Surat untuk Kopral Jono


[saatnya bersahabat kembali]

Pak Kopral, hari ini seperti biasa saya menulis lagi. Kali ini saya menulis untukmu, Pak Kopral yang telah lama bahkan tidak pernah saya mimpikan, apalagi pedulikan.
Pak Kopral, sore kemaren saya melihatmu dari kejauhan mengangkat puing akibat bencana Nias. Lusuh berbaju loreng di bawah terik matahari mengais dan mencari-cari kepala, tangan, kaki dan jiwa yang barangkali bisa diselamatkan. Saya merasa harus berterima kasih.

Pak Kopral, saya sadar terlalu banyak meremehkan dan merendahkanmu selama ini. Terlebih bangsa ini yang secara sadar telah melucutimu di depan khalayak. Mungkin benar kiranya, ini buah dosamu di masa silam. Tapi saya seperti terpanggil untuk memaafkanmu. Di saat negeri ini panik tercerai-berai karena ancaman negara tetangga, tiba-tiba saya ingat kepadamu. Engkaulah barangkali yang kami andalkan menjaga pintu-pintu negeri ini agar tidak bobol oleh keserakahan negeri seberang, sekaligus tidak rapuh oleh air kencing kami yang sering kali tidak santun. Ketika perang di depan mata, kami ingin memintamu untuk menjadi tameng. Ketika ancaman sudah melingkupi seluruh negeri, tiada tempat mengadu yang tepat kecualimu.
Maafkan kami yang telah melucuti senjatamu, dan membuatmu terkebiri oleh jargon sipil yang mungkin terlalu. Sekali lagi, maaf. Aku sadar dan meyakini, ”maaf” ini tidak akan membuatmu tinggi hati dan merasa penting. ”Maaf” ini akan membuatmu menjadi sahabat seperti apa yang pernah kita cita-citakan dulu. Ketika musuh bersama sudah datang, adakah alasan untuk saling membenci?

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

2 thoughts on “Surat untuk Kopral Jono”

  1. Mbaca bagian ini kok jadi haru, suamiku dikirim ke aceh 7 hari setelah kami nikah, 10 hari tiba di sana, Tsunami datang, ga ada kabar sampai 3 hari tapi Puji Tuhan Suami selamat sampai hari ini walau sempat kena malaria dan Tipus. Suamiku seorang serdadu…

  2. Hotma, thanks atas comment nya. Saya doakan semoga Anda dan Suami dalam lindungan Tuhan senantiasa.

Leave a reply to I Made Andi Arsana Cancel reply