Menyebut nama Tuhan


Kondang belakangan ini rajin nonton TV. Salah satu dampaknya adalah dia mulai menyerap berbagai kata gaul dari dunia luar. Kondang yang sehari-hari membajak dan mencangkul, tidak segan-segan mengatakan “kasihan, deh lu” kepada seorang pengangon bebek yang menceritakan bebeknya malas betelur. Begitulah kondang, telah dicapainya banyak kemajuan dalam hidup dari menonton TV.

“Sh*t!” begitu kondang sering berujar kalau sedang kesal. Tak jarang pula dia berujar “f*ck” kalau sedang kecewa pada temannya. Kontan temannya yang lugu dan rata-rata sopan menasihatkan. “Kamu jangan terbiasa mengucapkan kata-kata kasar begitu. Biasakanlah mengucapkan nama Tuhan, pun saat kita kesal.” “Om Sairam”, “Oh my God”, “Masya Allah” pasti terdengar lebih baik.” begitu nasihat kawannya.

Kondang tersentuh.. benar juga ya… pikirnya.
Hari-hari berikutnya, Kondang mulai mempraktikkan đŸ™‚

“Oh my God!” ucapnya ketika sedang kesal. Satu yang terasa aneh, Kondang merasakan kekesalan yang sama, kedongkolan yang tak berkurang dan kebencian yang juga tidak tertawarkan ketika menyebut nama Tuhan ini. Terasa agak janggal ketika Kondang menyadari, perasaan yang persis sama terjadi ketika dia menyebut nama Tuhan dan mengatakan “f*ck”. Mungkin ada yang salah…

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s