Perempuan Luar Biasa


Dalam hidup yang baru bejalan beberapa saat ini, aku beruntung telah bertemu dengan banyak sekali orang hebat. Di antara mereka yang hebat, aku telah bertemu dengan setidaknya empat perempuan yang luar biasa.

Perempuan pertama adalah dia yang kusebut Ibu (atau Meme’ dalam Bahasa Bali). Kehebatannya terletak pada kesederhanaan dan ketulusannya. Kasih sayang yang tidak muluk-muluk telah mengantarkan aku melompat tinggi, melampaui apa yang pernah bisa diimpikannya. Meme’ adalah perempuan luar biasa.

Perempuan luar biasa kedua adalah istriku. Keluarbiasaannya adalah keberaniannya membiarkan aku memilih jalan yang terjal curam penuh risiko dengan tetap tersenyum menyaksikan setaiap kegagalan dan keberhasilanku. Kehebatannya terletak pada keaslian pribadinya yang kata seorang kawanku ”genuine” dengan tidak pernah berusaha menjadi orang lain. Dia tersenyum karena memang baik, bukan karena terpaksa tersenyum. Istriku menjadi alasan untuk tetap kuat dan mencapai lebih banyak hal.

Ibu mertua adalah perempuan hebat ketiga yang mengisi hidupku. Kehebatannya bersandar pada ketelitian dan ketelatenannya, memberikan contoh kepadaku tentang makna persiapan hidup. Kepadanya aku menyandarkan diri akan banyak persoalan kecil rumit yang hanya memerlukan ketabahan dan kesediaan. Kepadanya aku memasrahkan segala urusan kecil yang tak akan terselesaikan tanpa menggerakkan tangan dan kaki yang sederhana. Ibu mertua, kadang menjadi bayangan tinggi yang aku inginkan semua perempuan menjadi sepertinya.

Putriku adalah hasil dari semua banyangan perempuan yang di mataku luar biasa. Dilahirkan jauh dari tanah sendiri, perempuan kecil ini telah menunjukkan kerjasama yang luar biasa bahkan sejak dalam kandungan ibunya. Perempuan ini, meskipun, masih terlalu hijau untuk dinilai, telah menunjukkan kesungguhannya mendukung pencapaianku dengan meminimalisir keruwetan dan kegaduhan yang ditimbulkannya karena ke-bayi-annya. Putriku adalah perempuan luar biasa.

Hidup di antara empat perempuan luar biasa memberiku inspirasi. Mungkin saatnya untuk berpikir bahwa kalki awatara sebaiknya perempuan, agar terbebas dunia ini dari dominasi kaum adam.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s