Sepatu Baru


Aku memutuskan untuk membeli sepatu baru. Cukup lama keinginan ini ditahan karena sepatu bagus ternyata tidak murah. Dosen membeli sepatu ratusan ribu tentu bukan hal biasa.

Ketika membeli sepatu itu, yang terbayang adalah kebanggaan, kewibawaan. Kepercayaan diri pasti berlimpah karena akan menjadi satu dari sedikit orang yang bersepatu berkelas di kampus. Singkat kata, kenikmatan dan pencapaian yang aku bayangkan.

Ketika mulai menggunakannya, aku kagum pada diri sendiri, pada kakiku sendiri. Gagah bener. Selamat datang di dunia kemewaan, wahai diriku. Berlangsung selama beberapa jam, situasi berubah ketika mulai harus berjalan ke sana ke mari di kampus. Kakiku sakit, perih bukan kepalang. Benar, kakiku lecet karena belum beradaptasi dengan sepatu baru. Tidak hanya sakit tetapi juga berdarah.

Singkat cerita, mengenaskan. Bayaran untuk mencapai kenikmatan ternyata sangat mahal. Aku hampir putus asa dan ingin kembali kepada sepatu lama yang walaupun butut tetapi nyaman, setidaknya tidak melukai kaki.

Tetapi aku renungkan sejenak. Kalau aku hentikan sekarang, maka kehebatan yang kubayangkan bahkan tidak akan pernah menjadi sejarah. Kebanggaan bersepatu baru bahkan tidak akan sempat menjadi cerita. Selain itu, aku ada keyakinan. Kalau saja kubiarkan kakiku sakit selama tiga hari, keadaan pasti akan normal kembali. Kakiku akan terbiasa.

Aku tidak sedikitpun meleset dari anggapan itu. Kini kakiku bersahabat dengan sepatu baruku. Kenikmatan ini memang ternyata harus dibayar, dan itu tidak murah.

Benar kata pepatah China, Untuk bisa betah di rumah, ternyata kita memang harus mencoba untuk tinggal lebih lama di dalamnya.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

2 thoughts on “Sepatu Baru”

  1. Andi,such a great agony and suffering that you have been through with your new pair of shoes.
    Tetapi, banyak makna yang ada di dalam ceritanya yang bisa kita2 ambil hikmahnya.
    Nah, kebayang khan kalau kita wanita harus bersepatu baru yang ujungnya selancip sepatu nenek sihir dan ukuan hak yang mencapai 10 cm….
    Suaaaakitnya bok. Belum lecentnya.
    Kapan nyamannya yah????

  2. ………sepatu…….

    dosen satu ini memang bener2…deh
    sepatu aja bisa dijadikan tulisan yg very interesting…….

    btw, great shoes!!!

    salam

    Bambang

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s