Cara Baru hemat BBM


File ini dikirim Anto di milis TRISMA

Bingung Tentang Berhala!!!

Bukan, ini bukan berhala dalam pengertian yang berkaitan dengan keagaamaan 🙂 ini berhala yang lain, yaitu sebuah Pulau yang kini naik daun karena dibicarakan media masa.

Pasalnya, ANTARA News dan beberapa media lain memberitakan bahwa Malaysia telah mempromosikan Pulau tersebut sebagai daerah tujuan wisata handal mereka, sementara di satu sisi, FPPP DPRD Sumatra Utara meyakini, Pulau tersebut adalah milik Sumatera Utara.


Ilustrasi Lokasi ketiga Pulau Berhala yang berbeda (www.multimap.com)
Ada beberap hal yang perlu dikaji secara jernih tentang kasus ini.

  1. Menurut penelusuran di media masa dan penjelajahan peta yang diterbitkan oleh berbagai instansi melalui internet, bagi Indonesia sendiri ada dua Pulau Berhala yang berbeda.
  2. Pulau Berhala yang pertama (selanjutnya disebut Berhala 1), berada sekitar 48 mil laut dari Pelabuhan Belawan yang masuk dalam Propinsi Sumatera Utara. Pulau ini tidak berpenghuni dan telah dipasangi mercusuar sejak 1984. Hal ini bisa dilihat dari pemberitaan Kompas 26 Februari 2004.
  3. Pulau Berhala kedua (selanjutnya disebut Berhala 1), berada di Selat Berhala yang perihal kepemilikannya menjadi sengketa antara Provinsi Riau dengan Provinsi Jambi. Pulau ini, berbeda dengan Pulau Berhala pertama, ada penduduknya dan bahkan pada tahun 2003 telah dibanguni gedung sekolah dasar. Hal ini bisa dilihat dari banyak pemberitaan, salah satunya dari Kompas 19 April 2003.
  4. Berdasarkan pemberitaan oleh ANTARA, Pulau Berhala yang dimaksud adalah Berhala 1, sebuah pulau yang tidak berpenghuni dan masuk ke dalam daftar 12 pulau yang rawan terhadap sengketa perbatasan (dengan Malaysia). Hal ini diperkuat oleh pemberitaan Kompas tanggal 12 Maret 2005.
  5. Sementara itu, Malaysia sendiri jelas-jelas memiliki satu Pulau Berhala lain (selanjutnya disebut Berhala 3) yang berada di Teluk Sandakan, Pulau Borneo atas. Tanpa perdebatan, Pulau Berhala 3 ini dapat dipastikan merupakan wilayah Malaysia.
  6. Sayang sekali, berita ANTARA tidak secara jelas menyebutkan situs internet yang diacu oleh FPPP DPRD Sumut dalam melontarkan isu ini, sehingga tidak cukup jelas, Pulau Berhala mana yang sesungguhnya dimaksud oleh Malaysia.
  7. Secara umum, data dan informasi di media massa mengindikasikan bahwa yang dipromosikan oleh Malaysia adalah Berhala 3, bukan Berhala 1 atau 2. Hal ini bisa dilihat setidaknya dari salah satu situs resmi tentang Sabah, dan virtual malaysia.
  8. Dalam pemberitaan ANTARA, ada kejanggalan misalnya Malaysia yang dikatakan memasukkan Pulau Berhala ke wilayah Johor. Jika ini benar, maka secara geografis yang lebih mungkin adalah Berhala 2 karena lokasinya yang lebih dekat Johor dibandingkan Berhala 1. Akan tetapi, Berhala 2 ini perpenduduk, sehingga tidak konsisten dengan informasi lainnya.
  9. Jika poin no 7 di atas benar, maka sudah jelas bahwa isu ini terjadi hanya karena kekurangcermatan [baca: ketergesa-gesaan] FPPP DPRD Sumut dalam memahami persoalan yang sesungguhnya.
  10. Jika poin 7 tidak benar, atau dengan kata lain bahwa yang dipersoalkan memang Berhala 1, maka ada pendekatan lain yang harus dilakukan. dalam skenario penyelesaian konflik.
  11. Perlu diketahui bahwa perbatasan laut antara Indonesia dan Malaysia di Selat Malaka (di mana Berhala 1 berada) sudah disepakati tanggal 27 October 1969 dan diratifikasi tanggal 7 November 1969.
  12. Poin 11 berarti berarti bahwa sudah ada kejelasan pembagian teritori antara Indonesia dan Malaysia di Selat Malaka yang merupakan garis batas Landas Benua. Perjanjian ini juga dengan tegas menyebutkan bahwa Pulau Berhala adalah milik Indonesia (lihat tabel karakteristik titik batas pada perjanjian ini)
  13. Berbeda dengan kasus Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, yang memang dari awal tidak jelas kepemilikannya, posisi Pulau Berhala jelas dengan adanya garis batas laut antara Indonesia dan Malaysia. Dengan mengacu ini, maka seharusnya tidak ada hak Malaysia untuk merebut Pulau Berhala karena ini bisa dianggap expansi terhadap terirori sah negara lain.
  14. Sebagai tambahan, posisi hukum Indinesia cukup kuat dalam kasus ini karena Indonesia telah terbukti melakukan perawatan terhadap Pulau Berhala sebagai tindakan hukum sejak 1984 berupa pendirian mercusuar dan menjaganya secara berkesinambungan.
  15. Hasil analisa di atas adalah berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan dalam waktu satu malam. Perubahan pandangan (revisi) sangat mungkin terjadi seiring perkembangan dan keakuratan informasi yang diperoleh selanjutnya.

