Ibu


Berbeda dengan orang biasa, seorang sahabat yang bernama “saya” memiliki dua ibu. Keduanya berbeda tetapi sama. Berbeda karena diberi sifat dan sikap yang tidak sama, sama karena keduanya memiliki cinta. Dari keduanya lahir seorang saya dan adik saya. Merekapun berbeda tetapi sama. Berbeda karena mereka dilahirkan di jaman yang tidak sama, sama karena kedua dari mereka memiliki cinta.

Kebahagiaan seorang saya adalah saat hari ini bisa dinasihatkan olehnya kepada adiknya untuk mencintai ibunya. Ibu yang kadang dipuja diam-diam dan dihormati dari belakang, kata saya, juga perlu diberikan senyuman dan dicintai dari depan wajahnya. Betapapun sederhananya ibu, kedua dari mereka, adalah juga jiwa yang haus dan menyadari kehadiran cinta. Kami mencintaimu Ibu. Ibu yang sudah menjadi satu dan di titik ini sudah tidak bisa lagi kami bedakan mana ibu saya dan mana untuk adik saya. Demikianlah seorang saya dan adiknya yang bersatu dalam cinta dua ibu yang kinipun menjadi satu.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

1 thought on “Ibu”

  1. hei,
    hummm … tulisan pendek kamu mengenai ibu ini mengingatkan saya pada ibu saya. yaaaa … betapa kita harus berterimakasih padanya. 🙂

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s