Jika ada sakit yang ingin kurebut dan kumiliki, pastiah itu sakitmu. Bukan karena aku mencintai sakit itu tetapi karena cintaku kepadamu yang tak tertahankan. Menyaksikan lemas tubuhmu yang disarangi penyakit adalah penyakit sejatiku. Karena itu ingin kugantikan tubuhmu menjadi sarang bagi sakitmu.
Apa dayaku, aku bukanlah sang pengatur bagi hidupmu. Dengan tangis jauh di dasar hati, terpaksa harus kusaksikan juga deritamu. Menringkuk di bangsal rumah sakit serba putih, nafasmu adalah gelisahku. Setiap gerakmu adalah kekhawatiranku, karenanya ingin selalu kugantikan. Apa daya aku tak berhak. Tapi jangan ragu, aku akan mendampingimu menjalani ujian ini, hingga tamat kauselesaikan pelajaran.