Berburu Beasiswa ke Luar Negeri


[dari pengalaman dan pengamatan]

Pengantar
Bagi sebagian banyak orang, informasi tentang beasiswa untuk bersekolah di luar negeri bukanlah sesuatu yang baru. Kemudahan mendapatkan informasi dari berbagai media terutama internet telah membuat informasi ini begitu mudah diperoleh. Namun demikian, kenyataannnya masih ada saja orang yang mempunyai niat yang besar untuk bersekolah tetapi tidak (belum) tahu apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan beasiswa. Tentu saja sekolah dengan biaya sendiri tidak akan dibahas di sini.
Tulisan ini ditujukan bagi siapa saja yang tertarik mendapatkan beasiswa dan masih memerlukan informasi dasar tentang beasiswa. Di sini akan dibahas beberapa hal meliputi gambaran umum beberapa jenis beasiswa (reguler dan non reguler), negara tujuan pendidikan dan persiapan yang diperlukan untuk melamar beasiswa. Lebih jauh, informasi tentang TOEFL dan IELTS juga diberikan termasuk strategi melakukan kontak dengan Profesor dan melamar di suatu institusi pendidikan di luar negeri.

Sebelum Memutuskan Melamar Beasiswa
Saat ini terdapat sangat banyak jenis beasiswa yang secara rutin disediakan untuk masyarakat Indonesia terutama oleh Negara donor. Sebelum memutuskan untuk melamar beasiswa, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. Pendekatan pertama adalah mulai dari menentukan jurusan/bidang ilmu yang ingin dipelajari. Selanjutnya mencari informasi tentang perkembangan ilmu tersebut di dunia dan memetakan ‘kekuatan’ negara-negara yang mengembangkan ilmu tersebut. Memilih institusi yang sesuai di suatu negara yang diinginkan adalah langkah berikutnya. Pendekatan lain bisa juga dilakukan dengan terlebih dahulu melihat kekuatan institusi yang dicirikan dengan kualitas SDM yang dimiliki institusi yang bersangkutan. Dalam kenyataannya, pendekatan pragmatis juga biasa dilakukan yaitu dengan melihat benefit yang diberikan oleh masing-masing beasiswa. Hal penting yang biasanya dipertimbangkan adalah besarnya allowance yang diberikan dan apa saja yang dicover. Apakah beasiswa yang bersangkutan menanggung keluarga atau tidak adalah hal penting yang kadang harus dipertimbangkan. Di luar semua itu, melamar beasiswa yang ‘terjangkau’ oleh kemampuan kita adalah hal yang lebih utama.

Beasiswa Reguler
Beberapa beasiswa yang secara rutin diberikan kepada masyarakat Indonesia adalah AusAID (Australia), STUNED dan NFP (Belanda) Fulbright (US), Chevening (UK), DAAD (Jerman), Mongbukogakusho/Monbusho (Jepang) dan lain-lain. Berikut adalah rangkuman tentang masing-masing beasiswa tersebut:

No Beasiswa Negara Bahasa Deadline Jenjang Website
1 AusAID Australia Inggris September S2, S3 www.adsjakarta.or.id
2 STUNED Belanda Inggris Maret S2 www.nec.or.id
3 NFP Belanda Inggris Mei S2 www.nec.or.id
4 DAAD Jerman Jerman Desember S2, S3 www.daad.de
5 Monbusho Jepang Jepang April S2, S3 www.dikti.org
6 Chevening UK Inggris Maret S2 www.chevening.or.id
7 dll

Secara umum, persyaratan hampir semua beasiswa sama, meliputi: kemampuan bahasa, Indeks Prestasi dan kemampuan untuk menunjukkan kontribusi pelamar terhadap pembangunan di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan. Informasi lebih rinci tentang masing-masing beasiswa bisa didapatkan dari website masing-masing. Semua persyaratan dan proses formal tentang beasiswa tersebut disediakan secara rinci di websitenya. Sebagai contoh, AusAID mensyaratkan pelamar harus memenuhi nilai TOEFL = 500 atau IELTS = 5.0 (lihat penjelasan tentang TOEFL dan IELTS di bawah) dengan indeks prestasi sebesar 2.90. Jika dilihat dari persyaratannya dan kuota sebesar 300 orang, AusAID adalah jenis beasiswa yang ‘terjangkau’ dan realistis bagi kebanyakan mahasiswa. Mungkin itu sebabnya pelamar bisa mencapai 5000 orang setiap tahun.

Beasiswa non Reguler
Selain beberapa jenis beasiswa rutin di atas, ada beberapa peluang sekalah ke luar negeri dengan beasiswa khusus. Kunci utama mendapatkan beasiswa semacam ini adalah rajin melakukan kontak dengan akademisi di luar negeri termasuk mengamati perkembangan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan disiplin yang ingin ditekuni. Di University of New South Wales, Sydney, misalnya, ada sangat banyak mahasiswa internasional (biasanya India, China dan Taiwan) yang melanjutkan studi S3 dengan beasiswa yang berasal dari research project dan beasiswa pemerintah lokal. Kemampuan mereka menjalin jaringan komunikasi telah mengantarkan mereka bisa memperoleh beasiswa tersebut. Jika diperhatikan, mereka adalah mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang tidak istimewa. Namun mereka mempunyai semangat dan keberanian yang nampaknya perlu ditiru. Banyak juga dari mereka yang membayar uang sekolahnya dengan gaji sebagai tutor atau lecturer/research assistant. Yang menarik dari mereka adalah cara pandangnya yang ‘merdeka’ dan anti kemapanan. Berbeda dengan kita di Indonesia yang sering kali tidak ‘tega’ berangkat sekolah karena keluarga, mereka terlihat sangat menikmati hidup dengan keluarga yang dihidupi dengan beasiswa yang pas-pasan.
Sama halnya dengan di Australia, ada mahasiswa yang bisa bersekolah di Jerman atau Jepang dengan beasiswa semacam ini, karena hubungan baik dengan professor. Tambahan uang untuk biaya hidup bisa didapatkan dengan bekerja part time. Di Sydney, misalnya, bekerja menata buku hingga 20 jam per minggu di perpustakaan bisa digaji AU$ 18 per jam yang artinya AU$ 360 seminggu. Ini cukup untuk biaya hidup keluarga dengan satu anak di Sydney. Istri/suami yang tidak sekolah juga bisa bekerja full time dengan jenis pekerjaan yang tidak sulit didapatkan di Sydney. Kebanyakan mahasiswa Indonesia di Sydney bekerja di swalayan atau restoran dengan gaji berkisar antara AU$ 10 – 18 per jam. Pendapatan ini tentu bisa digunakan membantu biaya pendidikan.
Agak berbeda dengan di Australia, mahasiswa maupun keluarga umumnya tidak bisa bekerja jika bersekolah di Belanda atau Inggris (tergantung jenis beasiswa). Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan sebelum melamar beasiswa.

