Aku gagal!


[waktunya menasihati diri sendiri]

Terlalu sering rasanya mendengar bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Runyamnya lagi, kata-kata itu sering terlontar bahkan dari mulut sendiri ketika dengan dagu terangkat menasihati kawan yang sedang kesusahan. Sekarang, kata-kata itu tiba-tiba menjadi bumerang yang tajam, ganas menghujam hulu hati.

Ya, aku telah merasakan kegagalan itu. Dan kali ini, datang bertubi menderu seakan tak berniat memberi ampun. Menerima kegagalan, tanpa ditanya lagi, sangat menyakitkan. Kesal, dongkol, dan semua perasaan negatif lainya tumbuh dengan suburnya. Tabiat malas menjadi sangat mudah muncul, sifat iri seperti meluap dan mau tumpah tak terkendali. Dengki pun menjadi sahabat kesaharian. Keindahan serentak menjelma menjadi kekacauan, senyum tiba-tiba menjadi cibir dan belas kasihan beralih menjadi hinaan. Ketika kegagalan datang, cinta pun seakan tidak kuasa dan berubah rupa menjadi benci tak tertahankan.

Sebegitu dahsyatkah kegagalan yang memporak-porandakan kebenaran umum yang selama ini nyaris sempurna berlaku tanpa cacat cela? Ya setidaknya itu yang terjadi bagi sang aku yang tidak akrab dengan kegagalan. Jika ada orang yang terpuruk paling lama karena kegagalan kecil, orang semacam inilah yang menempati urutan pertama. Keberhasilan yang memanjakan telah membuatnya lupa belajar dan lupa menyiapkan diri menjadi hina dan terdesak.

Apa yang bisa dilakukan sekarang?
Setelah merenung cukup lama, membiarkan badan dan pikiran terbuai oleh hari yang bergerak malas, akhirnya hanya ada satu jalan yang paling tepat, bangkit! Ya benar, istilah klasik itulah yang dengan terpaksa ditemukan kembali. Jika memang benar ada nasihat paling ampuh untuk membalik kegagalan menjadi keberhasilan yang sempat tertunda, barangkali inilah saat yang tepat menasihati diri sendiri.

Tidak ada yang jatuh dari langit, semua harus diperjuangkan. Benar kata pepetah lama, tidak ada cara yang paling ampuh untuk betah di rumah selain mencoba lebih lama tinggal di dalamnya.

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

4 thoughts on “Aku gagal!”

  1. Bangkit? Yak bener banget Bli, yg terpenting saat gagal atau saat jatuh, bukan sisi ‘sedihnya’, tapi gimana sesudah itu kita bisa bangkit dan melompat lebih tinggi πŸ˜€ MERDEKA!

Leave a reply to dodY Cancel reply