[peta di internet]
Internet telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Dunia maya, begitu kerap orang menyebutnya. Di dunia maya, banyak urusan terselesaikan. Mulai dari surat menyurat, hingga hal-hal klasik seperti mendapatkan jodoh, semuannya mungkin dilakukan.
Jika Anda membutuhkan petunjuk tentang lokasi suatu tempat, di dunia maya pun ada peta atau informasi spasial (keruangan). Peta di Internet sekarang mulai populer dan banyak digunakan. Peta ini tentu saja bukan peta statis yang hanya berupa gambar di website, tetapi peta interaktif yang bisa ”ditanyai”.
Peta yang sifatnya statis berupa gambar yang dipampang di halaman web bukanlah hal baru di internet. Peta semacam ini biasanya hasil digitasi peta analog (peta kertas) melalui proses pemindaian (scanning) sehingga dihasilkan file citra (image) tertentu (JPEG, GIFF, BMP, dll.). Peta semacam ini cukup untuk memberikan informasi tentang lokasi suatu tempat dan posisi relatifnya terhadap obyek-obyek di sekitarnya tetapi tidak memungkinkan pengguna berinteraksi dan mengajukan pertanyaan (query) yang spesifik.
Yang kini semakin populer tentu saja bukan peta yang statis melainkan peta interaktif. Beberapa situs peta interaktif ini bahkan bisa memberi petunjuk jika kita ingin pergi kesuatu tempat, termasuk menentukan jalur/lintasan efektif.
Salah satu situs peta interaktif adalah Multimap.com, sebuah situs peta online paling populer di Eropa. Meski keluaran Eropa, situs ini memuat peta seluruh dunia, hanya saja dengan ketelitian yang tidak sama. Eropa dan Australia, misalnya, tentu saja jauh lebih detail dibandingkan peta Pulau Jawa. Jika untuk Sydney, kita bahkan bisa mencari sampai level gang (lane), untuk Indonesia kita hanya bisa mencari nama kota/kecamatan seperti Klaten (Jawa Tengah), atau Penebel (Tabanan, Bali). Situs ini juga menawarkan fitur pencarian alamat rinci untuk kawasan Great Britain dengan dukungan peta dari Ordnance Survey’s (semacam Badan Koordinasi Survey dan Pemetetaan Nasional kita). Sayang sekali beberapa fasilitas semacam ini hanya bisa dinikmati dengan cara berlangganan dan tidak gratis. Selain peta garis, Multimap juga menampilkan peta foto hasil pemotretan udara.
Di Indonesia, meskipun belum ada situs peta interaktif yang selengkap Multimap, ada yang sudah cukup bagus seperti Cybermap.co.id dari CBN. Cybermap memungkinkan pencarian hingga level jalan untuk beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Bogor, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang. Situs ini juga dilengkapi dengan lokasi pelayanan publik seperti rumah sakit, institusi pendidikan, ATM, dll. Jika ditambahkan data peta untuk kota-kota lain di seluruh Indonesia, cybermap tentu menjadi situs peta interaktif yang sangat bermanfaat.
Selain cybermap, ada juga Indobizmaps.com. Indobizmaps adalah situs pemetaan interaktif yang diprakarsai PT Sumberdaya Komtelindotama – SDK Jakarta. Fitur gratisnya memungkinkan pengguna melakukan pencarian sampai level jalan, walaupun belum sampai alamat rinci, untuk JADETABEK dan Bali (data daerah lain belum ada). Sayang sekali cikal bakal karya yang bagus ini nampaknya tidak dikelola dengan baik sehingga beberapa fitur tidak berfungsi maksimal.