Sepasang Payudara

Apa istimewanya membicarakan bukit kembar di forum ini? Tidak ada. Seperti halnya tulisan lain, tidak ada yang lebih istimewa dari yang lain. Ini adalah sepucuk surat cinta untuk seorang ibu yang sedang merenung menahan kantuk karena menyusui putri kecilnya semalam suntuk.

Sepasang bukiit kembar itu dulu menawarkan gairah yang bahkan menembus hingga ke ubun-ubun. Aku bahkan pernah berusaha menghindar dengan susah payah dari godaannya, sering kali aku gagal. Tak pernah kubayangkan kemuliaannya sampai akhirnya pagi tadi kusaksikan mukjijat. Bukit itu adalah sumber kehidupan generasiku yang sekian lama dinanti.

Terpaku menyaksikan kenyataan, bukit itu kini jauh lebih mulia dari sekedar membangkitkan hasratku. Mereka menjalani peran hidup untuk menghidupi. Belum pernah terbayangkan rasanya menyentuh mereka hanya dengan cinta. Dan kini cinta itu tidak kepada mereka tetapi kepada generasi kecil yang didup oleh tetesan amerta dari mereka. Sangat mengagumkan.

Menatap mereka bekerjasama dengan sangat baik adalah kesempurnaan hidupku. Sinar pagi yang menembus jendela, memberi rona cerah yang menimpa wajah kecil putriku. Semangatnya memberi ispirasi, saat dikuasainya sepasang bukit kembar bundanya yang diserahkan dengan kepasrahan cinta.

Kelahiran

Satu persatu perempuan bersenyum lembut berdatangan dan kemudian pergi. Satu dua lelaki berkemeja rapi pun menghampiri. Mereka bercengkrama dan menawarkan senyum dan ketenangan, layaknya seorang pujangga yang adalah ahli puisi. Seorang dari mereka menyapa dan menanyakan keperkasaanmu pagi ini, apakah perjalanan jauh melewati jalan kelahiran akan melelahkanmu di senja nanti? Begitulah, mereka yang bersiaga menjagamu dan memastikan segala yang terbaik akan tersedia menemanimu menjalani lorong kelahiran yang entah seberapa panjangnya.

Satu pria rupawan lainya menghampiri. Dia banyak tersenyum dan sekali lagi menawarkan ketenangan kepadamu. Dia nampaknya tahu betul, jalanmu akan panjang dan berliku. Dia hanya memastikan, semuanya baik-baik saja.

Tepat senja, saat matahari mulai meliuk ke barat, tangan-tangan mereka meraih tubuhmu dan membaringkannya layaknya kamu kesukaan mereka. Dinding tenang yang sesekali dihiasi geritan roda tandumu menjadi irama. Engkau menuju sesuatu yang serius namun dinanti. Engkau akan menjalani peluruhan rasa sehingga semua terjadi dalam sekejap mata, tanpa perlu engkau derita.

