Blog for a Beginner

[a simple guide]

Some friends asked me how to create a blog and how to post an article in a blog. Finally I decided to post this simple article about blogging, in particular using blogger. This is a basic one so some of you might find it too simple. However, many people will find it useful. Happy reading!

Creating a Blog

  1. Come to http://www.blogger.com
  2. Click “CREATE YOUR OWN BLOG NOW” (orange arrow above)
  3. Fill the form
  4. Click “CONTINUE”
  5. Fill Blog title address
  6. Click “CONTINUE”
  7. Choose a template (design) you like
  8. Done!

Posting

  1. Come to http://www.blogger.com
  2. Sign in with your new username and password
  3. Click “New Post”
  4. Fill the title and start writing. You can also copy and paste what you have already written in a word processor (ms word, notepad, etc)
  5. Enjoy!

For more advanced topic please read this

Advertisements

Biarkan Pak Google Menemukan Anda!

Punya website tapi begitu Anda coba search tidak ditemukan? Ya ini persoalan biasa dan mungkin dialami oleh hampir semua orang. Sekarang jamannya mudah membuat website (baca: blog) dan dalam sekejap kita akan melayang-layang didunia maya, mudah ditemui di dan dari mana saja. Tentu saja menggunakan mesin pencari semacam Pak Google. Teman Anda dengan mudah mengetahui keberadaan Anda atau apa yang biasa Anda tulis dengan bertanya pada Pak Google. However website kita tidak akan otomatis dikenal oleh google, apalagi website kita termasuk yang tidak populer dan jarang dikunjungi orang.

Untuk memeperkealkan website kita pada Pak Google, gampang! Silahkan kunjungi addURL-nya google di http://www.google.com/addurl/. Simply masukkan URL Anda dan submit!

Namun begitu, google tidak pernah berjanji akan memuat URL Anda. Tergantung beberapa pertimbangan dan itu murni keputusan internal google. So, jangan tuntut google karena website Anda tidak dimuat 🙂

Anda perlu menunggu beberapa hari sampai website Anda dikenali. Sementara menunggu, rajinkan mengunjungi google dan ketikkan website anda di google untuk menguji pencarian.

Selamat mencoba!

Kunjungan SBY ke Sydney

[Cerita di balik layar]

Jika Anda hendak mencari informasi formal detail tentang kunjungan SBY ke Sydney beberapa waktu lalu, Anda salah tempat kalau membaca tulisan ini. Sebaiknya kunjungi saja kompas, detik, SMH atau sejenisnya, tentu lebih detail dan akurat. Tulisan ini, hanya memotret kejadian-kejadian kecil yang tidak secara utuh (apalagi) formal merefleksikan kunjungan SBY ke Sydney.

Anak-anak jumpa Presiden
Sekitar jam setengah 6 sore tanggal 4 April 2005, rombongan memasuki hotel Shangri-La di kawasan The Rock. Sekumpulan anak-anak sudah siap dengan pakaian daerah seluruh Indonesia untuk menyambut presiden. Tepat ketika SBY dan Ibu akan memasuki hotel, anak-anak mulai melantunkan lagu Dari Sabang sampai Merauke yang dibawakan dengan cukup meyakinkan. Melihat anak-anak dengan ceria menyanyikan lagu kebangsaan, SBY berhenti dan ikut bertepuk tangan, tepat di depan anak-anak. Kilatan flash kamera tidak berhenti, mencoba mengabadikan momen tersebut. SBY pun ikun bernyanyi, menimbulkan suasana yang hangat dan akrab.


SBY disambut anak-anak Indonesia di Sydney

Terima Kasih ya anak-anak ya!” SBY menyampaikan penghargaannya kepada anak-anak. “Sekolahnya di mana?”, begitu dia bertanya kepada seorang anak yang dijawab dengan senyum tak berdosa, tanpa kata. Bukan, bukan karena anak-anak ini tidak sopan tapi most likely karena mereka tidak bisa berbahasa Indonesia! Separah itukah? Ya begitulah kelihatannya. Anak-anak Indonesia di Sydney umumnya mengerti bahasa Indonesia, tapi tidak fasih mengucapkannya. Masih untung tidak dijawab ”at Kensington Public School, Mr. President”.

Anyway, SBY nampaknya cukup puas dengan sambutan yang hangat tersebut dan akhirnya naik ke kamar setelah mendengarkan lagu kedua. Nampak para orang tua tersenyum agak lega ketika presiden sudah berlalu dari anak-anak, pasalnya, seperti yang diungkapkan seorang ayah, mereka takut kalau-kalau presiden bertanya lebih lanjut dan anak-anak tidak menjawab, sekali lagi karena alsan yang sama.

