Kepada meraka yang telah selesai, aku tundukkan kepala sedalamnya pertanda kagum dan hormat yang teramat dalam. Kepada mereka yang telah mewati lubang jarum dan keluar mejadi semakin besar, aku bungkukkan tubuh pertanda pengakuan yang tulus tak berlebih.
Saat aku menyelesaikan kewajiban serupa, teringat akan perjuangan para tetua yang barangkali tidak kalah kemasyurannya. Aku yang kini tertatih, menaruh hormat padamu wahai tetua atas kebijakan yang aku ragu akan pernah kuraih. Ketertatihanku adalah keseriusan yang barangkali tak nampak dari kaca jendela, tapi inilah dia. Yang pasti, aku ingin diberi ruang untuk menghargai. Menghargai jalan panjang yang telah mereka tempuh dan kerikil kecil yang kerap menyandung.
Kepada mereka yang telah selesai, aku benamkan kepala ke dalam dada.