Sederhana


Sebenarnya sederhana saja. Kamu menghormatiku sebagai ayahmu karena aku menhormati kakekmu sebagai ayahku. Kamu menghargaiku sebagai gurumu karena aku juga seorang murid yang menghargai guruku. Aku mengerti rasanya menjadi anak karena aku juga memiliki ibu sepertimu.

Kita menjalani peran yang sama pada saat yang tidak jauh berbeda, tidak ada yang harus saling digurui. Jika kebetulan aku menjadi pujaanmu, itu karena ketulusan cintaku juga kuserahkan pada idolaku. Menjadi ayah atau anak, guru atau murid, pemuja maupun idola, hanyalah soal waktu. Saatnya nanti, aku akan menyembahmu seperti engkau pernah berlutut di kakiku.

Advertisements

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Sederhana”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s