Saatnya mengatakan "tidak"


Ketika kebaikan ini berbuah penghinaan dan berujung pada pembodohan, saatnya aku berpikir untuk menghentikan kebaikanku untukmu. Ketika keikhlasanku memberi pelayanan atas nama kemanusiaan engkau perlakukan sebagai persembahan seorang abdi kepada tuannya, saatnya aku tinjau kembali makna keikhlasan itu. Ketika pemberianku yang tanpa pamerih membuatmu menggampangkan aku, dan menceritakan kepada khalayak bahwa aku adalah bawahanmu yang dengan mudah engkau perintah, maka ijinkan aku merenungi makna pemberian ini. Barangkali ini saatnya mengehentikannya dan membuatmu mengerti arti ketiadaan. Ketika kebaikan, persembahan dan ketulusanku hanya membuatmu malas, kehilangan energi untuk berusaha dan bahkan menempatkan harkatku sebagai budakmu, jangan sesali kalau ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan “tidak” kepadamu.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Saatnya mengatakan "tidak"”

  1. pak, kata “tidak” kadang menjadikan seseorang jadi salah tafsir maksud kata “tidak” yang sebenarnya. Apakah tidak sebaiknya ketika berujar “tidak” maka ada embel2 pengertian maksud dari berkata “tidak”??

    hehehe….
    kapan2 saya pengen “ngobrol”(lagi) ma pak andi…kali ini tidak dijawab “tidak” kan pak??

    cheers….

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s