Tepat ketika putaran ketigapuluh usai, mimpi mulai berdatangan dan kini engkau melambung menembus langit ketujuh. Inilah awal dari perjalan panjang melintasi lorong kelahiran itu. Ringisan yang sesekali menyembul dari bibirmu, bagi mereka adalah keniscayaan yang telah dinikmati turun temurun. Rintihan itu kini adalah lagu pengantar suka cita mereka karena dengan begitu mereka dihargai.

Aku memeluk tangan dinginmu dan membandingkannya dengan galau hatiku. Keduanya sama gelisah dengan janji kebaikan yang sesungguhnya juga tidak pernah pasti adanya. Aku bertahan memelukmu dengan satu janji alam di pagi hari “engkau akan menikmati kegelisahannya, walau kelak di saat senja” Aku terlanjur memahami dan menyetujuinya.

Empat belas putaran berlalu ketika tangis itu menyeruak dan kelahiran, ternyata telah terlewati dengan nyaris sempurna. Aku yang terpaku, tidak sadar akan kecepatan dan kesungguhan acara ini, hanya bisa mengumbar senyum yang tergantung dengan tanggung. Dunia telah menyambut dan kini kujadikan buah ragamu sebagai anakku.

Puja Malam

[doa untuk anak istri]

//www.sendflowerstomumbai.com/images/diwali_gift_1.jpgAku menghampirimu yang terlelap bersama mimpi yang mungkin tak bertepi. Sayup kudengar nafas yang menebarkan ketenangan tak berdosa tanpa prasangka. Ini adalah malam keseribu aku melakukannya lagi, mendekati dan mendaratkan kecupanku di keningmu. Saatnya Puja Malam seperti malam-malam lainnya ketika kita semestinya khusuk berdoa.

Aku mendekatkan wajah pada tubuhmu yang tetap tidak bergerak dan membiarkanku menjelajahi setiap lekuk ragamu. Seperti biasa, aku menyempatkan diri mengamati satu-persatu tarikan nafasmu dan getaran tanda-tanda kepulasan yang dalam. Aku semakin mencintaimu. Cinta yang kini tidak saja untuk satu tetapi dua, semenjak kau kabulkan nafsuku menebar benih generasiku di rahimmu. Di Puja malam kali ini, aku tidak mendoakan tetapi mengajakmu dan generasi kita berdoa bersama.

Puja malam ini, seperti juga puja hari kemarin, tidak untuk memohonkan keterhindaran dari marabahaya tetapi untuk kekuatan menghadapinya. Tidak juga Puja ini untuk menghindarkan kita dari keterpurukan tetapi untuk kebijaksanaan menyambutnya. Puja ini tentu saja tidak untuk dicintai tetapi demi kekuatan untuk mencintai. Bukan permohonan untuk dikasihi tetapi untuk ketulusan mengasihi. Begitulah puja ini seperti yang diajarkan Tagore kepada generasi manusia.

Aku membenamkan kepala dalam-dalam seakan ingin menerobos ke dalam perutmu. Ingin kulambaikan tanganku sendiri kepada generasi penerusku, mengajaknya melakukan puja malam ini. Ingin kubisikkan sendiri Mantram Gayatri ini di telinganya, seraya melantunkan lagu-lagu indah semua agama yang dipenuhi dengan cinta. Ingin kuajarkan sedari pagi manisnya perbedaan, sebelum aku menyerahkan diri, pasrah kepada kekuasaan sang malam.

Aku gagal!

[waktunya menasihati diri sendiri]

Terlalu sering rasanya mendengar bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Runyamnya lagi, kata-kata itu sering terlontar bahkan dari mulut sendiri ketika dengan dagu terangkat menasihati kawan yang sedang kesusahan. Sekarang, kata-kata itu tiba-tiba menjadi bumerang yang tajam, ganas menghujam hulu hati.

Ya, aku telah merasakan kegagalan itu. Dan kali ini, datang bertubi menderu seakan tak berniat memberi ampun. Menerima kegagalan, tanpa ditanya lagi, sangat menyakitkan. Kesal, dongkol, dan semua perasaan negatif lainya tumbuh dengan suburnya. Tabiat malas menjadi sangat mudah muncul, sifat iri seperti meluap dan mau tumpah tak terkendali. Dengki pun menjadi sahabat kesaharian. Keindahan serentak menjelma menjadi kekacauan, senyum tiba-tiba menjadi cibir dan belas kasihan beralih menjadi hinaan. Ketika kegagalan datang, cinta pun seakan tidak kuasa dan berubah rupa menjadi benci tak tertahankan.

