Sebuah Obituari

I Made Andi Arsana, seorang dosen muda di Universitas Gadjah Mada, meninggal dunia tepat di usianya yang ke-30. Andi, begitu anak dari tiga bersaudara ini biasa dipanggil, meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Tidak ada indikasi apapun sebelum kepergiannya. Andi sehat dan tidak pernah mengeluh soal apapun perihal kondisi fisik dan psikologisnya. Seakan tidak ingin meresahkan siapapun, Andi menghembuskan nafas terakhirnya ketika semua orang-orang yang dicintainya dibuai oleh tenangnya malam Jogja yang dingin.

Continue reading “Sebuah Obituari”

Mayday!

Bagi Anda yang memahami Mayday sebagai seruan darurat, jangan panik. Tulisan ini jauh dari hal kedaruratan. Sebenarnya ini rasa penasaran saya yang sudah sangat lama terpendam tetapi kemalasanlah yang selalu mengalahkannya. Saya malas mencari dan membunuh penasaran itu dengan penemuan.

Continue reading “Mayday!”

Petengkaran

//i17.photobucket.com/albums/b64/lope-mizz-ya/tear.jpgPertengkaran bukanlah hal biasa, dan dia tidak boleh menjadi biasa. Meskipun pada dasarnya pertengkaran adalah salah satu bentuk diskusi dan komunikasi yang sangat tua umurnya, pertengkaran, bagaimanapun juga, bukanlah cara terbaik menyelesaikan suatu perkara.Dalam pertengkaran ada kesedihan, setidaknya sesudahnya. Dalam pertengkaran ada air mata karena tekanan dan kemarahan yang tidak selalu sehat dampaknya. Dalam pertengkaran, bahkan mungkin muncul dendam jika tidak disikapi dengan besar hati. Dendam adalah makhluk paling berbahaya dalam sebuah hubungan, apapun bentuknya.

Continue reading “Petengkaran”

Melanggar hukum demi cinta

Saya bukanlah orang yang bersih dari pelanggaran lalu lintas. Meskipun sudah mencoba, kadang pelanggaran masih tetap terjadi. Sekali-sekali saya masih menerobos lampu merah, umumnya karena kendaraan di belakang berkecepatan sangat tinggi dan seakan yakin bahwa saya akan melanggar. Daripada menjadi sasaran empuk mobil di belakang saya, pelanggaran akhirnya menjadi pilihan. Ironis memang.

Meski begitu, untuk yang satu ini saya mencoba berkomitmen: tidak melakukan gerakan U TURN (berbelok 180°) ketika ada tanda dilarang memutar. Hal ini sudah menjadi kebiasaan walaupun tentunya saya harus menempuh jarak yang lebih jauh dan waktu yang lebih panjang. Setelah menjadi kebiasaan, menempuh jarak yang lebih jauh dan waktu yang lebih panjang ini ternyata menyenagkan juga. Saya tidak mengalami masalah apapun.

Continue reading “Melanggar hukum demi cinta”

Sebuah pena

Hari ini aku membaca lagi. Membaca kisah-kisah yang pernah kutuliskan dulu saat penaku masih tajam untuk puisi. Saat itu, ada seribu satu alasan untuk mencipta keindahan karena engkau menjelma menjadi kupu-kupu, salju, bajing di tepi jalan dan bahkan dingin tak bersuara yang memberikan apresiasi. Aku rindu pujian itu. Aku rindu tangisan cerdas yang oleh matamu menjadi istimewa sehingga layak didramakan. Begitulah dulu ketika penaku masih tajam untuk puisi.

Subuh-subuh tadi, tiba-tiba saja pena itu kutemukan lagi. Entahlah setajam apa dia sekarang. Lusuh ia diantara buku harianku yang telah lama tidak berkisah tentang cinta. Aku tersenyum setiap hari dan bercinta dengan waktu yang tak perhah kulewatkan dengan sia-sia. Tetapi itu berbeda. Masih sering kurindukan kupu-kupu yang hinggap liar di indahnya bunga matahari untuk kemudian terbang melesat entah ke mana. Keliaran mimpiku lama tak menemukan lahannya yang subur untuk bertumbuh. Imajinasiku memerlukan pasangannya yang berkelebat datang dan pergi tanpa pesan, mengajakku berkelakar di lembah-lembah temaram yang terlarang nan memikat. Ingin kuraut lagi penaku agar tajamnya menjadikan tetes air, suara angin, jatuhnya daun dan sepinya malam sebagai puisi yang menawarkan dahagaku.

Makan Malam

Di hari yang istimewa ini, Jogja hujan seperti hari-hari kemarin. Meski harus rela berbasah-basah walaupun sudah mengenakan jas hujan, saya tetap harus melaju. Ada janji makan malam istimewa dengan istri hari ini, untuk memperingati hari yang juga istimewa. Berdua kami melaju di atas Vega R kesayangan dengan masing-masing mengenakan jas hujan. Inilah bedanya ketika sudah bersuami istri dengan ketika pacaran. Waktu pacaran, lebih menyenangkan dengan satu jas hujan, perjalanan bisa lebih dinikmati. Tapi ini bukan cerita tentang jas hujan.
Hari ini kami sengaja memilih resto yang agak mewah, tidak seperti biasanya di warung tenda batagor di depan pom bensin Sagan, langganan kami sejak tahun 1997. Resto ini terlihat mewah, sebenarya tidak cocok dengan selera kami, tak juga cocok dengan kantong saya, itu yang pasti. Tapi begitulah naluri hidup yang kadang liar dan bisa saja sedikit lepas kendali.

Otonan

Sepuluh ribu sembilan ratus dua puluh adalah angka yang menunjukkan umurku dalam hari, tepatnya hari ini, 4 April 2008. Apa yang istimewa dengan ini? Bagi mereka yang menghitung waktu hanya dengan kalender masehi, jumlah hari ini tentu saja tidak penting. Hari ini bukan ulang tahunku, itu pasti. Tetapi hari ini adalah birthdayku. Apa bedanya ulang tahun dengan birthday? Ada bedanya, walaupun tidak terlalu banyak tapi bisa sangat prinsipil. Ulang tahun adalah peringatan hari kelahiran setiap tahun menurut perhitungan kalender masehi. Artinya, ulang tahun adalah birthday juga. Meski begitu, tidak semua birthday adalah ulang tahun, tergantung basis perhitungannya. Hari kelahiran yang diperingati dengan kalender lunar, misalnya, tentu adalah juga birthday, walaupun tidak akan sama dengan ulang tahun dalam konteks masehi. Hari kelahiran yang diperingati berdasarkan pasaran dalam budaya Jawa, misalnya, adalah juga birthday, tetapi berbeda dengan ulang tahun dalam masehi ataupun birthday menurut kalender lunar/bulan.