Jendela


Melirik ke sebelah kiri menembus jendela, memperhatikan rembesan mentari yang menyelinap dibalik dedaunan pohon yang membayangi birunya langit. Lompatan burung bersenda gurau dari satu ranting ke ranting lain, seakan tidak sabar memulai hari. Titik-titik kecil embun di luar kaca menukik perlahan, menyatu dengan titik-titik lainnya kemudian menjadi segumpal air yang cukup berat untuk meluncur sendiri dengan bantuan sang gravitasi.

Melirik ke luar jendela, embun menjadi teman yang tidak pernah mati. Saatnya memulai hari.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s