Kemaren sore aku berkumpul di ruang terhormat itu, bersama para guru. Mereka hari ini berbeda dari yang aku kenal sepuluh tahun yang lalu. Mereka kini tidak lagi bercerita tentang segitiga siku-siku yang istimewa, tidak juga tentang diagram rumit yang menggerahkan. Hari ini mereka berbicara tentang seorang murid perempuan. Murid yang selalu duduk di depan ketika kelas berlangsung dan menyingkapkan roknya sehingga terpamer keindahan. Para guru kini bercerita tentang panasnyanya ruangan kelas karena keindahan sang murid yang memang menggoda. Para guru juga manusia, pikirku.