan berlomba-lomba menunjukkan kesaktiannya melalui CV mereka. Dengan membaca CV Anda sendiri dan membayangkan CV calon lain, Anda mungkin sudah bisa menduga-duga apakah CV Anda telah menceritakan rekam jejak yang kuat.Bagi mereka yang masih muda, CV yang menarik di masa depan sangatlah perlu dan sebenarnya bisa direncanakan. Jika Anda adalah mahasiswa S1 semester pertama maka Anda bisa mulai melihat persyaratan beasiswa luar negeri mulai sekarang. Dengan memahami persyaratan beasiswa luar negeri itu, Anda bisa merencanakan CV Anda empat atau lima tahun ke depan. Agar CV Anda di masa depan bisa bagus maka Anda harus melakukan banyak hal di masa kini agar CV Anda nanti menunjukkan rekam jejak yang kuat. Saya sering menyarankan agar mahasiswa saya membuat CV hari ini tapi dengan membayangkan bahwa CV itu dibuat empat tahun di masa depan. Dengan membuat secara eksplisit rekam jejak yang meyakinkan, Anda akan bisa merencanakan kegiatan dan kehidupan dengan lebih terarah. CV yang sudah dibuat itu bisa menjadi panduan untuk mengusahakan prestasi akademik atau untuk aktif organisasi atau untuk aktif berkompetisi selama kuliah.

    Mereka yang terlanjur senior dan tidak bisa lagi melakukan banyak hal untuk memperbaiki kualitas akademik atau non akademik, perlu belajar mengemas CV yang menarik. CV tidak boleh bohong tetapi kita juga percaya bahwa pengemasan yang baik dapat menimbulkan kesan yang baik. Misalnya, mereka yang biasa bertugas “menjaga toko” di rumah tentu tidak akan menulis “menjaga toko” di CV-nya. Sebagai gantinya, mereka bisa menulis “assisting family business in managing business inventory”, misalnya. Intinya, rekam jejak harus meyakinkan dan itu tidak bisa instan. Perlu persiapan jauh-jauh hari atau bertahun-tahun sebelumnya.

  6. Tampil beda
    Berkas lamaran yang masuk ke panitia pasti banyak. Kesan positif pertama kali bisa disajikan lewat kemasan atau penampilan yang baik. Penjilidan yang baik menggunakan cover yang enak dan nyaman dilihat adalah salah satu cara menarik perhatian. Penggunaan warna yang menarik perhatian tetapi tidak menyolok mata adalah salah satu trik untuk ‘menggoda’ pihak penyeleksi, setidaknya untuk pandangan pertama. Tampil beda bisa menjadi kunci untuk menarik perhatian secara positif.Ketika mendaftar Beasiswa Australia pada tahun 2002, saya tidak menulis jawaban dengan tulisan tangan pada formulir yang sudah disediakan. Untuk tampil beda, saya membuat jawaban yang diketik dan dicetak dengan printer lalu ditempel di formulir hardcopy yang saya punya. Perlu diingat, di tahun 2002, formulir yang tersedia hanya yang hardcopy dan tidak ada pengisian formulir online atau editable PDF. Saya melakukan ini karena sadar bahwa tulisan saya tidak rapi dan sulit dibaca. Pengisian formulir dengan cara mencetak dan menempel sebenarnya untuk mengatasi masalah tulisan yang jelek tetapi kemudian bisa juga menjadi faktor pembeda yang membuat lamaran saya mendapat perhatian lebih mudah.
  7. Melampaui syarat
    Idealnya, lamaran beasiswa harus melampaui syarat yang ditetapkan. Jika syarat TOEFL-nya 550 maka sebaiknya tidak puas jika hanya menyerahkan TOEFL dengan skor 550. Jika syarat IP minimal adalah 3,0 maka sebaiknya menargetkan IP lebih dari itu. Satu rekomendasi dari dosen pembimbing S1 mungkin cukup tetapi tidak ada salahnya jika ditambah satu atau dua lagi dari ketua jurusan atau dekan atau dari tokoh berpengaruh lainnya.Setiap pelamar harus ingat bahwa ada ribuan orang lainnya yang juga berjuang. Pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum melangkah jauh adalah “jika dokumen yang saya sampaikan hanya pas untuk memenuhi persyaratan dan cara berjuang saya sama dengan ribuan pejuang lainnya, mengapa saya layak diterima?” Jika Anda merasa nasib dan garis tangan berpihak pada Anda, bukankah nasib dan garis tangan juga boleh berpihak pada saingan Anda? Jika Anda yakin Tuhan akan menolong Anda, bukankah saingan Anda juga boleh yakin kalau Tuhan pasti menolongnya?

Kesimpulannya, lamaran yang layak diterima adalah yang secara istimewa menunjukkan keunikan pelamar, dipersiapkan dengan matang penuh kesungguhan sehingga merefleksikan semangat juang dan melampaui persyaratan. Terdengar klise? Memang demikian. Banyak hal baik dan benar itu terdengar klise. Bahkan ajaran agama pun demikian. Selamat berjuang!

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

4 thoughts on “Tujuh Rahasia Lamaran Beasiswa yang Layak Diterima”

  1. Om Swastyastu, Selamat malam Pak Andi
    Begini Pak tyang ingin mengkonfirmasi, tyang sampun email perihal pembelian buku Berguru ke Negeri Kangguru, namun hingga saat ini belum ada balasan berapa total harus membayarnya. Mohon infonya nggih pak soalnya tyang cari-cari di Gramedia dan beberapa toko buku terdekat stock nya sudah habis. Mengenai buku gratis Wollongong Menyapa tyang sudah dikirimkan emailnya melalui email buku.arsana, namun setiap akan dibuka selalu gagal, mohon infonya apakah linknya sedang perawatan atau bagaimana Pak, suksma. Semoga sehat dan sukses selalu Pak. Greetings from Bali
    Om Santhi Santhi Santhi Om

      1. Salam pak andi, perkenalkan saya alif dari Padang. Sekarang saya ikut program Working Holiday Visa (WHV) di Australia. Dari dulu saya suka baca blog Bapak mengenai beasiswa AAS, dan bagaimana tips-tips untuk lulus seleksi beasiswa tersebut. Namun saya belum ada kesempatan untuk melanjutkan Master di sini, dan sudah gagal dua kali seleksi AAS.
        Nah, kebetulan sekarang saya bersama Bapak Adi sutrisno dari FIB UGM, beliau menginap di tempat saya. Salam dari beliau dan beliau mau pulang ke indo karena ada undangan rapat sama pak andi. Terus menginspirasi pak, semoga selalu memberikan banyak manfaat bagi anak-anak muda indonesia untuk melanjutkan study ke luar negeri.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s