Melirik ke sebelah kiri menembus jendela, memperhatikan rembesan mentari yang menyelinap dibalik dedaunan pohon yang membayangi birunya langit. Lompatan burung bersenda gurau dari satu ranting ke ranting lain, seakan tidak sabar memulai hari. Titik-titik kecil embun di luar kaca menukik perlahan, menyatu dengan titik-titik lainnya kemudian menjadi segumpal air yang cukup berat untuk meluncur sendiri dengan bantuan sang gravitasi.
Melirik ke luar jendela, embun menjadi teman yang tidak pernah mati. Saatnya memulai hari.