Sekali kreatif, tetap [dipaksa harus] kreatif


itorganization2017.wordpress.com

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi  (TIK) menawarkan cara-cara baru dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Tidak saja dalam urusan kerja, TIK bahkan mempengaruhi cara kita menjaga persahabatan. Selain itu, cara bersilaturahmi atau menjaga hubungan kekerabatanpun berkembang karena TIK. Mengucapkan selamat hari raya kini berbeda caranya dibandingkan 15 tahun lalu. Jarang orang menggunakan kartu ucapan yang dikirim oleh Pak Pos. Ucapan selamat disampaikan dengan sms atau email. Kalaupun ada kartu, itu pastilah kartu elektronik alias e-card.

Kini, mengucapkan selamat hari raya bukanlah sesutu yang istimewa karena usaha yang diperlukan sangat minimal. Hanya dengan sekali klik, ucapan sudah diterima oleh kolega yang terpisah bahkan di seberang benua. Oleh karena itulah saya kadang merasa bahwa sekedar mengirim ucapan, sudah tidak istimewa lagi. Kalau pengiriman ucapan selamat sangatlah mudah dilakukan, maka isi ucapan itu yang harus dibuat istimewa.

Tahun 2008, saya menulis ucapan idul fitri seperti yang pernah saya posting di blog lain. Saya juga kirim lewat email kepada teman-teman. Rata-rata, penerima memberikan apresiasi, pertanda ucapan ini tidak seperti biasa. Tahun 2009, ketika lebaran datang lagi, saya tidak sempat bermain-main dengan kata-kata dan membuat ucapan baru. Oleh karena itu, saya mengirimkan ucapan yang sama dengan tahun lalu lewat sebuah milis. Surpire surprise… seorang kawan saya protes. Isi emailnya seperti ini:

Iya deh…kita saling memaafkan….

walaupun….maaf….sepertinya tulisan ini udh pernah di posting tahun lalu…??
atau…….maaf…apakah temenku Andi mulai kekurangan sisi kreatifnya…?

Maaf…hehehehehe….

Terus terang, menerima respon seperti ini membuat hati saya tidak nyaman. Ada perasaan bersalah. Ada juga perasaan kecewe pada diri sendiri karena sepertinya memang telah kehilangan kreativitas. Untuk sekedar menghibur diri, saya pun membalas email teman saya ini:

Betul aku kehilangan kreativitas nih :((

Tapi yg bikin aku seneng, kamu bahkan masih mengingatnya.. Coba kalau aku tanya, bagaimana ucapan Mas ***, ***, mbak ***, atau yang lain di milis tahun lalu (atau bahkan tahun ini).. nggak inget kan h ehe he eh? Apa artinya ini?

Andi
ps. nggak mau kalah hi hi hi

Kalau saja tahun 2008 saya tidak usah sok kreatif dan hanya menulis “Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin” dan kemudian di tahun 2009 mengirimkan ucapan yang sama persis, saya yakin teman saya tidak akan protes dan tidak mengatakan saya tidak kreatif.  Tidak akan ada yang peduli dengan pengulangan ini.

Satu pelajaran penting: Sekali kreatif, kita kadang dipaksa oleh situasi dan lingkungan untuk tetap kreatif. Berhati-hatilah dengan kreativitas Anda.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

2 thoughts on “Sekali kreatif, tetap [dipaksa harus] kreatif”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s