Sebegitu dahsyatkah kegagalan yang memporak-porandakan kebenaran umum yang selama ini nyaris sempurna berlaku tanpa cacat cela? Ya setidaknya itu yang terjadi bagi sang aku yang tidak akrab dengan kegagalan. Jika ada orang yang terpuruk paling lama karena kegagalan kecil, orang semacam inilah yang menempati urutan pertama. Keberhasilan yang memanjakan telah membuatnya lupa belajar dan lupa menyiapkan diri menjadi hina dan terdesak.

Apa yang bisa dilakukan sekarang?
Setelah merenung cukup lama, membiarkan badan dan pikiran terbuai oleh hari yang bergerak malas, akhirnya hanya ada satu jalan yang paling tepat, bangkit! Ya benar, istilah klasik itulah yang dengan terpaksa ditemukan kembali. Jika memang benar ada nasihat paling ampuh untuk membalik kegagalan menjadi keberhasilan yang sempat tertunda, barangkali inilah saat yang tepat menasihati diri sendiri.

Tidak ada yang jatuh dari langit, semua harus diperjuangkan. Benar kata pepetah lama, tidak ada cara yang paling ampuh untuk betah di rumah selain mencoba lebih lama tinggal di dalamnya.

Keresahan itu Bernama FATWA

Memandang langit-langit kamar yang yang muram oleh debu yang terperangkap di jaring laba-laba membuat pikiran semakin penat. Berkali kupaksa mata terpejam, tetapi tidak bisa. Pikiran sedang penuh sesak oleh banyak sekali hal yang tertunda.

Aku melesat menuju alam kedua, mencoba melayangkan pertanyaanku pada sekumpulan malaikat yang sedang serius bekerja. “Pikiranku terganggu”, kataku dengan memelas. “Kenapa?” Malaikat satu bertanya. “Aku tidak tahu dan tidak yakin, apakah harus mengikui anjuran para pemuka atau tidak. Mereka baru saja mengeluarkan Fatwa”. “Eh.. Fatwa, apa pula itu?” Malaikat lain menimpali. “Ah masak malaikat tidak tahu, Fatwa itu lo yang mengharamkan ini itu”. “Oh itu, kalau itu aku tahu… tentang guyon itu, ya kan bukan pertama kali dikeluarkan. Itu namanya mati ketawa ala pemuka”. Malaikat ketiga tergelak.

“Kamu tak usah bingung lah. Sudah makan siang kau?”. Satu lagi malaikat bertanya. “Belum malaikat, belum gajian.” jawabku resah. “Weleh-weleh… makan siang saja belum, wajar kalau kau bingung soal guyon begitu. Sekarang pergi sana, tagih gajimu, terus beli makan. Besok, kalau sudah kenyang kau datang lagi ke sini. Baru kita diskusi soal Fatwa.”

Penunjuk Jalan di Dunia Maya

[peta di internet]

Internet telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Dunia maya, begitu kerap orang menyebutnya. Di dunia maya, banyak urusan terselesaikan. Mulai dari surat menyurat, hingga hal-hal klasik seperti mendapatkan jodoh, semuannya mungkin dilakukan.

Jika Anda membutuhkan petunjuk tentang lokasi suatu tempat, di dunia maya pun ada peta atau informasi spasial (keruangan). Peta di Internet sekarang mulai populer dan banyak digunakan. Peta ini tentu saja bukan peta statis yang hanya berupa gambar di website, tetapi peta interaktif yang bisa ”ditanyai”.

Peta yang sifatnya statis berupa gambar yang dipampang di halaman web bukanlah hal baru di internet. Peta semacam ini biasanya hasil digitasi peta analog (peta kertas) melalui proses pemindaian (scanning) sehingga dihasilkan file citra (image) tertentu (JPEG, GIFF, BMP, dll.). Peta semacam ini cukup untuk memberikan informasi tentang lokasi suatu tempat dan posisi relatifnya terhadap obyek-obyek di sekitarnya tetapi tidak memungkinkan pengguna berinteraksi dan mengajukan pertanyaan (query) yang spesifik.

