Mantu kepada mertua


Ibu tersayang,

Saya hanyalah seorang manusia biasa yang penuh dengan kelemahan, tetapi saya adalah anakmu. Ibu sudah saya anggap sebagai Ibu sendiri, bukan hanya mertua. Saya menyadari saya memang dikarunia sifat buruk yaitu cepat emosi. Tidak sepantasya saya berkata keras kepada Ibu yang sudah berusaha membantu saya dengan sungguh-sungguh. Saya menyadari dan menyesal telah melakukan ini. Terimalah maaf anakmu yang penuh kelemahan ini.

Saya mengerti pasti Ibu sangat kecewa dengan saya dan tidak ingin bertegur sapa. Saya maklumi itu. Tapi saya mohon jangan pendam amarah lama-lama karena saya akan menderita karenanya. Berikanlah saya jalan untuk minta maaf dan bertobat karena saya tidak akan pernah tenang sebelum mendapatkan maaf dari Ibu. Seandainya saya ada di rumah saya akan berlutut mencium kaki Ibu pertanda saya menyesali kesalahan ini.

Silahkan Ibu memarahi saya, tetapi jangan menyiksa anakmu ini dengan dendam. Jalan saya bertemu Tuhan akan tertutup jika Ibu menyimpan amarah ini dan tidak memberi saya kesempatan bertobat. Maafkan anakmu ini Bu.

Salam sayang,
Saya

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s