Liberty Statue dan Tanah Lot


Saya sedang membeli SIM card di sebuah counter T-Mobile di daerah Queens, New York ketika penjaga counter bertanya tentang Bali. Nampak dari antusiasmenya, dia sangat ingin ke Bali. Sesuatu yang diimpikannya sejak lama dan masih menjadi mimpi sampai siang itu. Diam-diam saya berpikir bahwa mereka memiliki banyak hal di sini dan jutaan orang memimpikan untuk melihatnya seperti Liberty Statue, landmark of the US. Mengapa harus ke Bali?

Orang ini sibuk bertanya tentang Bali sambil matanya berbinar menandakan keinginan yang tak tertahan. Dia bahkan tidak menyadari betapa inginnya saya menyaksikan dan berfoto di depan Liberty Statue. Tentu saja Liberty tidak lebih penting dari Tanah Lot atau Pantai Kuta bagi dia saat ini.

Perjalanan cukup jauh dengan kereta bawah tanah membawa saya ke Bowling Green Statiun tempat menunggu ferry yang akan menyebrangkan saya ke Liberty Island, tempat berdirinya Putri Liberty yang terkenal itu. Saya berada di dalam barisan panjang orang-orang yang mengantri dengan tertib. Seandainya si penjaga counter T-Mobile melihat saya, mungkin dia akan tersenyum. Apa yang dicari orang Bali ini di New York? Mengapa harus rela ngantri berpanas-panas untuk Patung Liberty? Barangkali New Yorker akan berpikir begitu, seperti halnya saya yag kadang berpikir hal yang serupa ketika menyaksikan rombongan bule bermain dengan monyet di Alas Kedaton, Bali.

Setelah saya renungkan agak lama, ternyata bukanlah tempat atau obyeknya yang paling penting. Yang membuat Liberty atau Tanah Lot menjadi istimewa adalah perjuangan menuju ke sana. Seorang yang lahir dan tinggal di New York tentu tidak akan terlalu bangga berfoto di depan Liberty, seperti halnya saya yang bisa setiap hari ke Tanah Lot akan merasakan hal yang sama terhadapnya. Kami mengalami keterbalikan.

Adalah perjuangan panjang yang menjadikan sebuah momen itu istimewa. Saya telah menempuh 24 jam perjalanan dengan jet lag yang hebat sebelum akhirnya bisa menyentuh Patung Liberty. Tidak hanya itu, ada serangkaian tulisan ilmiah, proposal dan presentasi yang harus saya hasilkan sebelum mimpi itu terwujud. Setelah itu, ada ribuan dolar yang terkait dengan prosesnya dan saya adalah satu saja dari 10 orang di seluruh dunia yang beruntung ada di NY karena ‘kelihaian’. Bediri di depan Patung Liberty hari ini menjadi sedemikian istimewanya karena sejarah dan perjuangan saya yang patut dicatat.

Seandainya saya lahir di NY dan menjadi seorang penjaga counter HP, tentu saya akan bangga sekali bisa berpose di depan Pura di Tanah Lot berlatar belakang sunset nya yang terkenal itu.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Liberty Statue dan Tanah Lot”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s