Tertinggi


Banyak yang menasihatkan untuk menjadi yang tertinggi, terbaik, tercepat dan semua ter lainnya. Menjadi tertinggi adalah pencapaian yang diinginkan banyak orang.

Melihatmu sore itu, terseok-seok merepotkan banyak orang hanya untuk mengangat kaki dan menyeberangi jalan, aku jadi berpikir lain tentang hal tertinggi. Engkau memang diakui mencapai yang tertinggi dan sebagai yang tertinggi tetapi wajahmu tak sedikit jua memancarkan kesenangan. Tatapan mata kosong yang menerawang menembus kabut senja di persimpangan jalan menjadikan ketinggianmu tak lagi bermakna. Engkau memang tertinggi tetapi tak sempat kaunikmati.

Jika ketinggian itu hanya jadi tontonan dan bahkan dianggap keanehan, maka akan aku perbaiki rencana hidupku untuk mencapainya. Mungkin saatnya melakukan penyuntingan pencapaian hidup. Jika ketinggian itu hanya menjadi pelipur lara orang-orang sedih dan menjadi tertawa karena mengolok-olok, jika ketinggian itu hanya menjadi pameran yang bahkan menimbulkan iba di sekelilingmu, maka akan aku rurungkan niatku untuk menjadi sepertimu. Aku tak inginkan ketinggian yang hanya menjadi catatan dan tidak sedikitpun menghadirkan bahagia.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s