Lumpur Panas


Sumur-sumur itu kini tidak seperti tiga minggu lalu yang menjadi cermin bagiku seraya membiarkan bayangkanku berenang memuaskan dahaganya. Sumur itu tidak lagi menyimpan air dingin yang disucikan bebatuan seperti ketika perkampungan pehuh berkah. Kini sumur itu menegeluarkan lumpur yang tidak saja meluas jangkauannya, tetapi juga suhu panasnya yang tidak mudah dikendalikan. Apakah ini kedatangan Sabdo Palon yang konon berjanji merebut kembali kejayaan kerajaannya setelah 500 tahun. Apakah waktunya kini telah tiba?

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

1 thought on “Lumpur Panas”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s