Lulusan luar negeri


Made Kondang yang udik suatu hari sempat satu kereta dengan beberapa orang lulusan luar negeri. Entah mimpi apa Kondang malam sebelumnya, dia tidak pernah membayangkan akan ada di kereta tersebut dengan orang-orang hebat itu. Kondang, seperti biasa tidak banyak omong, terutama karena tidak tahu harus berbicara apa. Membanyangkan kehebatan orang-orang di sekitarnya saja Kondang ciut nyalinya. Singkat kata, Kondang terdiam, tunduk mati kutu karena minder.

“Gua walaupun sekarang tinggal di Kota Tengah, di Kota Pinggir tetap punya kos-kosan. Soalnya Gua paling gak betah tinggal sama sodara-sodara gua. Resek semua orangnya. Paling banter gua kuat bertahan 2 minggu doang, abis itu pasti berantem kerjaannya. Terus gua pasti ngabur deh ke kos gua. Males banget gua ama mereka.” salah satu lulusan luar negeri itu menumpahkan kehebatannya dalam berkata-kata. Kondang menyimak tapi tetap terdiam. Betapapun berusaha keras dia mencoba, tak semua kata-kata itu dia mengerti.

“Kalau aku sih tinggal sama ortu, gak kos. Tapi masalahnya bapak gua suka resek orangnya. Dia kan udah pensiun tuh, kerjaannya main piano mulu. Aku kan jadi terganggu. Udah gitu, pakai nyanyi-nyanyi lagi. Mending suaranya bagus, lumayan. Ini, gak sama sekali deh! Gua sering kesel tuh di rumah kalau dia udah main piano.” seorang lulusan luar negeri lain menimpali. Nampaknya isi pembicaraan mereka sama walau Kondang tidak begitu paham. Tapi Kondang tetap diam.

“Di rumahku yang paling nyebelin tuh, Ibuku. Dia sukaaaa banget tanya-tanya. Apa aja ditanyain. Pokoknya suka banget deh ngobrol yang gak penting. Suka tanya inilah, tanya itulah, ngobrol anulah. Sebel pokoknya. Gua sering bentakin tuh, “eh gua kan lagi baca, entar aja deh tanya-tanyanya”. Sebel gak sih?” orang ketiga juga tidak kalah seru memamerkan kepandaiannya merangkai kata-kata. Singkat kata Kondang takjub dan terkesima. Ternyata setelah lulus dari luar negeri itu bisa hebat ya. Bisa memaki ibu, membentak ayah dan bertengkar lalu kabur dari sodara. Memang lulusan luar negeri ini memiliki kepribadian yang hebat. Kondang bergumam….

Kondang tiba-tiba ingat dengan anak perempuannya. Entah apa alasannya, Kondang rasanya tidak ingin membiarkan anaknya sekolah ke luar negeri.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s