Belakangan ini Bangsa Indonesia tidak henti-hentinya didera persoalan. Tidak saja penyelenggaraan kehidupan bernegara yang carut marut, alampun seakan tidak bersahabat. Di akhir tahun 2004, tsunami melanda dan menewaskan ratusan ribu korban di Aceh dan SUMUT. Menyusul gempa dan rangkaian bencana alam lainnya yang datang seakan berlomba, semuanya sedemikian rupa melantakkan Indonesia.
Minggu lalu, setelah 3 tahun berusaha bangkit dari keterpurukan, Bali kembali dikejutkan oleh bom yang menewaskan lebih dari 20 orang. Semua itu menjadikan penderitaan Indonesia seakan sempurna.
Masyarakat Indonesia di Sydney, atas prakarsa Konsulat Jendral yang dinakhodai Pak Wardana, kemarin sore melakukan doa bersama. Semua komponen agama diundang dan diminta memanjatkan doa untuk keselamatan dan kebagkitan Bangsa Indonesia. Meskipun menurut saya, dan bebrapa rekan lain [yang mungkin tidak mau disebut namanya – gimana De, mau disebut namanya nggak?] terdengar seperti doa politis [setidaknya ada doa yang bernada begitu], tapi ya dijalani saja. Toh doa akan dinilai oleh Tuhan, bukan manusia, apalagi oleh Konjen, nggak sama sekali. Namun demikian, usaha dari Pak Wardana dan rekan patut dihargai dan diacungi jempol.
Anyway, di sela kekhusukan, suasana juga meriah karena sekaligus sebagai ajang temu kangen masyarakat Indonesia di Sydney. Dan yang lebih penting lagi, acaranya di-pas-kan dengan buka puasa. Wah boleh juga nih, tidak ikut puasa tapi ikut buka he…he…
Di tengah kemeriahan suasana, sempat juga dilakukan foto-foto. Ima salah satu sponsornya π Kayaknya sih karena ada beberapa cowok cakep pakaian Bali, sehingga pada tertarik hi hi hi
Mau liat fotonya?

Cukup banyak yang datang, walaupun kebanyakan untuk buka puasa, bukan berdoa :). Kaya’nya cuma Ima deh yang pandangannya pas lihat kamera :)) [sekarang tahu kan, yang mana Ima! ]

Yang ini lumayan, banyak yang natap kamera π [sekarang tahu kan, mana idola, mana penggemarnya?]
PS. hak cipta foto ada pada pemilik kamera dan upload sudah melalui ijin resmi π