Tips menulis (sebuah percakapan di bandara)

Misteri IELTS
Misteri IELTS

Pembicaraan atau pelajaran penting memang tidak harus selalu terjadi di ruang kelas. Seperti kata orang bijaksana, membaca pun tidak salalu berarti membaca buku, duduk diam di meja belajar dan tidak mau diganggu. Membaca yang sesungguhnya justru adalah membaca tanda-tanda jaman, katanya.

Pagi ini saya mengantar seorang kawan baik yang akan meninggalkan Australia untuk kembali ke tanah air karena sudah menyelesaikan tugasnya. “Mungkin aku akan kembali dan sekolah di sini. Sekarang mau belajar IELTS dulu”, katanya setengah berkelakar. “Eh, ada tips gak, gimana caranya mendapatkan skor IELTS yang tinggi, terutama untuk menulis?” tiba-tiba kawan saya ini bertanya agak serius. Pertanyaan seperti ini sebenarnya sangat usang, saya sudah dengar ribuan kali. Entah berapa orang sudah menanyakan ini di milis beasiswa, misalnya atau ketika saya dikarantina di Jakarta¬†5 tahun lalu.

Continue reading “Tips menulis (sebuah percakapan di bandara)”

Advertisements

Form ADS 2009 format Ms Word

Formulir ADS yang saya posting sebelumnya disediakan oleh seorang kawan. Form tersebut dalam file pdf yang bisa diedit tetapi tidak mudah untuk disimpan meskipun bisa langsung dicetak. Dalam beberapa hal, ini sedikit menyulitkan karena belum tentu seorang pelamar bisa mengisi formulir dalam satu waktu dan langsung mencetaknya. Umumnya pengisian formulir memerlukan waktu beberapa lama.

Sebenarnya masalah ini juga bisa diatasi dengan menyimpan jawaban dalam file terpisah (misalnya Ms Word) dan melakukan copy/paste ke formulir pdf tersebut di atas setelah semua beres sehingga tinggal dicetak. Kalau Anda merasa cara ini lebih baik, silahkan digunakan.

Alternatif lain, saya juga sudah siapkan formulir dalam format Ms Word. Dengan formulir ini tidak ada trik khusus, Anda bisa isi kapan saja dan edit kapan saja sebelum dicetak. Silahkan download dari:

  1. WordPress
  2. Rapidshare

Semoga membantu dan Good luck!

Form ADS 2009- editable

Kesempatan memang selalu ada dan datang setiap saat. Tahun ini, kesempatan untuk mendaftar beasiswa master dan doktor di Australia dibuka kembali. Bagi yang tertarik silahkan kunjungi websitenya dan unduh formulirnya. Seorang kawan yang alumni ADS, Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St, telah berbaik hati membuat formulir ADS yang semula tidak bisa diisi langsung secara digital menjadi editable. Formulir ini akan membuat para pelamar lebih mudah mengisi formulirnya dengan komputer.

Continue reading “Form ADS 2009- editable”

Pilihan sulit: Ketika harus menolak beasiswa

Saya tahu dari agak lama kalau hidup adalah pilihan. Begitu setidaknya dari buku-buku yang dibaca termasuk dari cerita orang-orang di sekitar. Ada juga satu kawan lain yang berfilsafat sambil berkelakar, “hidup adalah pilihan ganda”, katanya. Nampaknya saya setuju ini. Hidup memang rupanya adalah pilihan ganda. Walaupun boleh memilih, seringkali pilihannya terbatas. Yang membedakan orang yang satu dengan lainnya adalah jumlah pilihannya. Berbahagialah orang yang memiliki kesempatan memilih dari lebih banyak kemungkinan. Dengan begini semestinya seseorang bisa memilih yang lebih baik.
Saya baru saja dihadapkan pada dua pilihan yang selintas nampak menyenangkan. Saya mendapat dua beasiswa sekaligus untuk studi PhD dari negara yang sama. Satu adalah ALA dan satu lagi Endeavour. Saya sudah bercerita tentang ALA ini tapi mungkin belum banyak cerita tentang Endeavour. Silahkan Anda simak di websitenya jika ingin tahu lebih banyak.
Mengapa saya katakan ini adalah pilihan sulit? Pastinya karena keduanya sangat menggoda dan sepertinya saya tidak ingin melepaskan salah satu. Kalau saja saya boleh serakah, keduanya akan saya ambil. Namun, sekali lagi, hidup adalah tumpukan pilihan dan itupun pilihan ganda. Saya harus memilih.

