Nyepi


Sepi pun bisa berbicara, seperti halnya diam adalah seribu bahasa. Saat sepi, saat tidak bicara dan saat hanya hati yang dibiarkan menyimak dan bersuara, saat itulah kejujuran berkuasa. Dedaunan yang jatuh, awan yang berarak, semut yang berbaris diam dan malam yang tanpa suara adalah sesungguhnya pesan. Pesan untuk mereka yang tidak banyak bicara tetapi mau mendengarkan.
Setahun sudah tangan, kaki dan mulut ini digunakan dan bahkan mungkin secara berlebihan. Entah berapa kesalahan yang sudah diperbuatnya dan menjadi beban karma hidup yang nanti dipertanggunjawabkan. Syukurlah ada satu hari untuk berhenti, sepi, tidak bicara, tidak bekerja, hanya untuk mendengarkan pesan-pesan dari semesta. Saatnya sepi yang kini berbicara. Kalau ada yang harus disuarakan, biarlah sepi yang menyampaikan kejujurannya.

Seperti dedaunan jatuh, air yang mengalir dan sinar matahari yang menyibakkan pagi, keheningan itu membawa pesan yang bahkan berlaksa-laksa jumlahnya. Kadang bertumpuk dan menghimpit karena setahun tidak didengarkan. Syukurlah hari ini masih tersisa satu kesempatan untuk berdiam diri. Selamat menjalankan brata penyepian. Selamat berkuasa diam dan hening yang berbicara tentang kejujuran.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s