Salju


Banyak sekali hal yang membuat orang terheran-heran bahkan terkagum-kagum. Yang menarik, hal yang sederhana bagi seseorang, bisa mencengangkan bagi yang lain, demikian pula sebaliknya.

Ketika masih pacaran, mengajak Asti pulang ke kampung di Bali adalah pengalaman menyenangkan. Bukan karena pacarannya [saja] tapi karena Asti sangat mudah terkesima dengan kejadian-kejadian kecil di desa. Bayu, sepupu umur 2 tahun yang terampil bermain perang-perangan di sawah bermandikan lumpur dan jerami yang busuk membuatnya terkesima. Tak pernah terbayang baginya ada anak sekecil itu bermandikan lumpur bau tanpa membuat orangtuanya khawatir.

Pengalaman lain banyak lagi. Bapak yang pernah ke Jakarta terkesima dengan jalan layang dan pencakar langit yang menjulang. Seandainya Bang Yos tahu itu, mungkin dia tersenyum geli. Begitulah hidup yang penuh rahasia. Tak mudah mengatakan sesuatu itu indah atau buruk karena selalu ada dua sisi yang berbeda.

Ketika salju mengguyur New York, saya adalah satu dari sedikit yang terkesima. Mungkin seperti anak Kota Jakarta yang terbengong-bengong melihat anak desa memandikan kerbau, saya pun demikian. Ketika seorang kawan dari Italy meledek, saya pun hanya meringis. Tapi berhasil membuatnya terkesima ketika saya ceritakan tentang seorang perempuan tua penambang batu padas yang mengantarkan anaknya berkantor di Gedung PBB. Jika pernah terkesima, nikmatilah dan tidak usah berpikir betapa sederhana dan memalukannya seorang saya ketika itu.

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

4 thoughts on “Salju”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?