Kembali pulang


Aku kadang membiarkan diri tenggelam dalam kelupaan. Bergumul dalam hangatnya kenistaan cinta yang sesungguhnya semu. Juga dalam gemerlap dunia yang digerakkan ambisi berbalut dengki, iri dan keakuan. Begitulah aku membiarkan diri di dalamnya dan kusaksikan keindahan, kurasakan kenikmatan, kunikmati kehangatan. Tapi itu hanya sementara, kekasihku. Aku tak akan bertahan lama tanpamu.

Kini pengembaraanku sudah selesai, kenikmatan semu itu terasa hambar bagiku. Kehangatan itu sesungguhnya tiada dan tidak pernah ada untukku. Aku sadari benar, keindahan yang kulihat adalah fatamorgana yang tumbuh justru karena terik matahari dan ketiadaanmu di sekelilingku.
Ketiadaanmu yang memunculkan godaan, aku tahu itu. Namun begitu, aku nikmati. Pencapaian ini, meskipun duniawi, adalah juga kemenangan. Seperti kata seorang guru, memulai hidup mungkin memang harus dengan keangkuhan untuk dapat bersahabat dengan keberhasilan dan akhirnya kembali ke keheningan. Aku akan kembali pulang dengan cinta yang lebih dewasa.
Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

2 thoughts on “Kembali pulang”

  1. minta oleh-oleh nya…
    apa yah?
    em…apa yah??
    teserah aja lah
    haha..yang penting dapet oleh-oleh..

    salam, (kita akan segera bersua lagi ternyata pak…haha)…..

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s