Kebenaran yang bersinggasana di dalam


Selamat Galungan, begitu seorang kawan mengirimkan sms pagi ini. Ini adalah Galungan yang kesekian kalinya terlewatkan di luar Bali, di mana umumnya orang berpesta dan beritual di saat yang sama. Suasana yang senantiasa membangkitkan kerinduan.

Apa makna Galungan kini? Kemenangan Dharma atas Adharma, itu jawaban standar yang dipelajari bahkan sejak dalam kandungan. Makna ini kini berterbangan di angkasa melalui sms dan di belantara maya melalui email, website dan blog. Mudah ditemukan dan mudah dingat. Ketika teknologi sudah merambah bilik-bilik spiritual, berbagai kemudahan ternikmati. Sms yang hanya 300 rupiah membawa ucapan Selamat Galungan lintas benua. Dia membawa makna kemenangan Dharma atas Adharma ke manapun pikiran sempat singgah. Kartu ucapan yang dulu harus dikirim pos seminggu sebelum hari raya, kini menjelma menjadi kartu elektronik yang dikirim dalam hitungan detik tepat pada hari h. Tidak ada lagi pak pos yang sumringah mengantar kartu ucapan di sebuah gang kecil di pelosok Bali Utara atau Bukit Jimbaran di ujung Selatan Bali. Semuga instan, cepat, murah dan canggih.

Surat yang dulu ditulis satu atau dua halaman dengan berpikir dan mencurahkan perhatian, kini berganti sms yang bahkan hasil forward dari pengirim sebelumnya. Isinya pun kadang tidak sempat kita lihat, apalagi maknanya. Yang pasti tujuannya pasti sama, mengucapkan Galungan kepada orang yang dicintai.

Kecanggihan dan kebudayaan yang serba instan menawarkan kemudahan. Meski demikian, bukan berarti membuat kita tidak lagi mempertanyakan kebenaran alias Dharma itu sendiri. Kemenangan Dharma atas Adharma ini harus dicari konteksnya dalam tatanan hidup yang lebih modern, serba cepat dan instan seperti sekarang ini. Pun dalam dunia yang sakit di mana orang semakin susah membedakan baik dan buruk, dharma dengan adharma, pemaknaan Galungan senantiasa harus dilakukan.

Seorang sahabat muda bertanya di suatu pagi. Mengapa ketika kita berbuat baik (baca: dharma) kita justru mendapat imbalan yang tidak menyenangkan? Kalau memang benar hukum Tuhan bahwa kebaikan akan melahirkan kebaikan, mengapa ini tidak selalu terjadi?

Dalam konsep Hindu, pertanyaan ini mudah sekali dijawab. Karma Pala adalah kuncinya. Jangan lupa, perbuatan bisa berbuah di masa kini atau masa depan. Sebaliknya, apa yang kita nikmati masa kini bisa jadi adalah buah perbuatan masa kini, bisa juga perbuatan di masa lalu. Jawaban ini jelas cukup ampuh. Kebenaran akan menjelma, meski tidak harus hari ini. Itu pasti!

Di mana kita mencari kebenaran? Jika berhasil menemukan, silahkan cari di deretan sms, serangkaian email atau blog yang dibaca setiap hari. Mungkin benar jika orang mengatakan the truth is out there atau up there. Setelah cukup lama membiarkan diri menikmati kebenaran dan ketidakbenaran, saya sampai pada kesimpulan yang barangkali bukan yang terarkhir bahwa kebenaran bersinggasana di dalam diri. Barang siapa yang membiarkan dirinya merenung sekali waktu, berdialog secara damai dengan hati nuraninya dan berkonsultasi tentang kebaikan dan kebenaran, maka kepada dialah akan diingatkan bahwa kebenaran itu sesungguhnya ada di dalam hati.

Ketika para tetangga hanya bisa menyaksikan kita di pagi dan sore hari saat mulut dihiasi senyum, wajar jika dia melihat kita sebagai orang baik. Tetapi, jika dalam keadaan merenung dan bertanya kepada sang diri, kita tetap menemukan jawaban bahwa kita adalah orang yang baik, itulah barangkali penilaian terjujur yang harus dipercaya. Kebaikan itu ada di dalam diri, tidak perlu mencari ke mana-mana. Persoalannya adalah sang diri seringkali tidak kita biarkan berekspresi, kita tutup dengan segala macam identitas yang mungkin kadang tidak perlu. Mari berbaik hati pada kebenaran yang bersinggasana di dalam diri. Selamat Galungan!

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s