Beasiswa dulu atau sekolah dulu?
Ada beberapa jenis beasiswa seperti STUNED dan NFP di Belanda yang mensyaratkan pelamar sudah harus diterima di salah satu institusi pendidikan di Belanda. Oleh karena itu, sebelum melamar beasiswa harus terlebih dahulu melamar sebagai mahasiswa di salah satu institusi yang diinginkan. Surat penerimaan dari institusi inilah yang kemudian digunakan untuk melamar beasiswa. Aplikasi ke perguruan tinggi luar negeri, secara umum, tidak sulit karena bisa dilakukan secara online melalui website isntitusinya. Cara lain adalah dengan mendownload formulir dari website, dan mengirimkannya bersama persyaratan lain melalui pos. Di TU Delft, Belanda, misalnya, kontak pendahuluan bisa dilakukan dengan admission officer melalui email dan selanjutnya berkas bisa dikirim lewat pos. Melalui kontak pendahuluan ini, seperti yang bisa dilakukan dengan The University of Nottigham, UK (http://www.nottingham.ac.uk/), kita juga bisa menyerahkan berkas digital sehingga admission officer bisa memberi gambaran seberapa besar peluang untuk diterima. Biasanya mereka sangat membantu dan informatif. Bisa dipahami karena calon mahasiswa adalah konsumen yang akan ‘menghidupi’ mereka.
Berbeda dengan beasiswa ke Belanda, beasiswa ke Australia dan UK tidak memerlukan persyaratan diterima di institusi pendidikan. Yang harus dilakukan adalah melengkapi syarat beasiswa dan mengirimkannya ke institusi pemberi beasiswa misalnya Australian Development Scholarship (AusAID) atau Chevening. Pendaftaran ke institusi pendidikan akan dilakukan setelah beasiswa diberikan.

Apa yang Harus Disiapkan?
Yang pertama adalah kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris. Ukuran kemampuan bahasa Inggris yang diakui dan paling banyak digunakan di seluruh dunia adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language -www.toefl.org-) dan IELTS (International English Language Testing System –www.ielts.org-). Untuk beasiswa berbahasa non Inggris, misalnya Jerman atau Jepang, pelamar tidak selalu harus bisa berbahasa Jerman atau Jepang karena sebelum berangkat akan ada kursus bahasa hingga satu tahun. Sebagai gantinya, pelamar disyaratkan mampu berbahasa Inggris dengan baik.
Meskipun kemampuan Bahasa Inggris sudah bagus, seringkali tidak menjamin bisa mendapatkan nilai TOEFL/IELTS yang memenuhi syarat. Hal ini terjadi karena TOEFL dan IELTS adalah juga memerlukan kebiasaan. Seperti halnya UMPTN/SPMB, semakin kenal Anda dengan pola soalnya, semakin mudah menjawab dengan benar. Tidak jarang, menguasai trik menjawab soal juga membantu untuk meningkatkan nilai. Untuk ini, tidak ada jalan lain kecuali berlatih berlatih dan berlatih! Materi latihan bisa didapat dengan mudah di toko buku di sekitar kita.
Untuk mendapatkan beasiswa dan diterima di sebuah institusi pendidikan, rekomendasi sangatlah penting. Rekomendasi bisa diperoleh dari pembimbing skripsi/thesis dan ketua jurusan/program studi mengingat merekalah yang (seharusnya) paling tahu keampuan akademik pelamar. Rekomendasi lain bisa diperloleh dari akademisi yang mumpuni di bidang ilmu yang ingin ditekuni dengan sebelumnya membuat kontak secara intesif. Tips untuk ini adalah, rajin membaca tulisannya (bisa didapat dengan mudah di jurnal baik hardcopy maupun softcopy) dan memberi komentar melalui email kepada penulis. Adalah penting menunjukkan ketertarikan kita tentang ilmu tersebut yang ditandai dengan komentar, pertanyaan bahkan sanggahan. Seorang kawan yang sekarang belajar di Jepang mengatakan bahwa menjalin hubungan yang sifatnya personal juga membantu, terutama untuk professor di Asia.
Untuk bidang ilmu teknik di Eropa, terutama Jerman dan Belanda, skor GRE (Graduate Record Examination) kadang diperlukan. GRE (www.gre.org) adalah sebuah standar ujian untuk bidang ilmu eksakta, seperti Tes Potensi Akademik yang diterapkan di Indonesia. Sedangkan untuk ilmu manajemen diperlukan skor GMAT (Graduate Management Admission Test –www.gmat.org-). Bagi yang berniat melamar beasiswa, ada baiknya menyiapkan diri mengikuti ujian tersebut. Informasi lebih rinci tentang model, waktu dan biaya tes bisa dilihat di websitenya.