Sebenarnya melihat anak-anak bisa bernyanyi seperti itu adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi para orang tua di Sydney. Pasalnya, memang sangat sulit mengajari mereka bernyanyi lagu wajib. Bisa dibayangkan, anak-anak yang lahir besar di Sydney dan tidak bisa berbahasa Indonesia dengan aktif akan susah mendendangkan Halo-halo Bandung atau Nyanyian Pulau Kelapa. Ketika diberikan teks lagi Halo-halo Bandung, seorang anak bahkan tidak bisa membaca sesuai dengan lafal yang sesungguhnya. “Hello Hello Bendang” begitu mereka mengucapkan Halo-halo Bandung. Tentunya sangat lucu kalau sampai dinyanyikan di depan SBY.

Temu Masyarakat: Tenda Bocor
Sekitar jam 8 malam, dilakukan acara makan malam dan temu masyarakat di Wisma Indonesia, tempat kediaman Konsulat Jenderal Indonesia untuk Sydney. Secara umum, SBY tampil sangat mempesona, menjelaskan hampir semua persoalan dengan gamblang, menjawab semua pertanyaan dengan sabar dan mendengarkan saran dengan seksama. Seorang Sopir Konjen bahkan berkata “Memang pinter presiden kita ini menjelaskan kepada masyarakat”. Jika seorang sopir saja dengan mudah bisa memahami penjelasannya, tentunya SBY bisa dikatakan memiliki kemampuan komunikasi yang tidak mengecewakan.

Peristiwa cukup menegangkan terjadi pada saat tanya jawab ketika hujan turun dengan lebatnya. Tepat di atas SBY dan Kojen beserta Ibu, air menetes karena tenda bocor. Kejadian ini tentu saja sangat menegangkan bagi Konjen secara umum karena bisa berarti sebuah indikator kegagalan. Untunglah PASPAMPRES dengan sigap memindahkan kursi agak ke belakang sehingga SBY, Konjen dan para istri tidak kena tetesan air. SBY pun menyikapi dengan tenang dengan berkelakar ”Ini hujan barokah” katanya. Kontan lelucon segar ini disambut sorai peserta. Orang-orang Konjen pun nampaknya boleh sedikit berlega hati.

Presiden mau pipis 🙂
Menunggu kedatangan presiden malam itu untuk konperensi pers memang cukup lama. Ketika datang dan mendekati ruang konperensi, tiba-tiba rombongan lengkap dengan Secret Secvice dan PASPAMPRES berbelok ke toilet. Oh, rupanya SBY mau pipis dulu sebelum konperensi. Namanya juga presiden, ke mana-mana harus diukuti oleh Secret Service :). Seorang Protokoler Konjen mengatakan bahwa tidak boleh menutup toilet hotel untuk kepentingan orang lain selama presiden ada di dalam karena toilet itu memang untuk publik. Maka harus disiasati untuk memberi kesan toilet penuh sehingga tidak ada orang yang boleh masuk. Wah susah juga, jadi presiden 😦


Menunggu SBY masih pipis 🙂

Masih nunggu Pak Ical ya?
Ketika presiden dan beberapa menteri sudah ada di ruangan, konperensi belum juga dimulai. Suasana masih informal, SBY bercakap-cakap santai dengan beberapa menteri dan Dubes termasuk melontarkan celetukan-celetukan kepada wartawan yang seringkali disambut tawa. ”Kalau ada kunjungan begini, yang menikmati keindahan negeri orang justru bukan presiden, tapi wartawan” kata SBY di sela obrolan informalnya.

Masih nunggu Pak Ical ya?” tiba-tiba SBY melontarkan pertanyaan setengah pernyataan yang membuat suasana agak diam. Memang malam itu Aburizal Bakrie selaku Menkoekuin adalah satu-satunya menteri yang belum datang. Kejadian ini memunculkan pertanyaan:

  1. Sedemikian baiknya kah SBY sehingga terbiasa mentoleransi bawahannya yang terlambat?
  2. Sehebat apa Ical sehingga berani telat di acara konperensi pers di negara orang?
  3. Tidakkah ini pertanda kelemahan SBY yang tidak tegas sehingga dilecehkan bawahannya?

Entahlah, ini yang jelas adalah manifestasi dari sebuah pemerintahan kompromi.

