Semalam di New Jersey


Dingin menusuk tulang, sepi seperti dunia yang mati dan malam seperti tak ingin ditemani. Gelap yang membungkam kota hanya membiarkan suara serangga mengusik lirih. New Jersey malam ini menggigil membiarkanku terabaikan di sebuah ruangan yang beku.
Dukuk di sofa merah mengarahkan pandangan ke TV yang dari tadi tidak bernyanyi sambil sesekali membuang pandangan ke luar membuat kesendirian nyata dan dalam terasa. Pohon natal yang baru saja dihias di sudut lainnya tak tersenyum sedikit jua. Christmas memang masih jauh untuk dibayangkan, walau lomba obral dan komersial sudah terasa sejak lama. Inilah makna natal yang paling terasa. Sale!

Laptop kesayangan setia bertengger di atas pangkuan, kini dia benar-benar sesuai namanya, on top of my lap, tidak seperti biasanya on top of the desk atau on top of the bed. Kasihan juga kalau harus menamainya bedtop, apalagi desktop, karena jelas-jelas yang terakhir sudah dimiliki pihak lain.

New Jersey malam ini merenggut kehangatan dan menyembunyikannya entah di mana. Tidak sedikitpun disisakannya untukku yang menggigil dan berharap kehangatan dari sapaan makhluk-makhluk manis penghuni dunia maya yang tak kunjung tiba.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s