Berkemas


Matahari tidak beristirahat sedikitpun. Ketekunannya berurai tak berhenti, menyisakan ketergesaan bagi siapa saja yang mudah terlena. Matahari tidak menunggu siapun, termasuk mereka yang rajin berdoa. Matahari akan berangkat sendiri, pun jika kamu tidak lambaikan tanggan. Dia tidak berhenti untuk menyapa, apalagi menunggu. Tidak!

Dalam kesempitan masa yang ditinggalkan, aku berkelebat layaknya perca-perca angin yang mengibas keringnya siang di musim panas. Melompat dari satu pintu ke jendela berikutnya, meliuk di sela-sela kekalutan yang tak urung menghampiri. Sambil menuliskan catatan perjalanan, aku sisakan senyum. Sambil membungkus perbekalan, aku sampaikan kegundahan pada ranting yang patah di belakang rumah. Aku gamit pelajaran, dan kutinggalkan budi baik yang semoga akan bermekaran suatu ketika. Aku akan pulang, mengejar matahari yang memang tidak pernah berhenti.

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

One thought on “Berkemas”

Bagaimana menurut Anda? What do you think?