Beasiswa untuk Semua Orang
Ada yang menganggap bahwa beasiswa reguler hanya untuk dosen dan pegawai pemerintah. Ini tidak sepenuhnya salah karena memang prosentase terbesar adalah sektor pemerintah dan pendidikan. Namun bukan berarti untuk swasta dan pribadi tidak bisa. Dari pengalaman, ada cukup banyak penerima beasiswa AusAID yang pada saat berangkat berstatus sebagai ‘pengangguran’. Pada saat mendaftar mereka adalah karyawan di sebuah perusaahaan kecil menegah di Indonesia dan ‘hanya’ karena kemampuan bahasa inggris dan komunikasi yang baik, mereka mendapat beasiswa. Tentu saja akhirnya mereka keluar dari perusahaannya dan berstatus pengangguran ketika berangkat sekolah. Dari kasus semacam ini, ada juga yang menandatangani perjanjian kembali ke perusahaannya namun banyak juga yang memang tidak berniat kembali. Dari sini bisa dilihat bahwa untuk mendapatkan beasiswa, tidak harus menjadi dosen atau pegawai pemerintah. Beasiswa adalah utuk semua orang.

Lebih Jauh Tentang TOEFL dan IELTS
Salah satu dinding tinggi yang harus dilewati untuk mendapatkan beasiswa adalah TOEFL atau IELTS. TOEFL adalah sistem ujian bahasa Inggris yang terdiri dari 4 seksi ujian yaitu Listening, Structure, Reading and Vocabulary dan Writing (writing baru 2 tahun terakhir ditambahkan untuk computer-based TOEFL). Pada seksi writing, peserta tes diberikan persoalan, misalnya tetang efek negatif televisi bagi perkembangan anak, dan diminta memberikan pendapat tentang persoalan tersebut. Penulisan bisa dilakukan dengan manual maupun diketik langsung di komputer, tergantung kecepatan kita menggunakan keyboard.
Perbedaan mendasar IELTS dengan TOEFL adalah IELTS dilengkapi dengan speaking (listening, reading, writing dan speaking). Pada seksi speaking seorang perseta tes akan diwawancarai (sambil direkam) dengan tiga kategori pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah mengenai identitas diri secara umum (nama, asal, tempat tinggal, hobby, pendidikan, dll). Pertanyaan kedua adalah tentang deskripsi sesuatu yang berkaitan dengan kebudayaan atau ilmu, misalnya definisi dan fungsi suatu alat elektronik, penjelasan mengenai sebuah acara kebudayaan, makanan khas suatu daerah, dll. Pada pertanyaan ketiga peserta tes akan diminta berpendapat tentang sesuatu yang lebih abstrak misalnya tentang masa depan pendidikan, makna hari raya, makna jenis musik atau seni, analisa mengenai perbedaan system pendidikan di Indonesia dan luar negeri, dll. Skor IELTS tertinggi adalah 9 dengan nilai yang terpisah untuk masing-masing seksi dan nilai rata-rata keseluruhan. Untuk diterima di perguruan tinggi luar negeri, nilai rata-rata IELTS yang disyaratkan sekitar 6.0-7.5 tergantung bidang ilmunya.
Beberapa jenis beasiswa terutama di Negara Commonwealth lebih memilih IELTS daripada TOEFL karena dianggap lebih komprehensif. Keempat seksi yang diujikan dalam IELTS, secara formal, lebih menjamin seseorang bisa berbahasa Inggris dibandingkan TOEFL. Bentuk ujian yang sebagian besar berupa essay, bukan pilhian ganda seperti TOEFL, juga lebih menjamin hasil dan lebih independen, bebas dari kemungkinan tebak menebak.

Penutup
Informasi dalam tulisan ini masih bersifat gambaran umum. Informasi lebih rinci bisa didapat dengan mudah dari website masing-masing atau dari DIKTI (www.dikti.org) dan peguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan informasi penting sehingga tulisan ini bisa terwujud. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat memberi inspirasi bagi pembaca untuk tidak berhenti mencari dan menggali informasi lebih dalam. Selamat berburu, sampai jumpa di suatu institusi di luar negeri yang Anda impikan.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

184 thoughts on “Berburu Beasiswa ke Luar Negeri”

  1. saya pernah mendapatkan beasiswa afs ke jepang selama 1 tahun…. saya berencana melanjutkan s1 di jepang setelah lulus sma
    info ini sangat membantu sekali
    apabila ada info lebih lengkapnya tolong kirimkan ke email saya
    terimakasih

  2. Saya mahasiswa smtr 6 di jurusan Hubungan Internasional,
    sampai skrg saya masih suka bingung, soalnya kbykn situs beasiswa yg saya baca mencantumkan syarat kalau bidang studi selanjutnya (S2) yg bakalan saya ambil musti ada kaitannya sama bidang studi S1 saya sblumnya.
    Misalnya saya ambil HI nih, trus S2nya ntar saya juga musti ambil yg ada kaitan ato relevan sama HI.
    pdhl saya pengen bgt ganti jurusan ke graphic design.
    kira2 ada saran gak? apakah ada beasiswa yg memperbolehkan kita untuk ngambil jurusan yg beda sama sekali dgn jurusan yg sebelumnya kita ambil?
    thanks a lot before.
    ====
    Memang tidak mudah menemukan beasiswa yang reguler sifatnya untuk kasus seperti ini. Silahkan bergabung di milis beasiswa@yahoogroups.com Mungkin ada yang bisa membantu.

  3. Tulisan yang sangat membantu dan berguna sekali.

    saya karywan di satu kantor di jakarta, dgn pekerjan di bidang finance and accounting namun latar belakang background study saya adalah english and literature.

    saya bekerja cukup lama disini, bilamana saya mengambil beasiswa s2 jurusan di bidang translation and interpreter, apakah ini akan menjadi penghalang atu sesuatu yang bisa diprtimbanglan mengingat pengalaman saya adalah bebrbeda dgn jurusan saya?

    Terimaksih banyak atas jawabannya Bung Andi,

    salam Perjuangan’

    Nyoman

    1. Sdr. Nyoman,

      Perbedaan bidang ilmu dengan pekerjaan memang bisa berpengaruh terhadap peluang mendapat beasiswa. Meski demikian, bukan tidak mungkin kita meneruskan S2 yang berbeda dengan bidang kerja kita, tetapi sesuai dengan bidang S1 atau berbeda dengan bidang S1 tetapi berbeda dengan bidang kerja yang ditekuni. Pertanyaan penting yang akan perlu dijawab adalah: “Mau ke mana setelah S2?” Hal ini yang akan menentukan apakah S2 ini memiliki nilai strategis. Misalnya Anda mengatakan akan tetap bekerja di finance tentu menjadi penerjemah ini kurang strategis, walaupun jelas bisa saja dihubung-hubungkan.

