Mesin Poker


gambar dipinjem dari smh.com.au

Saya bekerja menjadi petugas kebersihan di sebuah tempat hiburan di Wollongong. Salah satu tugas saya adalah membersihkan mesin poker, mesin yang digunakan untuk bermain dan biasanya disertai dengan judi. Sesuai instruksi pelatihan saya selalu membersihkan layar mesin poker dan tombol-tobolnya agar terbebas dari bekas sentuhan tangan. Sidik jari harus benar-benar hilang dari tombol-tombol itu dan layar mesin poker kembali mengkilat sebelum digunakan setiap harinya.

Setelah beberapa saat bekerja saya selalu terusik saat sampai pada sebuah mesin. Mesin ini model baru dengan layar tinggi berwarna hitam. Yang mengganggu adalah bahwa mesin ini selalu paling kotor diantara yang lain, meskipun setelah dibersihkan. Saya dengan mudah melihat debu yang masih menempel di layarnya dan bekas-bekas serpihan lap masih tertinggal di sana. Meskipun dilap berulang kali, bekas itu masih ada dan mengganggu. Saya harus melakukan tindakan pembersihan ekstra tiap kali sampai pada mesin poker ini. Awalnya saya heran, apa bedanya mesin poker ini dengan yang lain. Mengapa yang lain mudah dibersihkan sedangkan mesin ini sedemikian bandelnya. Saya harus mengulangi lagi dan lagi agar si mesin kelihatan agak bersih. Tidak lupa, sayapun harus memiring-miringkan kepala untuk mengamati dan memastikan mesin telah bersih. Betapapun diusahakan, mesin yang satu itu tetap tidak bisa sebersih yang lain. Saya menuduh, mesin itu memiliki kelainan. Mungkin bahan kaca layarnya berbeda atau karena alasan lain sehingga tidak bisa dibersihkan sempurna.

Hari-hari berlalu, saya mendapati hal yang sama. Mesin poker yang kurang ajar itu masih di sana dan menunjukkan gelagat yang sama sampai saya menjadi terbiasa dan menerima bahwa mesin itu memang bermasalah. Sampai suatu hari, saya memperhatikan sesungguhnya ada yang berbeda dengan lingkungan mesin itu. Di atasnya terpasang sebuah lampu yang menyorot tepat ke layarnya sehingga layar itu bermandikan cahaya, berbeda dengan mesin poker lain yang tidak mendapat cahaya secara langsung. Saya baru mengerti, pencahayaan yang sedemikian rupa membuat kotoran yang ada pada layar itu terlihat jelas. Penasaran dengan apa yang teradi dengan mesin poker lain, sayapun mulai mengamati satu per satu dengan sangat teliti. Ternyata, setelah melihat dari sudut berbeda, mesin yang lain tidak berbeda nasibnya. Layarnya ternyata juga dipenuhi debu atau bekas lap yang masih menempel. Bedanya, debu ini tidak terlihat dengan mudah karena tidak ada cahaya yang menyorotnya secara langsung.

Hari itu saya belajar sesuatu: mesin poker bisa jadi terlihat paling kotor karena merupakan satu-satunya yang disorot lampu. Sebaliknya, mesin poker lain yang kelihatan bersih, bisa jadi hanya karena tidak cukup cahaya meneranginya. Dari situ, sebuah keinginan aneh muncul pada diri saya, seandainya lampu yang menerangi si poker hitam itu mati, mungkin semua mesin poker jadi kelihatan bersih dan, terutama, hasil kerja saya akan terlihat baik. Aneh sekali keinginan ini.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

4 thoughts on “Mesin Poker”

  1. mengingatkan saya pada pepatah “what we are actually afraid is not our weakness, but our greatness”… lupa siapa yang mengatakan

  2. Kalau tidak ada hukumnya maka kejahatan tidak bisa dianggap kejahatan. Korupsi tidak bisa dianggap korupsi jika tidak ada peraturannya.

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s