Yang kini semakin populer tentu saja bukan peta yang statis melainkan peta interaktif. Beberapa situs peta interaktif ini bahkan bisa memberi petunjuk jika kita ingin pergi kesuatu tempat, termasuk menentukan jalur/lintasan efektif.

Salah satu situs peta interaktif adalah Multimap.com, sebuah situs peta online paling populer di Eropa. Meski keluaran Eropa, situs ini memuat peta seluruh dunia, hanya saja dengan ketelitian yang tidak sama. Eropa dan Australia, misalnya, tentu saja jauh lebih detail dibandingkan peta Pulau Jawa. Jika untuk Sydney, kita bahkan bisa mencari sampai level gang (lane), untuk Indonesia kita hanya bisa mencari nama kota/kecamatan seperti Klaten (Jawa Tengah), atau Penebel (Tabanan, Bali). Situs ini juga menawarkan fitur pencarian alamat rinci untuk kawasan Great Britain dengan dukungan peta dari Ordnance Survey’s (semacam Badan Koordinasi Survey dan Pemetetaan Nasional kita). Sayang sekali beberapa fasilitas semacam ini hanya bisa dinikmati dengan cara berlangganan dan tidak gratis. Selain peta garis, Multimap juga menampilkan peta foto hasil pemotretan udara.

Di Indonesia, meskipun belum ada situs peta interaktif yang selengkap Multimap, ada yang sudah cukup bagus seperti Cybermap.co.id dari CBN. Cybermap memungkinkan pencarian hingga level jalan untuk beberapa kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Bogor, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang. Situs ini juga dilengkapi dengan lokasi pelayanan publik seperti rumah sakit, institusi pendidikan, ATM, dll. Jika ditambahkan data peta untuk kota-kota lain di seluruh Indonesia, cybermap tentu menjadi situs peta interaktif yang sangat bermanfaat.

Selain cybermap, ada juga Indobizmaps.com. Indobizmaps adalah situs pemetaan interaktif yang diprakarsai PT Sumberdaya Komtelindotama – SDK Jakarta. Fitur gratisnya memungkinkan pengguna melakukan pencarian sampai level jalan, walaupun belum sampai alamat rinci, untuk JADETABEK dan Bali (data daerah lain belum ada). Sayang sekali cikal bakal karya yang bagus ini nampaknya tidak dikelola dengan baik sehingga beberapa fitur tidak berfungsi maksimal.

Di negara tetangga seperti Australia, ada situs peta interaktif yang sangat bagus dan lengkap. Salah satu yang sangat populer adalah Whereis.com. Whereis merupakan situs pemetaan web dan pelayan berbasis lokasi (location-based service) yang memungkinkan pencarian alamat rinci dan bahkan menentukan lintasan efektif. Jika Anda ingin tahu lokasi rumah teman Anda di Sydney atau lokasi universitas yang akan dituju, anda bisa melakukan kunjungan virtual melalui Whereis. Jika sudah ada di Australia dan ingin pergi ke suatu tempat di Australia, maka Anda bisa memanfaatkan fasilitas map and direction search dan memasukkan alamat asal dan alamat tujuan. Whereis tidak hanya menunjukkan lintasan pada peta tetapi juga keterangan tertulis rinci yang menjelaskan ”di mana harus berbelok ke mana” dan perkiraan waktu tempuh masing-masing segmen jalan. Sangat informatif. Bagusnya lagi, semua fasilitas canggih ini bisa dinikmati dengan gratis dan bahkan tanpa menjadi pelanggan (subscriber).

Situs serupa juga ada di Singapura, Streetdirectory.com.sg. Situs ini memungkinkan pencarian alamat rinci, pencarian gedung, dan bisa juga menentukan lintasan/routing dari satu tempat ke tempat lain.

Masih berhubungan dengan aplikasi spasial, beberapa bulan terakhir, google muncul dengan terobosan yang fantastis: Google Earth. Google Earth adalah aplikasi yang memadukan ketersedian data spasial (citra satelit, foto udara, peta garis) yang memadai dengan teknologi komputer grafis yang mengagumkan. Keduannya dikawinkan dengan algoritma pengelolaan database yang handal sehingga terciptalah miniatur planet bumi yang memungkinkan kita menjelajah bumi dari depan komputer. Google Earth bisa didownload dengan gratis di earth.google.com dan diinstal di komputer pribadi. Untuk menggunakan fitur Google Earth, Anda harus terhubung ke Internet dengan koneksi yang memadai. Telah dicoba, koneksi dengan dial-up cukup untuk menikmati kecanggihan Google Earth.