      Intinya harus disiapkan jawaban tentang langkah ke depan, setelah S2 didapatkan. Saya kira ini juga penting, selain urusan kesesuaian S1 dengan bidang kerja.

  4. pa kabar bli? semoga tetap produktif ya…

    btw. aku mau tanya, sekarang aku lagi isi aplikasi ADS, untuk kelas master by riset. pengalaman riset ku sejak dari mahasiswa s1 sudah sering…
    prestasi terbesarku adalah presentasikan research paper di Asia Pacific Sociological Association di Bali,
    btw. gimana cara menjual CV yang baik untuk kategori ADS by research??
    rasanya penting juga, karna bli made juga alumnus ADS 🙂
    thanks

  5. Terima kasih banyak atas infonya. Tlg di beri info kalau sdh di buka lagi penerimaan beasiswa ADS tahun depan. Please, send me the info at my E-mail…..

    1. Adanya permintaan seperti ini menunjukkan tulisan di atas adalah produk gagal. Tulisan ini gagal menjelaskan bahwa seorang pencari beasiswa selayaknya adalah seorang pejuang yang gesit mencari sendiri dan tidak hanya sekedar disuapi…

  6. terimakasih pak atas infonya
    seringkali kebingungan mencari informasi/hal-hal mendasar tentang mencari beasiswa. dan ini salah satu yang mencerahkan 😀
    pak apakah erasmus mundus termasuk beasiswa reguler? saya ingin coba beasiswa ini (atau ADS), tapi mungkin tahun depan, mau belajar bahasa inggris dulu+ngumpulin modal 😀

  7. Terima ksih infonya pak, banyak membantu.

    Dewi berencana apply ADS. Tapi toeflnya masih kurang. baru 497.

    Sebaiknya dewi mantapkan kemampuan inggris dan akademis dulu kmd apply utk ads tahun depan,
    atau tetep apply ya pak.

    mohon advisenya.

    rgds,
    Dewi Ayu

  8. mas Andi yang baik, form ADSnya sangat helpful, terima kasih banyak 🙂 insya allah saya akan daftar ADS lagi tahun ini, yg tahun lalu blum berhasil :p

    mohon ijin mas, saya mau tanya tips2 untuk membuat email pertama kali ke professor di universitas di luar negeri untuk meminta letter of admission (saya berencana apply univ di jepang dan belanda yg mensyaratkan sudah diterima di univ tsb) dan saya agak bingung bagaimana mengawali kontak pertama kali dengan professor asing.

    pengalaman dan sharing mas Andi sangat encouraging 🙂

    trims dan salam kenal, Sara.

  9. Perkenalkan saya nurasmi dari pekanbaru riau mau ikutan share.
    Saya pustakawan di fakultas teknik universitas riau, pndidikan s1 saya perikanan tapi saya sudah punya sertifikat penyetaraan pustakawan dari perpustakaan nasional, sekarang saya berkeinginan melanjutkan s2 dibid. Perpustakaan melalui jalur beasiswa.. Apakah bp.bisa berbagi infonya??.
    Tapi ada hal yang mengganjal saya sekarang sudah 37 th.. Apa msh ada kesempatan saya untuk dpt meraih beasiswa tersebut?
    Terima kasih sebelumnya, maaf jd curhat ini, semoga tidak membosankan.

  10. Terimaksih sekali atas tuliasan bapak. saya sangat terbantu dengan adaanya informasi ini…

    tapi saya mau tanya…
    saya skrag semester 6 menginjak semester 7…apakah saya lgsung bisa aplly ADS atauah harus menunggu lulus dulu baru apply?
    terimaksih sebelumnya
    and mohon informasinya

    1. Sebaiknya selesaikan dulu kuliahnya karena diperlukan ijasah dalam pendaftaran. Tapi memang baik sekali kalau dari sekarang sudah menyiapkan diri untuk syarat2 yang diperlukan.

  11. thanx banget infonya…:)
    saya mau tanya..kalau beasiswa keperawatan ke amerika atau jepang gimana cara mendapatkannya? makasih

  12. thanx banget infonya..saya mau tanya..kalau untuk keperawatan ada ga ya info terbarunya? pingin lanjut kuliah.ke amerika..
    makasih ya

  13. terimakasih atas tulisan bapak…
    saya benar2 terbantu mendapatkan informasi beasiswa…
    saya pengen tanya, cara mendapatkan rekomendasi dari profesor di universitas tujuan kita bagaimana ya???
    terimakasih

  14. selamat pagi,
    infonya sangat menarik, saya ingin minta pendapat pak andi.
    saya sekarang menuntut ilmu untuk master (e-business), dan mudah-mudahan selesai bulan september ini. kemudian saya tertarik untuk mengambil master lagi (commerce) lewat jalur beasiswa ADS apakah ini memungkinkan?

    1. Secara resmi, ADS tidak membiayai orang yang sudah punya master untuk ambil master lagi, meskipun kenyataannya ada yang ‘tipu2’ dan berhasil.. saya serahkan pada Anda 🙂

  15. Dear Mas Andi,
    Hallo….
    saya penerima beasiswa fulbright tahun ini untuk program community College Initiative program.
    wah senangnya ada yang bikin blod seperti mas andi.
    saya sendiri punya blog tapi ndak sempat saya urusin saking sibuknya ama kuliah di US.

    Saya mau say hallo saja dan mengucapkan salam kenal.
    kalau boleh tukeran blogroll yok?

