Menangislah sekali lagi


Menangislah sekali lagi, seperti ketika kamu belum terbiasa berjalan tegak dan belum dagumu mendongak tak pernah jatuh. Menagislah sekali lagi, karena mungkin ini kesempatan terakhir untukmu menjadi orang biasa. Tangisanmu adalah kejujuran yang mungkin tak kau peroleh lagi di tempat baru.

Air matamu adalah pertanda kesahajaanmu yang sesungguhnya mahal. Air mata adalah perwakilan cinta yang sesungguhnya tidak pernah kering dalam telaga hatimu. Keluarkanlah. Wakilkan keharuan dan kebaikan putihmu yang sebenarnya tidak pernah ternoda. Wakilkan semua ketulusan itu dengan isak dan senggukmu yang berlinang air mata. Jangan. Jangan kau tahun, pun kau seka. Jangan pula biarkan perasaan malu dan kelelakianmu terhina hanya karena air matamu.

Air matamu, sesungguhnya adalah siraman untuk tanaman cintamu dan bibit keperkasaanmu sebagai lelaki. Jangan perhah hinakan tetasannya yang sesungguhnya melegakan dadamu. Menangis, dan sadarlah.

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Menangislah sekali lagi”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?