Tidak mudah memilih satu dari dua yang baik. Yang satu sangat prestisius walaupun tidak terlalu mewah secara duniawi, yang satu mewah namun pamornya sedikit di bawah. Tidak sedikit kawan saya yang menyarankan, “pilih saja yang bikin kaya”, katanya. Apa benar beasiswa bisa membuat kaya? Saya sendiri tidak tahu mungkin bisa tanyakan kepada orang yang baru pulang dari sekolah di luar negeri lalu bisa beli mobil, beli tanah, beli rumah terus menikah. Saya tidak tahu rahasianya.

Kembali kepada pilihan, saya belum memutuskan. Namun begitu, sudah ada tanda-tanda bahwa saya tidak berjodoh dengan pilihan yang membuat kaya. Sudah terlalu sering saya membuktikan bahwa pilihan bersahaja membuat hidup saya lebih berwarna dan jadi lebih banyak tersenyum. Saya masih ingat dengan jelas ketika meninggalkan Unilever menuju Astra dengan gaji yang turun hingga hampir 800 ribu. Ini pilihan aneh, kata teman saya. Tapi tidak terlalu aneh menurut saya. Senada dengan itu, saya juga masih ingat ketika memutuskan jadi dosen dengan gaji sepersekian dari Astra, Bapak saya menangis terisak dan tak bisa berkata apa-apa menyaksikan pilihan ‘bodoh’ anak kesayangannya.

Begitulah hidup, penuh pilihan yang adalah pilihan ganda. Kadang kita harus juga mengandalkan naluri untuk mendapatkan yang terbaik, tanpa meremehkan peran logika. Selamat memilih, dan terutama selamat membangun pilihan.

PS. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih ALA. Berikut surat ‘penolakan’ saya untuk Endeavour

Australian Leadership Awards (ALA)

Catatan: Saya adalah penerima ALA 2008 (update 07/08 )
Click here for English.
Australian Foreign Minister
Australian Foreign Minister

Beasiswa ini tergolong baru untuk Indonesia. Untuk pertama kali beasiswa ini diberikan kepada 22 orang penerima dari Indonesia pada tahun 2007. Seperti diklaim di websitenya, ALA merupakan beasiswa dengan kompetisi ketat di tingkat regional. Penentuan keputusan final tidak terjadi di Jakarta tetapi di Canberra, tempat ratusan kandidat diperbandingkan sebelum diberi beasiswa.

Seperti namanya, beasiswa ini memang disediakan untuk pemimpin dan calon pemimpin masa depan di kawasan Asia Pasifik. ALA memberikan beasiswa penuh kepada penerimanya untuk studi tingkat master dan doktor di beberapa negara, umumnya Australia. Lembar fakta tentang beasiswa ini bisa dilihat di websitenya pada ALA scholarship fact sheet.

Ketika mendengar beasiswa ini pertama kali dari seorang kawan, saya langsung tertarik. Sayapun langsung menyiapkan segala persyaratannya. Ada beberapa hal yang penting yaitu:

Continue reading “Australian Leadership Awards (ALA)”

Sekali Lagi Tentang Beasiswa

Mengikuti milis beasiswa sekaligus menerima banyak sekali pertanyaan seputar beasiswa mengingatkan saya betapa informasi tentang beasiswa luar negeri untuk pasca sarjana (S2 dan S3) sebenarnya masih sangat minim (sekaligus berharga) bagi banyak sekali orang Indonesia.

Saya tentu saja bukanlah seorang pakar dalam hal beasiswa, hanya sebagai salah satu saja dari sedikit orang Indonesia yang beruntung. Saya pernah menulis tentang beasiswa di blog ini dan mendapat cukup banyak tanggapan. Seiring perkembangan dan respon dari kawan-kawan pemburu beasiswa saya akan tuliskan beberapa hal lain yang mudah-mudahan bisa membantu.

Continue reading “Sekali Lagi Tentang Beasiswa”