Tinggal di New York, Bekerja di Jogja


Setiap kali membaca tulisan Gede Prama di Kompas, saya selalu terkesima dengan kalimat terakhirnya, “bekerja di Jakarta, tinggal di desa Tajun, Bali Utara.” Tidak banyak yang memiliki kebebasan memilih seperti Gede Prama.

Meskipun masih jauh dari seorang Gede Prama, saya punya mimpi “Tinggal di New York, bekerja di Jogja”. Tulisan semodel ini pernah dibuat oleh Astri, seorang kawan maya saya. Tentu saja bukan berarti saya ingin tinggal di New York. Saya hanya ingin tetap mengajar di Jogja ketika sedang berada di New York atau di mana saja di belahan dunia lainnya. Setelah melakukan pencarian, lahirlah sebuah gagasan kuliah jarak jauh berbiaya rendah seperti pada gambar di atas.

Gagasannya muncul begitu saja dan saya sempat tuliskan menjadi sebuah dokumen yang cukup rapi sebelum akhirnya dicoba ke berbagai negara. Hari ini, mimpi itu tercapai juga, saya mengajar live dengan metode ini dari New York untuk mahasiswa satu kelas (hampir 40 orang) di Teknik Geodesi dan Geomatika FT UGM, Jogja.

Ini salah satu testimoni peserta kuliah:

Hai Pak Andi, bagaimana kabar Anda dsana?Semoga baik dan sehat selalu..
Langsung aja neh Pak Andi, terus terang kuliah PPBW jarak jauh yang Saya alami bener2 merupakan pengalaman baru dan menarik bagi Saya dan juga temen2 lainnya yang mengambil mata kuliah PPBW..Terlepas dari masalah koneksi yang terkadang terputus dan suara yang terkadang hilang, Saya lebih menarik memberi kesan tentang niat seorang dosen yang dengan semangat dan kepeduliannya untuk berbagi ilmu dan pengalamannya walau terpisah jarak jauh dari mahasiswanya..Salut dan Bangga, itulah kesan Saya Pak..Semoga Pak Andi tidak bosan berbagi ilmu dan pengalaman dengan Kami..Proud of You Mr.Andi..Semoga Sukses Study nya Ya Pak..
Saya berharap bisa mendapat ilmu dan pengalaman dari Bapak..

Selamat Berjuang Pak Dosen

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

10 thoughts on “Tinggal di New York, Bekerja di Jogja”

  1. De, top bgt de, boleh ditiru neh… dari pengalaman mana yang paling bagus De YM, GTalk apa Skype, soalnya benwith nya di Indo lemot hehehe…

  2. Bli Ady,

    Belum dilakukan riset perbandingan, tapi sejauh ini Gtalk yang paling tinggi tingkat availabilitynya walaupun YM pernah mencapai tingkat kejernihan paling tinggi. Skype belum pernah dicoba untuk kelas, hanya kelompok kecil saja. Menarik nih kalau diteliti 🙂

  3. wah pak andy,kuliah siang tadi bener2 sebuah inovasi baru.kita semua anak 2004 pada kagum 🙂
    yang lebih kagum, walaupun disana jam 12 malem masih aja dong disempetin ngasih kuliah hehe..
    salut

    -pepito 29489-

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s