  16. Hallo pak Andi

    Sebelumnya perkenalkan nama saya Citra alumni S2 Geomatika UGM tahun 2009, disaat thesis sy mengikuti tes CPNS dosen di Universitas Lampung dan lulus tes, skrg saya mengajar di program studi D3 survei dan pemetaan UNILA, Sy melihat blog bpk (tema : berburu beasiswa ke LN) dan sy berminat untuk melanjutkan study S3 di Australia. Thesis yg saya tulis saat S2 berkaitan dengan penilaian tanah dan agar linier sy ingin saat S3 terkait dengan penilaian tanah juga, mohon petunjuk dari bpk apakah saya bisa mulai apply di Wollongong dengan proposal terkait penilaian tanah.
    Atas petunjuknya saya sangat berterimakasih sekali.

  17. met pagi pak andi…

    thanks banyak tas infonya. perkenalkan saya Nurjanah mhsiswa fresh graduete pada salah satu kampus swasta di Aceh. jrusan janah dengan pengalaman krja brbda, janah jurusan pendidikan agama islam. sedangkan pngalaman kerja janah sebagai pendamping/ paralegal dalam menangani berbagai macam kasus KDRT seta Kasus pencabulan anak. dengan pengalaman krja ini janah sangat tertarik untuk mengambil S2 Psikologi Pendidikan, mengingat Aceh rentan dengan trauma dan sangat minim jmlah psikolog yang ada di Aceh. apakah sesuai kalau janah ambil psikolgi Pendidikan?

    1. Dari ceritanya, saya kira cocok. Tapi silakan dilihat program tersebut di masing2 universtas di Australia atau negera lain. Kadang ada program yang mensyaratkan latas belakang S1 tertentu bagi calon mahasiswa S2. Good luck!

  18. Selamat Sore Mas Andi
    Sebelumnya perkenalkan sy Tamzil Alumni Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta..saat ini sy bekerja sebagai PNS. 2 tahun terakhir ini sy sering browsing2 dan mncari informasi tg beasiswa ke LN, dan ketemu dgn blog mas Andi..Tulisan2 Mas Andi sangat bermanfaat buat sy dan tentunya buat yg lain yg pnya smngat besar u/ dpt kuliah ke LN..

    Terimakasih Mas u/ tulisan2 mas Andi yg super, yg bersemngat dan mnyemangati..

    Berharap ini adalah awal perkenalan yg baik dgn mas Andi, dan berharapa msh bs komunikasi & mndapatkan Ilmu, Informasi dari Mas Andi selanjutnya..

    Sukses u/ Mas Andi dan buat kita semua…
    Salam,

    1. yoo-hoo!! sy alumni farmasi dr USU. saat ini bkrja di salah satu perusahaan distributor farmasi.. saya jg ada niat buat lnjut kul di LN,, slm knal y.. let’s make a goal (to make our dream comes true). *dream, believe, and make it happen*

  19. trimakasih sekali, saya seorang dokter dan berencana untuk mengambil S2 di USA barangkali mas Andi ada kenalan atau rekomendasi untuk saya ?

    trimakasih sebelumnya dan salam kenal ^_^

  20. Terima kasih banyak atas infonya,,
    Saya mau nanya,sebenernya saya berminat mengajukan beasiswa Endeavour Vocational Education and Training (VET) Awards tapi saya bingung apakah harus diterima di universitas dulu atau gimana?mohon penjelasan…

  21. Saya s1 Peternakan skg kerjax dipemerintahan (Bappeda – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) yg maw ditanyakan. Saya skg lebih tertarik untuk mengambil sesuai dg bidang kerja saya skg dibanding dg latar belakang pendidikan s1 saya. apakah boleh? misal kalaw ada Jurusan s2 itu maw ngambil tentang teknik/ manajemen yg berkaitan dg perencanaan pembangunan wilayah… Share ya. 🙂

  22. Terima Kasih Pak? atas sharingnya semoga Bapak makin sukses dan tercapai apa yg diimpi2kan ..
    Pak mengenai scholarship S3, saya masih berusaha mencapainya untuk Australia masih adakah yg Full (plus cost of living) dan terutama untuk saya yg 44th 🙂
    Thanks Pak,

  23. Thanks buat infonya..
    Semoga tidak bosan2nya memberikan info tentang beasiswa dan juga berbagi pengalaman yang ada..

    Yang ingin saya tanyakan, apakah memungkinkan dengan latar belakang kampus STMIK bisa mendaftar beasiswa? Saya seorang PNS di daerah Manado.. Karena saya dengar2 hanya diperuntukkan beasiswa bagi kampus negeri…

    Thanks..

  24. Terimakasih banyak untuk posting motivatornya pak.
    Saya juga ada pertanyaan pak. Saya bekerja di salah satu BUMN keuangan non perbankan. Sedangkan S1 saya planologi. Sampai sekarang masih ragu memilih jurusan yang tepat untuk kedepannya kalau mencari info beasiswa. Yang pasti saya tidak akan meninggalkan perusahaan yg telah membesarkan saya. Bolehkah Bpk memberikan gambaran jurusan yang memungkinkan untuk bidang ini?
    Tlg dibls via email aja ya pak,agar saya bisa memberikan gambaran pekerjaan saya.
    Terimakasih banyak sebelumnya.
    Alex

  25. Semangat Pak… Terus menebar kebaikan.. Saya akan mendaftar ADS tahun ini… Saya Fuadi dari Bima-Nusa Tenggara Barat… 🙂

  26. inFo.a bgus bnget ,. ngena gitu ,. hhe

    Bli andi ,. kok beasiswa untuk S1 ndak ada ya ,. ??? aku kan baru lulus smk trus mau Lnjut bachelor of human nutrition di La trobe ,. Aussie ,. tpi kok kbnykan bEasswa.a buat S2/S3 sii ???? bantu aku kasih tau beasiswa untuk S1’y dong Bli ,. :))

