Selamat Galungan dan Kuningan


[memperjuangkan kemenangan dharma]

Merayakan Galungan dan Kuningan di negeri orang tentu saja jauh berbeda dengan Galungan di Bali. Galungan di sini tidak terasa, bisa dikatakan. Jangankan untuk pergi ke pura dan menikmati suasana hari raya dengan sepuasnya, libur saja tidak ada. Yang lebih parah lagi, tidak banyak orang yang tahu, apalagi peduli. Lucu memang. Tapi inilah kenyataannya. Galungan kali ini harus diperjuangkan dengan lebih keras agar terlewatkan dengan suasana hati yang tetap meriah. Kemenangan dharma atas adharma sebagai esensi dari Galungan benar-benar harus diusahakan dalam kesepian jauh dari keluarga besar.

Berbagai ujian datang, banyak godaan untuk memenangkan adharma berkunjung silih berganti. Kadang luput, sering juga kecolongan. Inilah kenyataan hidup yang tak pernah seindah cerita. Bisa memaknai dan menarik pelajaran barangkali adalah satu hal positif yang bisa dilakukan.

Oh ya, Galungan kali ini terasa istimewa karena tidak lagi dirayakan berdua melainkan [hampir] bertiga :-).


Satu pelajaran penting, kebenaran memang seharusnya menang, namun bukan kemenangan yang jatuh dari langit. Dalam dunia dimana kebenaran dan kejahatan bukan lagi dua kutub yang berjauhan, jangankan untuk memenangkannya, untuk membedakannya saja bukanlah pekerjaan mudah. Kemenangan sebuah kebenaran harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh!

Selamat Galungan dan Kuningan!

Unknown's avatar

Author: Andi Arsana

I am a lecturer and a full-time student of the universe

Bagaimana menurut Anda? What do you think?