Menyerah pada sang waktu


Sang aku boleh saja bersikeras tentang kebisaannya, tentang kepiawaiannya dalam berkarya dan menebarkan asa. Sang ego boleh saja berbusa bibirnya ketika meyakinkan kesendiriannya untuk tetap berpesona. Ada yang tidak bisa dikesampingkan. Adalah kekuasaan sang waktu yang terbagi tepat adil kepada setiap yang sering membuat sang aku menyerah. Luluh lantaklah sang ego ketika harus menghadapi masa. Duapuluh empat masa, mohon ampun, tidak bisa ditambahkan kepada siapapun. Pun tidak untuk mereka yang bercita-cita menjadikan sang dewa sebagai karibnya. Ada kalanya kita harus menyerah, tunduk dan mengaku kalah kepada sang waktu.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s