  27. pak Andi, tahu nggak info tentang beasiswa PRESTASI dari USAID?
    apa bapak punya application formnya yang dalam bentuk word?
    atau kalau bapak tidak keberatan, sebenarnya bagaimana sih cara merubah file pdf ke bentuk word? saya butuh infonya pak, karena saya berniat apply ke sana, tapi reference letter harus saya dapatkan dari pembimbing S1 saya yang di luar kota, jadi akan memudahkan beliau jika saya punya file word-nya, agar bisa dikirim balik ke saya.
    Terima kasih infonya pak Andi…

  28. salam kenal mas made.
    sy mau nanya.saya mahasiswa s1 manajemen uns solo..umpama ntar ngambil program s2 beda jrusan bsa ga ya?
    sya dr dlu trtarik tntg ksehatan ato mnjemen rmh sakit.dnger2 ada yg bilg boleh ada yg enggak
    trims 🙂

  29. udah sempet nutup buku utk kulian ln, tapi nemu blog ini jadi ngerasa terpacu.
    1. Bli, ada pertimbangan gak kalau qta S1 dan S2 cuma di dlm negeri??? takutnya didahulukan yang tamatan LN???
    2. Bli, karena sudah sempet mengubur impian jadi lupa ma english. baiknya sekarang fokus ningkatin bahasa dulu atau nyari topik disertasi dulu??? (takutnya udah semangad belajar english, eh topik kagak nemu)
    3. Bli, simpelnya beda antara tesis and disertasi gmn??? (buat jadi panduan nyari topik)
    suksma…..

  30. Thanks bangat infonya mas made…
    Saya sdh 2 thn ini mempersiapkan diri tuk dapat skor toefl yg terbaik…karna ingin coba ADS…tapi selama ini juga selalu bimbang….Is it right? mengingat usia sdh 37 thn dan anak sya thn depan SMP.
    Sy PNS…sy ingin mencoba karena ADS memberi syarat sampai usia 40 thn. Mas made klo boleh tahu mungkin ngak membawa anak SMP..jika kita lulus ADS???
    Mungkin ngak bawa pengasuh anak dr indonesia jika kita lulus ADS? Trimakasih mudah2an mas made bisa memberi jawaban…..karena sy sedang mencari informasi ini…

  31. salam kenal pak andi…saya yanti dari Surabaya..tahun ini saya mau mencoba apply ADS master by coursework. Apakah saya juga butuh surat rekomendasi?terimakasih

  32. Selamat malam Pak Made, senang sekali mendapatkan blog anda, salam kenal terlebih dahulu, saya Eunike 26 thn, saya dulu ambil D3 Teknik Radiologi di Yogyakarta, lulus tahun 2006, setelah itu saya bekerja di Bagian Radiologi tentunya sebagai Radiografer di RS Swasta di Jakarta, sambil bekerja saya meneruskan kuliah S1-Ekstensi di Fisika Medis FMIPA Universitas Indonesia, dan pertengahan feb 2012 ini saya sudah di wisuda. Saya sangat tertarik untuk ambil program ADS ini, dan sekarang sedang ‘mau’ belajar IELTS. Saya tertarik di UWA untuk course work Master jurusan Medical Physics Faculty of Life and Physical Sciences. Yang ingin saya tanyakan, apakan saya bisa ikut program beasiswa ini mengingat saya dari program alih jalur D3? dan jika nanti saya di terima (saya aminin dahulu) apakah tidak masalah dengan pihak pemberi beasiswa jika saya berhenti bekerja? Informasinya sungguh saya harapkan. Terimakasih sebbelumnya Pak Made. GBU

      1. oh iya.
        di ads juga ada yg u/ undergraduate kan. saya mau apply bachelor of dental science (tapi 5 tahun)
        apa sya bisa lsg dpt beasiswa kalau thun dpan (juni 2013) baru lulus
        soalnya disebutkan di scholar handbook ada pre course english dan persiapan lainnya, itu dilaksanakan kapan ya? padahal pemberangkatannya agustus. maaf pak byk pertanyaan. maklum masih pemula.
        tx buat jawabannya.

  33. Makasiy Pak Andi, infonya bermanfaat sekali, saya bersyukur ada orang baik sepeti Pak Andi yang mau berbagi info dan tips juga triknya… saya juga mau menambahkan sedikit info bahwa ada juga beasiswa rutin dari Pemerintah Taiwan setiap tahunnya dengan dateline setiap 31 Maret, fully funded, bisa dicek ke http://www.teto.or.id … sukses selalu Pak!

  34. Pak Andi,
    Apakah ADS menerima applicant dengan pendidikan D3. Karena saya pernah dengar program master di bbrp universitas di Australia menerima applicant dengan pendidikan D3.
    Terima kasih info nya

  35. salam kenal Pak Andi.. saya mau bertanya untuk program ADS bagi pelamar “private individual” dan bukan dari institusi pemerintah, apakah juga perlu mempunyai surat rekomendasi misalnya dari universitas? apakah ada/ tidaknya surat rekomendasi dari universitas tersebut akan mempengaruhi eligilibilitas ‘application form’ yang akan kita kirim, karena secara tertulis tidak ada syarat/keharusan untuk menyertakan surat rekomendasi. Terima kasih untuk infonya

  36. salam kenal pak Andi, bermanfaat sekali.. terima kasih atas keinginannya untuk berbagi 🙂 sya ingin bertanya apakah benar bahwa peluang mendapatkan beasiswa ads ini akan semakin besar apabila applicant mempunyai record pengalaman bekerja di LSM dan sejenisnya? jika ya.. seperti apa penjelasannya ? terimakasih..

  37. pak andi saya mau tanya yang sub judul bapak “Lebih Jauh Tentang TOEFL dan IELTS” ada kata2 bpk yang kurang saya mengerti ini bapak
    “nilai rata-rata IELTS yang disyaratkan sekitar 6.0-7.5 tergantung bidang ilmunya”,,apa maksudnya tergantung bidang ilmunya??,,trimakasih sebelumnya pak,,^^

    1. Syarat bahasa Inggris memang tergantung bidang ilmu kita. Biasanya bidang ilmu sosial mensyaratkan TOEFL/IELTS lebih tinggi dari Teknik. Hukum, misalnya mensyaratkan 7 sementara teknik cukum 6,5 untuk IELTS. Thanks

  38. wooow….sangat membantu sekali khususnya bagi saya yang sedang ingin melamar beasiswa tapi tidak tau apa2, terima kasih sudah mau berbagi info yang semakin menambah semangat untuk berburu beasiswa
    Sukses selalu…Gbu

  39. pak andi, saya seorang guru pns, tapi mengajar di sekolah menengah kejuruan. saya sudah pernah berkali2 mencari, namun kesulitan saya karena status pns. apa bapak punya pengalaman atau mungkin masukan dan trik yang bisa di bagi dengan saya. terima kasih sebelumnya.