President’s Joke
Ketika menunggu pesiapan konperensi pers dengan wartawan Indonesia, SBY sempat melontarkan lelucon yang cukup baik. Sebenarnya lelucon itu sudah cukup populer di masyarakat terutama melalui dunia maya, namun ketika disampaikan kembali oleh seorang presiden menjadi lain kesannya.

Lelucon ini adalah tentang kisah guru, Pardede, di Manado yang mengajukan pertanyaan sejarah kepada serang muridnya, Ucok. Cerita yang disampaikan lengkap dengan logat Manado yang cukup fasih, membuat cerita menjadi hidup dan natural. SBY layaknya seorang pelawak kawakan membuat wartawan dan hadirin, termasuk menteri tergelak tak tertahankan. Bagi Anda yang belum pernah tahu ceritanya, berikut adalah ringkasannya:


PASPAMPRES gadungan


Pardede : Ucok, siapa penulis naskah proklamasi?
Ucok : Bukan saya Bu.
Pardede : Bukan begitu maksud aku, ini pertanyaan sejarah, tahu nggak kamu, siapa penulis naskah proklamasi? Kau harus bisa menjawab pertanyaan semacam ini.
Ucok : (terdiam sesaat) Sungguh Bu Guru, bukan saya! Sumpah!

Karena merasa sedikit kesal sekaligus prihatin dengan kemampuan Ucok dalam sejarah, Pardede merasa perlu untuk memanggil orang tua si Ucok, Simanjuntak.

Pardede : Begini Pak Simanjuntak, saya mencoba mengajukan pertanyaan sejarah kepada Ucok, tetapi dia tidak bisa menjawab dengan benar. Ketika saya tanya siapa penulis naskah proklamasi, masak dia bilang bukan dia yang menulis. Itu kan jawaban yang salah.
Simanjuntak : Oh begitu ya Bu. Baiklah nanti di rumah saya akan gembleng dia agar bisa memberi jawaban yang benar.

Sesampai di rumah, Simanjuntak langsung menemuai anaknya dan mengulang pertanyaan gurunya

Simanuntak : Ucok, tadi katanya ibu guru bertanya siapa penulis naskah proklamasi dan kau tidak bisa menjawab.
Ucok : (dengan sedikit teriak) bukan saya Amang!
Simanjuntak : Lha itu bukan jawaban yang benar Ucok. Jawablah dengan benar, siapa penulis naskah proklamasi?
Ucok : Sumpah Amang, bukan saya!
Simanjuntak : Ucok, jangan bikin malu amangmu ini, MENGAKU SAJALAH KAU!
Ucok : Sungguh Amang, bukan saya!

Simanjuntak rupanya hilang kesabaran dan akhirnya menempeleng habis anak kesayangannya. Namun Ucok tetap bersikeras bilang bahwa bukan dia yang membuat.

Simanjuntak : Wah, rupanya memang bukan kau yang bikin. Aku harus sampaikan kepada Ibu Guru Pardede ini.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Simanjuntak sudah ada di sekolah dan menghadap ibu Pardede

Simanjuntak : Bu Pardede, saya sudah tanyakan kepada Ucok bahkan saya tampar dia berkali-kali. Dia tetap tidak mau mengaku. Saya yakin bahwa memang bukan dia yang bikin itu proklamasi. Coba ibu tanya saja pada teman-temannya yang lain!
Pardede : $##Q$#O%_$#%)_##%#$#%(#%+@#%(

Andi Malaranggeng, artis!
Seperti bisa diduga, Andi Malaranggeng, juru bicara presiden adalah salah seorang delegasi yang digandrungi masyarakat. Senyumnya yang manis dan kumisnya yang ’menggoda’ membuat ibu-ibu (bahkan ada juga bapak-bapak) histeris dan ngebet berfoto dengan Andi.
Gaya komunikasinya yang santai dan ramah membuat dia dekat dengan siapa saja. Wartawan pun terlihat mendengarkan briefing dia dengan seksama dan menjalankan dengan baik. ”Gimana bos?” itulah kata-kata yang hampir selalu dia ucapkan kepada siapa saja yang dijumpai seraya bersalaman. ”Gimana bos?


Andi Malaranggeng membriefing wartawan

Yusril yang kecut
Berbeda jauh dengan Andi Malaranggeng, Yusril nampak selalu muram dan cemberut sepanjang kunjungan. Kesan pertama ketika memasuki hotel sudah menunjukkan bahwa dia bukan orang yang ramah. Tidak jelas apa masalah yang dihadapinya, dia terlihat selalu tidak puas dan tidak bahagia. Seorang Protokol Konjen bahkan mengatakan ”Yusril memang cemberut kalau sedang senang, dan sebaiknya ceria kalau sedang kesal” disambut gelak tawa semua yang mendengarkan.


