Tentang Menjadi Istimewa

[sebuah renungan di satu malam]

Dalam hidup, kita kerap mengalami kejadian yang tidak terduga. Mulai dari tertinggal kendaraan umum sampai ditinggalkan selamanya oleh orang-orang yang dicintai, semua itu sering tidak diduga, apalagi diharapkan. Berbagai kejadian silih berganti, berbagai peristiwa susul menyusul. Banyak yang menyenangkan dan tidak sedikit yang menyakitkan. Namun semuanya memiliki seni tersendiri. Misteri yang melekat pada setiap kejadian senantiasa membuat hidup ini lebih berarti, lebih menggairahkan dan lebih menantang untuk dijalani. Bukankah rasa penasaran, salah satu hal yang membuat manusia serius berjuang, mencoba dan berusaha?

Dalam keseharian seseorang akan menjalani hidupnya dengan gaya dan seni masing-masing. Konon inilah yang membedakan satu orang dengan orang lain. Secara formal, profesi boleh sama dan jabatan boleh imbang tapi seni menjalani hidup adalah kekhasan tersendiri yang seringkali melampau ketentuan-ketentuan formal yang diyakini sebagian besar orang. Tidak jarang kita melihat seorang pelayan kantor (office boy) yang bergaya hebat bagaikan penguasa kantor dan membayangkan dirinya seorang jagoan berpangkat tinggi. Singkatnya, gayanya lebih bos dibandingkan bosnya sendiri. Di sisi lain pernah juga mungkin kita menyaksikan seorang presiden direktur yang sangat bersahaja, bergaya rendah dan menjadikan dirinya sebagai seorang manusia bijak yang dekat dengan kehidupan orang-orang yang secara sruktural berada jauh di bawahnya. Orang seperti ini menjadi favorit di banyak tempat. Kita menyebutnya ‘low profile’.

Melihat dua contoh ini, ada satu benang merah yang menjadikannya seakan sama. Yang patut dicatat adalah keduanya berlaku ‘tidak wajar’ setidaknya jika ditinjau dari pola pikir masyarakat di sekitarnya. Jika saja si office boy adalah seorang yang randah hati, sopan dan hormat kepada orang-orang di kantor (yang apalagi secara strukturral legih tinggi), tentu tidak akan banyak cerita. Dan jika saja sang presiden direktur tidak berlaku bersahaja namun bersikap wajar layaknya pejabat tinggi lainnya, mungkin juga tidak istimewa. Jadi, ‘ketidakwajaran’ itulah yang membuat mereka istimewa. Ketidakwajaran juga akhirnya yang menjadikan kisah mereka sebagai ilham banyak orang, termasuk tulisan ini.

Mereka berdua memiliki seni dalam menjalani hidup. Pintar dalam kerumunan ilmuwan, bebadan tegap dalam lingkungan binaragawan atau tampan di kalangan model/peragawan bisa jadi adalah hal yang sangat biasa dibandingkan menjadi orang yang murah senyum di lingkungan orang-orang yang sudah lupa tersenyum karena kesibukan sehari-hari. Atau menjadi orang yang dengan runut bisa menceritakan kehidupan empirik di desa di antara mereka yang melihat sawahpun belum pernah. Menjadi sesuatu yang berbeda adalah cikal bakal menjadi istimewa. Dan istimewa adalah modal yang baik untuk bebagai peluang.

Tinggal kita mau memilih menjadi apa atau memerankan bagian apa dalam hidup ini. Apakah menjadi seorang lakon yang diidolakan penonton tapi gampang sekali mengecewakan jika sedikit saja berbuat salah. Atau menjadi seorang punakawan bebas nilai yang ketika berbuat baik akan dipuji dan berbuat kurang baik pun mengundang tawa. Itulah seni hidup… seni dalam balutan misteri yang semoga akan tetap menghadirkan rasa penasaran.

Sydney, Maret 04

Tempat Tinggal Kita

[selayang pandang]

Kita akan tinggal di suburb (sub urban) Kensington tepatnya di 2/10 Houston Road, Kensington, 2033, NSW, Australia. Tempat tinggal ini berupa flat dengan 2 kamar tidur. Alamat 2/10 artinya bangunan/rumah nomor 10 dan kita tinggal di unit nomor 2 dari sekian banyak unit yang ada di bangunan tersebut. Sebuah bangunan flat biasanya terdiri dari lebih satu lantai dan pada masing-masing lantai terdapat beberapa unit. Satu unit adalah sebuah ruang yang biasanya terdiri dari 1 atau 2 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 kamar mandi dan dan ruang untuk dapur. Bangunan yang kita tempati terdiri dari 2 lantai, tampak seperti gambar berikut ini:



Gambar 1 Flat tampak depan

Umumnya flat di daerah ini terbuat dari bata merah yang keras, tidak diplester. Bata-bata tersebut disusun sedemikian rupa dengan semen yang digarap dengan rapi. Jalur-jalur semen menjorok ke dalam sehingga bata keliatan timbul, membuat kesan seni tersendiri.

Untuk masuk ke unit, bisa melalui samping kiri ataupun kanan gedung. Kita berada di lantai bawah unit nomor 2. Berikut adalah sketsa flat lantai bawah:



Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa pada lantai bawah terdapat empat unit (area yang diarsir adalah unit kita). Pada tiap unit terdapat satu ruang dapur (a) yang menyatu dengan ruang keluarga (b), satu kamar mandi (c) dan dua kamar tidur (d. kamar kita, e. kamar Hasan). berikut ini adalah gambar masing-masing ruang.



Kensington adalah sebuah suburb yang tidak terlalu ramai. Jarak flat sekitar 5 menit jalan kaki dari UNSW. Suasana di sekitar flat kita bisa dilihat pada gambar berikut:



Kebutuan sehari-hari bisa diperoleh di banyak toko Asia yang terdapat sekitar 5-10 menit jalan kaki dari flat kita. Toko-toko tersebut berada di pinggir jalan utama Anzac Parade. Berbelanja di sini sangat nyaman. Disamping karena barang-barangnya akrab dengan selera orang Indonesia, penjualnya pun semua lancar berbahasa Indonesia. Dari terasi hingga indomie, dari blueband hingga sarden, semuanya ada dengan harga yang tidak begitu mahal. Indomie goreng, misalnya, di Toko White Lotus dijual dengan harga A$ 35C (kira2 2000 perak). Suasana pertokoan di sekitar Anzac Parade dapat dilihat pada gambar berikut:



Demikian sekilas tentang tempat tinggal kita di Sydney. Sampai jumpa lagi dalam episode singkat lainnya; Kampus kita, Sydney Opera House kita, dan lain-lain.[@]

Writing

Writing, most of the time, is menacing. Sometime I thought that I would not write until the topic is amusing to anybody reading it. This is the biggest barrier I found blocking my precociousness.

Every beginning is difficult. Yes, it is true! Nevertheless, at the same time, I realize that I will never come to the end (neither to the middle) without starting anything. That is why, today I initiate! I have to ignore any worries about generating something unsatisfactory. I start to write down my worries themselves until I can understand what they really are. This is actually a new start but someday it’s gonna be everything! Maybe 🙂