  40. Maaf mengganggu bli,
    Saya dari Bali juga,
    Saya sekarang sedang kuliah di fakultas kedoktern di slh satu perguruan tinggi negeri,
    Smenjak sma saya memang berniat melanjutkan study khisusnya ke australia, namun jurusan yang saya inginkan (kedokteran) sangat sulit sekali menemukan beasiswa yang pantas,
    Tapi saya ingin melanjutkan s2 saya disana, saya masih belum mengerti mekanisme beasiswa ini,
    Lalu, saya sendiri bukan orang yg cerdas, sehingga terkadang saya merasa saya tidak akan bisa

  41. Salam kenal,Pak. Saya awalnya follow twitter Bapak krn tertarik dgn batas geografis negara dikaitkan dgn hukum laut internasional yg sering Bapak bahas di twitter dan kebetulan saya juga mengambil mata kuliah hukum laut internasional.

    Saya baru lulus bulan Agustus 2012 kemarin,Pak,dan sangat berminat untuk meraih beasiswa AusAID. Terimakasih banyak,Pak,untuk sharing dan panduan yang Bapak berikan.

  42. Luar biasa infonya, snagat memotivasi Pak. Mulai bulan depan saya harus keluar dari kantor saya dan fokus menguasai bahasa inggris, karena TOEFL saya masih 3 angka lagi menuju 500, hmmm mau tanyabtw, apakah ITP TOEFL dapat menjadi syarat administrasi pak ? thanks

  43. Pak Andi, saya mau tanya, apakah yang dimaksud TOEFL dalam syarat administrasi ADS S2 tersebut juga termasuk score ITP TOEFL ? thanks alot pak 😉

  44. pak andi, saya mau tanya… yang di field of study itu sudah nama jurusannya atau jurusan yang kita pilih berkaitan dengan field of study? trimakasih pak… maaf penalaran saya kurang.. hehehe.. God Bless

      1. trimakasih banyak bapak sudah mau membalas coment saya.. 😀
        maksud saya beasiswa ADS. saya berlatar belakang keperawatan, saya sangat ingin menjadi pengajar. apabila saya memilih investing in people dengan field of study education and training, apa boleh saya memilih jurusan master of nursing? atau menurut bapak apa yang cocok? trims pak, bila ada kesempatan mohon balas coment saya. God bless..

  45. Alhamdulillah pak andi atas infonya, saya berlatar belakang seorang guru smk teknik bangunan, S1 saya memang sarjana pendidikan, apakah audsaid menerima jurusan yang berkaitan dengan pendidikan juga misalnya menejemen pendidikan, dan universitas mana yang fokus dengan kependidikn ? kalo ada wktu mohn di jawab.

    1. Menerima. Banyak universitas yg fokus ke sana. Hampir semuanya punya program terkait pendidikan tetapi saya tidak berani merekomendasikan karena saya tidak paham kualitasnya. Silakan cari dan gunakan tips mencari universitas/jurusan di blog ini.

  46. Infonya sangat bermanfaat. walaupun saat ini saya masih kelas 2 SMA tapi saya sudah sgt tertarik buat berburu informasi tentang beasiswa ke luarnegri dan juga sangat tertarik dengan artikel yang bapak tulis……..Di tunggu artikel nya yang lain.

  47. Trima kasih banyak. tulisan yang sangat bermanfaat..
    Salam kenal, Saya Mahasiswa S1 jurusan Pendidikan matematika (sedang menyelesaikan tugas akhir) yg punya mimpi melanjutkan S2 ke negeri kangguru pada bidang Education. Dan Universitas yg ingin saya buru adalah Flinders University, Adelaide, Shout Australia.. Kira-kira Flinders bekerja sama dengan AAS gak ya??? klo iya, wah asik donk, saya punya peluang.. 😀

  48. Senang sekali bisa membaca tulisan anda, menambah wawasan saya dan saya tertarik ingin mendapatkan beasiswa di luar negri. Saat ini saya sedang menyelesaikan S1 saya di jurusan Akuntansi. Yang ingin saya tanyakan, apakah jika apply ADS namun kampus yang saya jalani sekarang bukanlah universitas terkemuka di Indonesia, nilai saya kelak akan tetap diakui ? Yang kedua, masalah visa. Mana yang lebih dulu, keterima beasiswa baru apply visa atau sebaiknya apply visa dari sekarang ?

  49. trimakasih pak andi .. info ini sangat bermanfaat dan bisa memotivasi saya,… saya mhasiswa semester akhir yng kmungkinan lulus tahun ini,dri universitas mataram,, apakah bapak bisa merekomendasikan informasi untuk saya seputar ADS…mengingat jurusan saya adalah pendidikan bahasa inggris….