Yusril. Tampangnya begini terus sepanjang kunjungan

Sebenarnya masih banyak cerita yang off the record. Kalau ada waktu akan dibuat seri berikutnya! “Gimana Bos?

Disclaimer
Foto-foto dalam tulisan ini adalah ilustrasi semata, hasil jepretan Pak Imam Dewanto dan tidak ada kaitannya dengan berita ini.

Gmail, Sang Fenomenal dari Google!

Lagi-lagi google!
Berita tentang google yang mengeluarkan gmail berkapasitas 1 GB pasti bukan berita baru lagi. Sudah sangat banyak orang yang menggunakan gmail saat ini. Di samping memang kapasitasnya yang luar biasa besar, gmail dilengkapi dengan fasilitas searching yang tentunya sudah tidak diragukan lagi kecepatan dan akurasinya. Siapa dulu, google!

Mulai minggu lalu, gmail memberi kejutan lagi. Di ulang tahunnya yang pertama, gmail memberi kuota sebesar 2 GB plus. Istilah “plus” digunakan karena sampai tulisan itu diturunkan, kapasitas gmail masih terus bertambah (seperti counter yang tidak berhenti:).

Oh ya, mungkin Anda juga sudah tahu bahwa tidak mungkin membuat account gmail sendiri dengan sign up seprti halnya free webmail lainnya. Anda hanya bisa membuat account gmail jika mendapat undangan dari pemakai sebelumnya. Sekarang ini, para pemakai gmail telah mendirikan suatu situs dimana para peminat gmail bisa mengundang dirinya sendiri. Silahkan kunjungi http://isnoop.net/gmail/ dan nikmati kecanggihan gmail. Selamat mencoba!

Kejutan apa lagi yang akan diberikan google di masa mendatang? Kita tunggu saja!

Selamat Jalan Sri Paus!

Salah satu umat manusia yang paling berpengaruh abad ini telah perpulang. Hidupnya yang dihabiskan untuk mengabdi pada kehidupan, telah dihentikan dari kewajiban. Kini Sri Paus menikmati ketenangan abadi, layaknya cinta yang ditebarkannya ke seluruh alam.
Selamat Jalan Sri Paus. Kepergian ini, kami yakini sebagai titik refleksi bagi segenap umat dan alam sejagat. Semoga sebagian besar darimu akan tetap hidup dan bersemi di sela kekalutan dan kegundahan negeri. Selamat jalan!


http://www.cbc.ca/news/background/pope/gfx/titlephoto.jpg

Surat untuk Kopral Jono

[saatnya bersahabat kembali]

Pak Kopral, hari ini seperti biasa saya menulis lagi. Kali ini saya menulis untukmu, Pak Kopral yang telah lama bahkan tidak pernah saya mimpikan, apalagi pedulikan.
Pak Kopral, sore kemaren saya melihatmu dari kejauhan mengangkat puing akibat bencana Nias. Lusuh berbaju loreng di bawah terik matahari mengais dan mencari-cari kepala, tangan, kaki dan jiwa yang barangkali bisa diselamatkan. Saya merasa harus berterima kasih.

Pak Kopral, saya sadar terlalu banyak meremehkan dan merendahkanmu selama ini. Terlebih bangsa ini yang secara sadar telah melucutimu di depan khalayak. Mungkin benar kiranya, ini buah dosamu di masa silam. Tapi saya seperti terpanggil untuk memaafkanmu. Di saat negeri ini panik tercerai-berai karena ancaman negara tetangga, tiba-tiba saya ingat kepadamu. Engkaulah barangkali yang kami andalkan menjaga pintu-pintu negeri ini agar tidak bobol oleh keserakahan negeri seberang, sekaligus tidak rapuh oleh air kencing kami yang sering kali tidak santun. Ketika perang di depan mata, kami ingin memintamu untuk menjadi tameng. Ketika ancaman sudah melingkupi seluruh negeri, tiada tempat mengadu yang tepat kecualimu.
Maafkan kami yang telah melucuti senjatamu, dan membuatmu terkebiri oleh jargon sipil yang mungkin terlalu. Sekali lagi, maaf. Aku sadar dan meyakini, ”maaf” ini tidak akan membuatmu tinggi hati dan merasa penting. ”Maaf” ini akan membuatmu menjadi sahabat seperti apa yang pernah kita cita-citakan dulu. Ketika musuh bersama sudah datang, adakah alasan untuk saling membenci?