Anda bisa melakukan perjalanan virtual mengunjungi tempat-tempat terkenal di dunia dengan sekali klik. Animasi yang memukau akan membawa anda seakan terbang melintasi belahan bumi dan kemudian menukik turun menuju tempat yang ingin dituju. Cobalah terbang mengunjungi Sydney Opera House di Australia, kemudian melesat ke Grand Canyon, USA, lalu sekejap kemudian melayang ke Istana Kaisar Jepang di Tokyo. Semuanya seakan nyata, seperti melihat alam dari pesawat yang terbang rendah. Sangat menakjubkan.

Sayang sekali, data citra satelit untuk Indonesia tidak sedetail data Amerika atau Australia. Jika anda mencoba berkunjung ke University of New South Wales, di Sydney, Anda akan melihat dengan jelas gedung-gedung bahkan jalan setapak di dalamnya. Anda juga akan melihat dengan jelas taman-taman dan lapangan olah raga yang ada di sana. Tetapi ketika Anda mencoba melacak Universitas Gadjah Mada di Jogja, tentu saja yang Anda dapatkan tidak sedetail itu.

Siapa di balik semua itu?
Menikmati kecanggihan teknologi spasial dengan peta, citra satelit, foto udara dan sejenisnya memang sangat menyenangkan. Tetapi pernahkan Anda berpikir, siapa di balik semua itu? Ini adalah pertanyaan penting yang mengarahkan kita, bangsa Indonesia, untuk tidak saja bisa menikmati tetapi menciptakan teknologi serupa.

Adalah ilmuwan spasial (geodesi, geografi) dan jagoan-jagoan pemrograman komputer (informatika dan ilmu komputer) yang berada di balik suguhan teknologi mengagumkan itu. Ilmuwan spasial adalah mereka yang mendalami pemetaan, penginderaan jauh (remote sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG), dan Global Positioning System (GPS) sehingga memahami dengan matang konsep penentuan posisi di permukaan bumi. Ahli permrograman komputer bertugas menerjemahkan algoritma rumit penentuan posisi, database dan sistem informasi untuk kemudian mewujudkannya menjadi aplikasi yang handal dan mudah dipakai.

Sudah cukup lama Indonesia memiliki lulusan bidang ilmu spasial dan komputer, semoga aplikasi-aplikasi spasial semacam ini akan segera kita ciptakan sendiri.

Antara Lelaki dan Perempuan

Apapun katanya, kita memang berbeda. Mari saling menghargai :)[Press F5 to play]

taken from http://www.bozzetto.com/flash/fem_male.htm

London Blast

Duka itu menghampiri siapa saja. Yang kaya tidak luput, yang canggih tidak terlewatkan, yang beradabpun tidak ketinggalan. Duka adalah sesuatu yang niscaya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup. Rwa bineda, dua yang berbeda. Itulah yang menjadi pepatah tua Bali untuk menunjukkan dualisme memang berkuasa dalam segala suasana. Ada baik ada buruk, ada kuat ada lemah ada untung ada buntung. Sangut dalam wayang Cenk Blonk mengatakan, ”kalau kita membilang kangin [timur] pastilah ada kauh [barat]”.

Satu persatu peradaban di dunia diguncang oleh tindakan terorisme. London, salah satu kota dengan peradaban tertua di dunia baru saja menundukkan wajahnya, murung menangis sejadinya setelah ledakan bertubi memusnahkan nyawa dan harta. London yang telah mengenyam asam garam kehidupan relatif lebih lama dari kota lain di dunia, akhirnya harus bertekuk lutut pada kenyataan. Lantak oleh terorisme.

Kepada siapa dan siapa yang harus mengadu, tidak jelas. Jika si kecil dan sederhana Indonesia baru saja meraung oleh murka alam, London tak kalah ratapnya karena ledakan yang dibuat manusia. Begitulah alam bekerja. Tangis dan kasihan seperti tiba-tiba tidak cukup. Hanya diam dan bisu yang memberi jawaban. Jangan biarkan kami berdoa untuk terhindar dari marabahaya, tetapi untuk tabah dan tegar menghadapinya (Tagore-Gitanjali)