  50. informasinya sangat membantu, semoga lebih berproduktif dan menambah wawasan untuk orang banyak lagi untuk ke depannya pak andi,

    saya mau bertanya pak, saya mahasiswa semester petama di salah satu universitas swasta di jakarta, tapi berniat untuk mengambil s1 di luar negri, apakah tahun depan saya bisa melanjutkan study ke luar negri, dan negri manakah yg memberikan mayoritas “kursi” beasiswa untuk s1? terima kasih ,,

  51. Saya lulusan D3 di Fakultas MIPA UGM Yogyakarta, sekarang sedang melanjutkan kuliah di salah satu Universitas swasta di Surakarta, Insya Allah lulus tahun depan (amien) …. dan saya bekerja sebagai PNS, apakah mungkin beasiswa di luar negeri saya dapatkan , karena S1 saya dari Universitas Swasta ??
    Untuk para PNS yang ingin mendapatkan beasiswa S2 Teknologi Informasi di UGM Yogyakarta silakan buka : http://www.mti.ugm.ac.id

  52. terima kasih banyak pak 🙂
    semoga kelak suatu hari, saya bisa bercerita banyak tentu yg bermanfaat seperti bapak ….
    saya baru semester 3, tapi udah semangat bgt lanjut S2 di Aussie..
    terinspirasi 🙂

  53. Maaf bli Andi ,
    Saya mau tanya bisakah saat kita apply shcolarship dari ADS yang sekarang berubah menjadi Australia Awards , kita memilih 2 Universitas sekaligus ? dengan maksud 1 universitas Main dan Universitas ke 2 Optional, seperti misalnya :
    – pilihan pertama QUT
    – pilihan kedua University of Queensland

    atau membutuhkan form terpisah untuk apply ke kedua universitas tersebut?
    mohon pencerahanya,,

  54. Thanks very much for your amazing writing, sir. It inspired more and more to go for the Australia Awards Scholarship.
    Satu pertanyaan pak, slh satu aset paling berharga saya adalah kmmpuan bhs inggris, skor toefl dan ielts saya yg terbilang ckup tinggi (620 dan 6.0). Namun ipk saya biasa2 aja (3,05). Saya adalah fresh graduate lulusan Psikologi USU dan blm bekerja. Apakah nilai akademik dan pengalaman kerja berperan penting dalam penerimaan beasiswa?
    Your thoughts and comments would mean a lot. Thankyou 🙂
    Gbu

  55. Trimaksh atas infonya pak andi. Sy mhs smt 8, dari Bali. Ingin aplly beasiswa s2 ke LN. Smg bisa menyusul kesuksesan pak Andi. Astungkara,

  56. Pak Andi, saya ingin menanyakan tentang surat rekomendasi. Pembimbing Akademik saya sewaktu kuliah S1 sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu, dan beliau juga adalah Pembimbing saya sewaktu penyusunan skripsi S1. Saat ini saya sudah bekerja, apakah kedua surat rekomendasi bisa saya minta dari atasan saya di kantor Pak? Terima kasih.

  57. Selamat malam bli Andi, terimakasih infonya sangat bermanfaat..

    Bli, sy mohon maaf sebelumnya sy kuliah (S1) jurusan akuntansi namun sy bekerja tdk berhubungan dengan study sy, sy bekerja sebagai beautian di klinik kecantikan wajah. apabila sy ingin lanjut S2 di luar negeri, menurut bli Andi jurusan apa yang tepat untuk sy? Mohon dibantu bli.

    Terimakasih atas bantuanya, Semoga sukses selalu.

  58. pak andi, terima kasih atas infonya
    saya vera dari bali..
    pak, apakah semua beasiswa menyaratkan pengalaman kerja terlebih dahulu?? karena mengingat sekarang saya sudah semseter 5, sulit bagi saya untuk bekerja sembari berkuliah pak.
    mohon tanggapanya

  59. saya jadi semakin bersemangat mewujudkan impian saya untuk memberikan perubahan besar bagi Indonesia dengan cara kuliah ke luar negeri,,, terima kasih informasinya pak Andi Arsana

  60. membaca tiap kalimat tulisan ini benar2 semakin menarik minat saya untuk studi ke luar pak. terimakasih banyak sudah memberi info yg begitu detail..hehe..
    tapi, saya lulusan jurusan pendidikan pend. agama pak, apakah mungkin ada peluang untuk melanjutkan studi ke luar negri seperti australia? ada dua bidang yang bisa saya petakan dari jurusan saya, yaitu fokus dalam ‘pendidikan’nya dan islamic studiesnya. bagaimana menurut bapak? dari latar belakang studi s1 saya, apakah saya memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan beasiswa luar negri, terutama ADS?
    sblumnya mohon maaf dan terimakasih yang sebesar-besarnya 🙂

      1. Maaf bli nanya lagi hehe.. barusan sy baca di website aas indonesia.. kalo program master gak ada request tuk recommmendation letter.. kecuali tuk prog. Doctor..benar seperti itu y? Kalo kita lampirkan srt rekomendasi tuk prog. Master apakah akan jadi nilai plus?

  61. maaf, saya dari prodi pendidikan IPA, apakah ada universitas luar negeri yang dapat menerima lulusan dari prodi saya tersebut?

  62. Bli Andi, ini Putu dari Univ Udayana. Tempo hari kita ketemu di acara seminar di CIP. Saya dapat unconditional offer dari Durham Uni untuk Oct 2016 intake. Pendaftaran Dikti udah tutup, beberapa hari lalu saya daftar LPDP untuk Univ Canterbury NZ karena duluan dapet unconditional offer dari uni itu. Untuk S3 ke UK, beasiswa apa yang ada selain Dikti ya bli? Mohon pencerahannya agar saya tidak terus-terusan dikenal sebagai kolektor LoA tapi gak jadi-jadi berangkat. Trims

  63. Halo, Bli Andi..
    Saya berlatar-belakang musik dan ingin melanjutkan sekolah (program master) ke Jerman, nah pertanyaan saya adalah: apakah jalur DAAD hanya dikhususkan untuk para dosen atau pegawai pemerintah? ulasan tentang pengkhususan tersebut saya dapati di beberapa artikel, semoga tidak demikian adanya, Terimakasih.

  64. Selamat malam bli, saya lulusan d3 Radiologi, apakah ada rekomendasi untuk dapat berkuliah di luar negeri? Saya berminat di negara belanda atau australia

  65. Saya pustakawan di SMA Swasta di Aceh. Apakah saya bisa melanjutkan S2 di Australia dengan beasiswa AAS, dikarenakan jurusan saya tidak ada dalam prioritas yg ditawarkan oleh AAS.
    Mohon penjelasannya. . .

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s