Di negara tetangga seperti Australia, ada situs peta interaktif yang sangat bagus dan lengkap. Salah satu yang sangat populer adalah Whereis.com. Whereis merupakan situs pemetaan web dan pelayan berbasis lokasi (location-based service) yang memungkinkan pencarian alamat rinci dan bahkan menentukan lintasan efektif. Jika Anda ingin tahu lokasi rumah teman Anda di Sydney atau lokasi universitas yang akan dituju, anda bisa melakukan kunjungan virtual melalui Whereis. Jika sudah ada di Australia dan ingin pergi ke suatu tempat di Australia, maka Anda bisa memanfaatkan fasilitas map and direction search dan memasukkan alamat asal dan alamat tujuan. Whereis tidak hanya menunjukkan lintasan pada peta tetapi juga keterangan tertulis rinci yang menjelaskan ”di mana harus berbelok ke mana” dan perkiraan waktu tempuh masing-masing segmen jalan. Sangat informatif. Bagusnya lagi, semua fasilitas canggih ini bisa dinikmati dengan gratis dan bahkan tanpa menjadi pelanggan (subscriber).
Situs serupa juga ada di Singapura, Streetdirectory.com.sg. Situs ini memungkinkan pencarian alamat rinci, pencarian gedung, dan bisa juga menentukan lintasan/routing dari satu tempat ke tempat lain.
Masih berhubungan dengan aplikasi spasial, beberapa bulan terakhir, google muncul dengan terobosan yang fantastis: Google Earth. Google Earth adalah aplikasi yang memadukan ketersedian data spasial (citra satelit, foto udara, peta garis) yang memadai dengan teknologi komputer grafis yang mengagumkan. Keduannya dikawinkan dengan algoritma pengelolaan database yang handal sehingga terciptalah miniatur planet bumi yang memungkinkan kita menjelajah bumi dari depan komputer. Google Earth bisa didownload dengan gratis di earth.google.com dan diinstal di komputer pribadi. Untuk menggunakan fitur Google Earth, Anda harus terhubung ke Internet dengan koneksi yang memadai. Telah dicoba, koneksi dengan dial-up cukup untuk menikmati kecanggihan Google Earth.
Anda bisa melakukan perjalanan virtual mengunjungi tempat-tempat terkenal di dunia dengan sekali klik. Animasi yang memukau akan membawa anda seakan terbang melintasi belahan bumi dan kemudian menukik turun menuju tempat yang ingin dituju. Cobalah terbang mengunjungi Sydney Opera House di Australia, kemudian melesat ke Grand Canyon, USA, lalu sekejap kemudian melayang ke Istana Kaisar Jepang di Tokyo. Semuanya seakan nyata, seperti melihat alam dari pesawat yang terbang rendah. Sangat menakjubkan.
Sayang sekali, data citra satelit untuk Indonesia tidak sedetail data Amerika atau Australia. Jika anda mencoba berkunjung ke University of New South Wales, di Sydney, Anda akan melihat dengan jelas gedung-gedung bahkan jalan setapak di dalamnya. Anda juga akan melihat dengan jelas taman-taman dan lapangan olah raga yang ada di sana. Tetapi ketika Anda mencoba melacak Universitas Gadjah Mada di Jogja, tentu saja yang Anda dapatkan tidak sedetail itu.
Siapa di balik semua itu?
Menikmati kecanggihan teknologi spasial dengan peta, citra satelit, foto udara dan sejenisnya memang sangat menyenangkan. Tetapi pernahkan Anda berpikir, siapa di balik semua itu? Ini adalah pertanyaan penting yang mengarahkan kita, bangsa Indonesia, untuk tidak saja bisa menikmati tetapi menciptakan teknologi serupa.
Adalah ilmuwan spasial (geodesi, geografi) dan jagoan-jagoan pemrograman komputer (informatika dan ilmu komputer) yang berada di balik suguhan teknologi mengagumkan itu. Ilmuwan spasial adalah mereka yang mendalami pemetaan, penginderaan jauh (remote sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan Global Positioning System (GPS) sehingga memahami dengan matang konsep penentuan posisi di permukaan bumi. Ahli permrograman komputer bertugas menerjemahkan algoritma rumit penentuan posisi, database dan sistem informasi untuk kemudian mewujudkannya menjadi aplikasi yang handal dan mudah dipakai.
Sudah cukup lama Indonesia memiliki lulusan bidang ilmu spasial dan komputer, semoga aplikasi-aplikasi spasial semacam ini akan segera kita ciptakan sendiri.
Saya mau tanya saja, soalnya di google earth belum tampak jelas daerah2 yg saya butuhkan. apakah sudah ada foto udara yg free untuk seluruh daerah di indonesia.